Mulyadi,
Yang paling menentukan di mana kelahiran kembali seseorang adalah pikirannya ketika meninggal (kecuali jika ia melakukan 5 kejahatan besar).
Jika ia meninggal dengan pikiran Buddha maka ia akan terlahir di surga. Walaupun ia seorang kriminal semasa hidupnya.
Namun pikiran itu tidak gampang diarahkan - bagi anda yang bermeditasi akan tau pasti bagaimana sulitnya.
Karena itu tidak boleh menunggu sampai saatnya mau mati baru berlindung kepada Buddha Namun juga sebaliknya, tidak ada kata terlambat untuk bertobat - apapun kesalahan yang dilakukan masih ada kesempatan untuk ke surga asal mau bertobat.
Karma tidak bisa hilang - yang baik akan berbuah bahagia, yang jelek akan berbuah derita. Namun setiap orang punya Kebuddhaan dalam dirinya - jika tekad kuat, walau waktunya sempit, tetap ada jalan menuju surga / bahagia. Seperti Angulimala.
sarva mangalam, Harryson
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Anumodana atas jawaban yang diberikan oleh sdr. Harryson,
Satu hal yang ingin saya garisbawahi disini, bahwa didalam ajaran agama
lain juga menekankan bahwa keyakinan itu sangat penting,
mungkin alasannya sama seperti yang dikemukakan oleh saudara Harryson,
yaitu harus yakin terlebih dahulu baru bisa melaksanakan perbuatan baik
(Sila dan Dana).
Jika seumur hidup seseorang tidak pernah sempat untuk menjalankan Sila dna
Dana, kemudian di akhir hidupnya ia memiliki keyakinan yang kuat terhadap
Buddha (seperti yang dikisahkan pada Dhammapada - Yamaka Vagga Syair ke 2),
apakah ia akan terlahir di alam surga?
Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah "Keyakinan seperti apakah yang
seharusnya umat Buddha miliki?"
Apakah cukup dengan percaya dengan Buddha dan Dhamma? Atau dengan
mempraktekkannya (berdana dan menjalankan sila)?
Salam Metta,
Mulyadi
harryson huang
<[EMAIL PROTECTED]
ahoo.com> To
Sent by: [email protected]
[EMAIL PROTECTED] cc
roups.com
Subject
Re: [Dharmajala] Mohon pencerahan..
05/27/2005 03:58
PM
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
roups.com
Saya bisa menerima prinsip "berkeyakinan saja sudah cukup"; berkeyakinan
pada Buddha maka akan terlahir ke surga.
"Keyakinan" yang mendalam yang tertanam di pikiran kita akan menggerakkan
ucapan dan perbuatan yang sesuai.
Orang yang punya keyakinan yang kuat tidak perlu melakukan dana dan sila -
dana dan sila dilakukannya tanda ia merasa melakukan. Itulah praktek
sejati.
Mereka yang merasa melakukan dana dan sila, belum memahami hakikat praktek.
Ketika praktek itu mengalir seperti air, tanda halangan dan rintangan,
itulah praktek sejati.
Seperti Buddha katakan dalam Sutra Permata:
"And when this innumerable, immeasurable, infinite number of beings has
become liberated, we do not, in truth, think that a single being has been
liberated"
sarva mangalam, Harryson
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Dear friends in Dhamma,
Apakah kita dapat terlahir dialam surga hanya dengan berkeyakinan terhadap
Buddha tanpa berdana dan tanpa melaksanakan sila?
Kalau bisa berarti ini tidak jauh berbeda dengan ajaran tetangga ya, bahwa
hanya dengan keyakinan maka akan masuk surga.
Berikut saya kutipkan dari Dhammapada - Yamaka Vagga Syair 2 ( I:2. Kisah
Matthakundali )
"Bhante, apakah seseorang dapat, atau tidak dapat, terlahir di alam surga;
hanya karena berkeyakinan terhadap Buddha tanpa berdana dan tanpa
melaksanakan moral (sila)?"
Sang Buddha tersenyum mendengar pertanyaan itu. Kemudian Beliau memanggil
dewa Matthakundali agar menampakkan dirinya. Matthakundali segera
menampakkan diri, tubuhnya dihiasi dengan perhiasan surgawi, dan
menceritakan kepada orang tua dan sanak keluarganya yang hadir, bagaiman a
ia dapat terlahir di alam surga Tavatimsa. Orang-orang yang memperhatikan
dewa tersebut menjadi kagum, bahwa anak brahmana Adinnapubbaka mendapatkan
kemuliaan hanya dengan keyakinan terhadap Sang Buddha.
Pertemuan itu diakhiri oleh Sang Buddha dengan membabarkan syair kedua
berikut ini :
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan
pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutnya bagaikan bayang-bayang
yang tak pernah meninggalkan bendanya.
Pada akhir khotbah Dhamma itu, Matthakundali dan Adinnapubbaka langsung
mencapai tingkat kesucian sotapatti. Kelak, Adinnapubbaka mendanakan
hampir
semua kekayaannya bagi kepentingan Dhamma.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang
tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
