Anumodana atas jawaban yang diberikan oleh sdr. Khaidi dan sdr. Harryson.

Saya bisa mengambil kesimpulan sekarang bahwa praktek dana dan sila penting
bagi umat awam untuk melatih pikiran dan kesadaran.
Dan pikiran merupakan faktor penentu dari tindakan kita sehari-hari.
Jadi antara pikiran (keyakinan) dan praktek saling berkaitan.
Untuk bisa melakukan praktek yang benar harus dilandasi oleh pikiran yang
benar,
Begitu pula untuk memiliki pikiran yang benar, kita harus melakukan praktek
yang benar (sila).
Dan tidak ada cara yang instant untuk memiliki pikiran yang benar, ini
memerlukan proses/latihan yang terus-menerus.
Seseorang tidak bisa dikatakan telah memiliki pikiran yang benar apabila
tidak pernah melaksanakan praktek yang benar.

Mohon dikoreksi apabila tulisan saya ini kurang tepat.

Salam Metta.
Mulyadi



                                                                           
             khaidi wong                                                   
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             l.com>                                                     To 
             Sent by:                  [email protected]          
             [EMAIL PROTECTED]                                          cc 
             roups.com                                                     
                                                                   Subject 
                                       Re: [Dharmajala] Mohon pencerahan.. 
             05/30/2005 03:48                                              
             PM                                                            
                                                                           
                                                                           
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                 roups.com                                                 
                                                                           
                                                                           




Pertama-tama yang harus digarisbawahi disini:

Apa sebenarnya tujuan akhir dari ajaran Buddha? Surga?
Tujuan dari agama kebanyakan adalah surga.
Namun tujuan akhir dari ajaran Buddha adalah Nibbana (yang bisa dicapai
saat ini juga, bukan nunggu mati dulu)

Kemudian, barulah kita membahas kelahiran ke surga.
Perlu disadari bahwa pembahasan ini sebatas diskusi pengetahuan, karena
saya belum tahu surga itu seperti apa.

Dengan keyakinan bisa terlahir ke surga menjadi dewa.
Mendengar mitos-mitos alam surga dari kebudayaan Tiongkok, ternyata ada
juga rupa penghuni surga dalam bentuk binatang.
Kehidupan di surga, apabila tidak mempunyai kebajikan yg besar,
mungkinkah kita menjadi sapi, anjing atau kura2 surga?
Mungkin rase?

Perlu kita selidiki sebelumnya dalam sutta yg disebut rekan Mulyadi ttg
anak seorang brahmana yg punya keyakinan yg tinggi terhadap Hyang Buddha
sehingga bisa terlahir di alam surga. Bagaimana perilakunya dalam
kehidupan sehari-harinya? Apakah diliputi kebajikan?

Kemudian mengenai pikiran. Sila menjadi dasar untuk mengarahkan pikiran.
Praktisi tingkat tinggi tidak perlu melakukan sila lagi? Mungkin lebih
tepat kalau dikatakan bahwa mereka sudah memiliki dasar yang kuat dari
bangunan yg mereka dirikan, sehingga menyatu sudah dengan perilaku
sehari-hari.

Sila akan terlihat manfaatnya ketika kesadaran praktisi pemula menjadi
agak berkurang, misalnya dalam mimpi atau mabuk/dimabukkan???? Hahahaha

Demikian tambahan point2 dari saya.

Selamat berdiskusi
Salam kasih,
Khai



harryson huang wrote:

> Mulyadi,
>
> Yang paling menentukan di mana kelahiran kembali seseorang adalah
> pikirannya ketika meninggal (kecuali jika ia melakukan 5 kejahatan
> besar).
>
> Jika ia meninggal dengan pikiran Buddha maka ia akan terlahir di
> surga. Walaupun ia seorang kriminal semasa hidupnya.
>
> Namun pikiran itu tidak gampang diarahkan - bagi anda yang bermeditasi
> akan tau pasti bagaimana sulitnya.
>
> Karena itu tidak boleh menunggu sampai saatnya mau mati baru
> berlindung kepada Buddha  Namun juga sebaliknya, tidak ada kata
> terlambat untuk bertobat - apapun kesalahan yang dilakukan masih ada
> kesempatan untuk ke surga asal mau bertobat.
>
> Karma tidak bisa hilang - yang baik akan berbuah bahagia, yang jelek
> akan berbuah derita. Namun setiap orang punya Kebuddhaan dalam dirinya
> - jika tekad kuat, walau waktunya sempit, tetap ada jalan menuju surga
> / bahagia. Seperti Angulimala.
>
> sarva mangalam, Harryson
>
> */[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:
>
>
>
>
>
>     Anumodana atas jawaban yang diberikan oleh sdr. Harryson,
>
>     Satu hal yang ingin saya garisbawahi disini, bahwa didalam ajaran
>     agama
>     lain juga menekankan bahwa keyakinan itu sangat penting,
>     mungkin alasannya sama seperti yang dikemukakan oleh saudara
Harryson,
>     yaitu harus yakin terlebih dahulu baru bisa melaksanakan perbuatan
>     baik
>     (Sila dan Dana).
>
>     Jika seumur hidup seseorang tidak pernah sempat untuk menjalankan
>     Sila dna
>     Dana, kemudian di akhir hidupnya ia memiliki keyakinan yang kuat
>     terhadap
>     Buddha (seperti yang dikisahkan pada Dhammapada - Yamaka Vagga
>     Syair ke 2),
>     apakah ia akan terlahir di alam surga?
>
>     Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah "Keyakinan seperti
>     apakah yang
>     seharusnya umat Buddha miliki?"
>     Apakah cukup dengan percaya dengan Buddha dan Dhamma? Atau dengan
>     mempraktekkannya (berdana dan menjalankan sila)?
>
>     Salam Metta,
>     Mulyadi
>
>
>
>

>
>                  harryson
>     huang
>
>     <[EMAIL PROTECTED]
>
>     ahoo.com>                                                  To
>                  Sent by:
>     [email protected]
>
>     [EMAIL PROTECTED]                                          cc
>
>     roups.com
>
>     Subject
>                                            Re: [Dharmajala] Mohon
>     pencerahan..
>                  05/27/2005
>     03:58
>
>     PM
>

>
>

>
>                  Please respond
>     to
>
>     [EMAIL PROTECTED]
>
>     roups.com
>

>
>

>
>
>
>
>
>     Saya bisa menerima prinsip "berkeyakinan saja sudah cukup";
>     berkeyakinan
>     pada Buddha maka akan terlahir ke surga.
>
>     "Keyakinan" yang mendalam yang tertanam di pikiran kita akan
>     menggerakkan
>     ucapan dan perbuatan yang sesuai.
>
>     Orang yang punya keyakinan yang kuat tidak perlu melakukan dana
>     dan sila -
>     dana dan sila dilakukannya tanda ia merasa melakukan. Itulah praktek
>     sejati.
>
>     Mereka yang merasa melakukan dana dan sila, belum memahami hakikat
>     praktek.
>     Ketika praktek itu mengalir seperti air, tanda halangan dan
rintangan,
>     itulah praktek sejati.
>
>     Seperti Buddha katakan dalam Sutra Permata:
>
>     "And when this innumerable, immeasurable, infinite number of
>     beings has
>     become liberated, we do not, in truth, think that a single being
>     has been
>     liberated"
>
>     sarva mangalam, Harryson
>





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Links
      To visit your group on the web, go to:
      http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

      To unsubscribe from this group, send an email to:
      [EMAIL PROTECTED]

      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke