Namo Buddhaya,
Saya sangat menyesalkan hal ini, mengapa masih ada orang (yang katanya umat beragama, yang taat dan takut thd Tuhan-nya) yang dgn tega dan sengaja menghina agama lain. Bukankah semua agama juga bersumber pada kebaikan (yang disimbolkan dgn ke-Tuhanan) ???
Agama, yang menurut mereka itu sebagai jalan menuju ke-Tuhanan, seringkali di jadikan icon yang mengatasi segalanya. Maka dari itu, segala sesuatu yg tidak sesuai dgn icon tsb, selalu dikatakan sesat, pantas untuk dihina, pantas disamakan dengan keburukan, pantas untuk disamakan dengan icon lawannya, Setan.
Pada saat icon-nya tersebut ada yang menghina, walaupun tidak secara langsung, mereka langsung saja marah bukan kepalang, sampai2 lupa dengan sesuatu yang ada di balik icon-nya tsb yang sebenarnya jauh lebih agung. Hal ini juga terjadi dengan agama lain (semoga tidak pada umat Buddha), yang menyebabkan banyak perselisihan bahkan konflik berdarah dan menyangkut militerisme.
Akankah dunia ini damai, bila manusia2-nya hanya sibuk mempersoalkan icon keramatnya dan melupakan Isi yang diwakilkan oleh icon tsb ???
Selain sinetron tsb di SCTV, ada juga acara yang rohani tengah malam di RCTI, yg menyajikan acara kesaksian yg di-sinetron kan (ataukah hanya sekedar sinetron yang dijadikan kesaksian ???), dimana ada / sering ditampilkan adegan pembukaan, terlihat sekilas, Hiolo (tempat hio, lengkap dgn bbrp batang dupa) dan 2 batang lilin merah, yang disambung dgn adegan muda mudi sedang berdisco dan mabuk2an, lalu adegan penodongan, dan kriminal (sesat) lainnya. Singkat kata disamakan dengan hal2 maksiat lainnya. Untung saja, akhir2 ini adegan tsb sudah tidak ada lagi.
Semoga mereka dapat menyadari inti sari dari beragama yang sebenarnya, dan kita umat Buddha, jangan sampai menjadi seperti mereka, yang dibutakan oleh icon keramatnya, yang sebenarnya adalah buatan mereka sendiri. Tetaplah dalam jalan yang benar, perjuangan pandangan benar ini kepada lingkungan kita, mulai dari keluarga dan teman2 kita, lalu ke masyarakat.
Akhir kata, Semoga kedamaian beragama di dunia, khususnya di Indonesia bisa tercapai dengan jalan yang damai juga.
Swati Hottu,
CFR.
yunike_sisilia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya.
mohon partisipasi teman2 se-dhamma untuk mengirimkan surat
protes yang sebanyak2nya (tentu dengan bahasa yang sopan jg ya)kepada
SCTV atas sinetron Astagafirullah yg ditayangkan setiap senin sore,
dimana dalam sinetron itu sering terlihat rupang Bodhisattva
Avalokitesvara / Kwan Im yang digunakan sebagai ikon pemujaan sesat
oleh tokoh didalamnya.
Menurut saya, hal ini sudah kelewatan, jika kami yang sebagai umat
yg disakiti saja diam, maka lain kali bisa2 mereka lebih kurang ajar
lg dalam memilih obyek penghinaan yg lain.
mohon maaf sebelumnya. terima kasih atas perhatiannya
kirim surat protes ke:
http://www.sctv.co.id/surat_pemirsa.php
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
