Tentang "bohong putih".
Seluruh isi sutta/sutra adalah "bohong putih". Buddha adalah pembohong besar!!
Tidak ada kebenaran di dalam kata-kata Buddha. Kata-kata adalah telunjuk menunjukkan bulan, menyamakan telunjuk dengan bulan adalah kekeliruan besar.
Kalau ketemu Lin-chi saya pasti sudah ditonjok!!
Harryson
Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hai rekan Harryson dan semuanya,Terima kasih atas penjelasan Anda.Cukup jelas.Kita sebagai Buddhis, ingin mengikis--salah satunya--kesombongan. Ego. Yang paling jitu menurut Theravada adalah Vipassana. Cara lainnya adalah dengan memahami permasalahannya secara intelektual.Anda sudah tunjukkan informasinya, sehingga masalah jadi jelas. Dengan memahami informasi itu, otomatis kesombongan, merendahkan sekte lain akan pupus dengan sendirinya. Tak perlu himbauan apalagi larangan, seperti yang dikemukakan rekan Surya. (Mestinya ini PR buat rekan Surya buat menjelaskan, soal LARANGAN, tapi setuju dengan penjelasan rekan Harry ^_^)Apa yang bisa saya tarik:1. Sungguh tidak nyaman, bila ayat kita diartikan di luar makna sejatinya. Seperti yang saya kirim dulu, kurang fair menilai ajaran milik orang lain dari kulit-kulitnya saja.2. Ajaran sekte, agama kita buat DITUJUKAN PADA diri sendiri, bukan untuk menyerang milik orang lain. Mempelajari ajaran sekte, agama lain untuk dicari kelemahannya, hanya merugikan diri sendiri saja. Menyesatkan diri sendiri.3. Soal 'Bohong putih'. (ini bukan komentar untuk email rekan Harryson). Kalau kita tahu pasti yang diajak berdiskusi, berbicara BELUM PUNYA KEMAMPUAN MENERIMA KEBENARAN, atau waktu terlalu mendesak untuk menyelamatkan ia, maka 'bohong putih', cukup logis digunakan. Yang diutamakan keselamatan, hal lain--kejujuran, kebenaran-- DIABAIKAN.Cara demikian(bohong putih) selain punya sisi positif juga punya sisi negatif. Ini memicu bom waktu, SALAH KAPRAH. MENYESATKAN generasi selanjutnya.Menurut saya,kalau kita bukan orang yang punya kemampuan membaca pikiran dan kemampuan orang lain, maka 'bohong putih' sebaiknya tidak dipakai. Selain resiko salah kaprah buat generasi penerus, itu secara tidak langsung sudah memakai asumsi,"Ia belum punya kemampuan menerima kebenaran SAAT INI. Jadi sementara dikasih 'bohong putih' aja, dulu lah. Biar ia tenang dulu, selamat dulu." Ini asumsi yang memandang rendah kemampuan orang lain.Apakah dengan demikian, kita di milis mesti dan harus fair apa adanya? Jelek katakan jelek, salah katakan salah?Tergantung Pak Moderator. Cara lainnya,"Apa yang kita akui benar, tapi isinya menyinggung ajaran, sekte, agama lain, jangan di kirim."Tapi kalau pingin sekali memposting, bisa kirim pertanyaan saja dulu. Bukan PERNYATAAN, yang seolah-olah sudah kita pastikan kebenarannya.Salam metta,Wijaya----- Original Message -----From: harryson huangSent: Monday, May 23, 2005 7:10 PMSubject: Re: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_VajraSaya ingin berkomentar sedikit tentang: ikrar Bodhisattva untuk menunggu semua makhluk mencapai Nirvana dulu, baru mencapai pencerahan agung.Ungkapan seperti ini perlu dilihat dari konteksnya. Tidak bisa dikutip sebagian lalu diinterpretasikan. Kebanyakan isi sutra Mahayana (juga sutta Theravada) bukanlah untuk diinterpretasikan secara harafiah, namun untuk dipahami secara intuitif.Ungkapan seperti ini muncul untuk mematahkan idealisme "menyelamatkan diri sendiri", sebuah semangat yang tidak sesuai dengan ajaran Buddha, baik Theravada maupun Mahayana.Hinayana, yang dimaksudkan dalam sutra2 Mahayana bukanlah mengacu pada sekte, namun pada pola pikiran "menyelamatkan diri sendiri" diatas. Banyak praktisi Mahayana dan Theravada yang terjerat semangat tersebut dan karenanya disebut Hinayana. Adalah keliru menganggap Theravada itu Hinayana - ini adalah semangat sektarian. Hinayana yang dimaksudkan dalam sutra-sutra bukanlah Hinayana yang kemudian dipakai untuk menyebut sekte.Jadi, intinya: apakah anda sudah mencuci piring sesudah makan?regards,HarrysonWijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:[....]4. Makanya muncul pertanyaan, bila seorang mencapai Nirvana tanpa menunggu orang-orang lain, apa memang benar-benar bisa di katagorikan ia --termasuk Sang Buddha Gotama sendiri--berSEMANGAT Hinayana?
5. Pointnya saya, "Hati-hati mengklasifikasikan semangat, jalan kelompok lain, jangan sampai TANPA SADAR malah merendahkan apa yang kita junjung. Buddha Gotama sendiri."
[....]
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
