|
Saya juga suka nonton film bernuansa demikian & tidak memusingkan
mengenai metode/ajaran agama lain.
Yang menjadi perhatian kita kali ini khan: adalah pemajangan patung Kwan-Im
di belakang dukun tua tsb.
Saya yakin seluruh rakyat di Indonesia tahu bahwa icon tersebut adalah
"pajangannya" non-pribumi.
Sedangkan dalam sinetron tersebut, yg menjadi dukun jelas bukanlah "model"
yg biasanya memajang icon/patung tersebut [alias pribumi].
Jika pada film tersebut yg menjadi dukun tsb adalah Chinese [di
kelenteng] maka, tidak akan ditanggapi bahwa icon tersebut
disalahtempatkan.
Namun, BIJAKSANANYA... meskipun hal� tersebut adalah sesuai dengan kejadian
aslinya, namun kita perlu memikirkan dampaknya.
Jika dikatakan "Namun, saya bisa jelaskan ke Eka,
kalaulah memang patung itu patung dari Buddha, maka itu diluar tujuan
aslinya"... berarti tujuan aslinya apa? Jika dengan ada atau tidaknya
patung tersebut, tetap tidak mempengaruhi tujuan asli dr pembuatan sinetron
itu; maka ngga perlu dipajang patung tersebut dong [toh tidak berpengaruh ke
tujuan asli dr sinetron tsb], TAPI dengan dipajang begitu justru berbias negativ
kepada penganut agama lain.
Berarti sebaiknya gimana? Jangan dipajang begitu, ini khan
analoginya.
Kalo saya sih bukan merasa tersinggung atau sakit hati seperti posting awal
di bawah.
Namun hal ini harusnya dilakukan dengan profesional & proporsional.
Intinya, hindarilah yg bersinggungan dgn SARA...
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, June 07, 2005 13:44
Subject: Re: [Dharmajala] Ajakan protes
ttg Sinetron [ASTAGHFIRULLAH] Astagafirullah
Dear Rekan Dharmajala,
Berikut petikan email dari rekan
saya menanggapi email ini.
Rgds,
EKa K ----------
Forwarded Message ----------
Subject: Re: Fwd: [Dharmajala]
Ajakan protes ttg Sinetron Astagafirullah Date: Tuesday 07 June 2005
12:59 From: XXXXXXXXXXXX To: Eka Karnanda <[EMAIL PROTECTED]>
oh, kalau
begitu kita hentikan dahulu Eka diskusinya yach, agar kita tidak membicarakan
sesuatu yang sia-sia. oh iya, saya akan menjelaskan kepada
Eka, tapi tidak dari sisi pertanyaan ini namun secara umum atas sinetron ini
yach : Jadi sinetron ini adalah sinetron yang diangkat langsung dari
kejadian nyata, dan benar-benar terjadi. Dan dari sekian
banyak sinetron islami yang mulai banyak di televisi hari ini, menggantikan
tayangan-tayangan yang berbau mistis, mungkin baru tayangan ini yang saya
rekomendasikan kepada Eka untuk ditonton jalan ceritanya, karena insha Allah,
bebas dari unsur kebohongan, rekayasa, apalagi mendiskreditkan pihak lain.
Harinya, Senin malam pukul 08.30, namun setiap hari diputar ulang di SCTV pada
siang dan sore hari. Sutradaranya alhamdulillah pak Chaerul Umam, mau
menggarapnya. Jadi, ceritanya diangkat dari Majalah
GHOIB. Dan Majalah GHOIB ini adalah milik tim GHOIB, sebuah tim
RUQYAH, yakni sejenis pengobatan bagi orang-orang yang telah terlanjur
berhubungan jauh dengan JIN, baik disengaja maupun tidak. Nah, Islam
telah menunjukkan bahwa JIN yang mengganggu manusia harus diusir, dan
mengajarkan bagaimana agar JIN tidak kembali merasuk ke tubuh manusia, karena
memang alamnya berbeda. Pengobatannya tidak ada yang aneh, hanya
dengan membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an, dan memijak titik-titik tertentu
yang memang telah diajarkan oleh Muhammad SAW, tempat sarang JIN saat dia
berhasil masuk ke tubuh manusia. Mungkin target saya
mengajak Eka menontonnya adalah agar Eka mendapatkan keyakinan akan kebenaran
ajaran Islam, dari sisi kitab sucinya, dan asal kehidupan
makhlukNya. Satu contoh saja, yang dapat menghantarkan
manusia agar dapat berkomunikasi dengan jin adalah dengan susuk, jimat,
menyembah berhala, menyembah hal-hal yang kramat, dan lainnya. Saya
khawatir, yang ditangkap oleh saudara kita dari Agama Buddha di bawah ini,
adalah ketika ia menonton sebuah episode yang disana diceritakan sang pelaku
memelihara semacam sesajian plus patungnya di rumahnya. Namun, saya
bisa jelaskan ke Eka, kalaulah memang patung itu patung dari Buddha, maka itu
diluar tujuan aslinya. Karena sekali lagi kisah ini benar-benar diangkat dari
para korban sendiri, dan direka ulang, mendekati
aslinya. Mungkin demikian Eka, mohon ma'af kepada rekan
Eka, dan mohon ada cerita detailnya. Insha Allah, saya akan call
langsung ustadz yang saya kenal untuk meneruskan komplain
ini. Terima kasih.
On Tuesday 07 June 2005 12:56,
EasyCoolSmart wrote: > Aku pernah nonton langsung sekali & infonya
justru dari luar Pulau Jawa. > Topiknya seputar "Rukiah". > Ada
sebuah keluarga kecil yg istrinya sering kerasukan setan & mereka mencoba
mencari solusi melalui dukun. > Salah satu dukunnya menggunakan latar
patung Kwan-Im [putih]. > Kemudian si istri melakukan kesalahan lagi
dengan membuang air panas dalam rumah [tanpa mengademkan dahulu]. > Air
panas tersebut mengenai penunggu di rumahnya & akhirnya dia kerasukan
lebih parah lagi. > Akhir ceritanya, istri tsb disembuhkan dgn teknik
Rukiah. > > ----- Original Message -----
> From: Muliawati, Susy > To: [email protected]
> Sent: Tuesday, June 07, 2005 12:08 >
Subject: RE: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron Astagafirullah >
> > Hai, > Apa ada data2 seperti
tgl berapa ditayangkan ? > Ataukah setiap tayang, selalu ada
pemunculan tsb? > Karena supaya surat lebih afdol, maka
kita harus menyertakan data2 yang >
lengkap. > Kalau bisa sih ada bukti otentik seperti
rekamannya. > Dalam hal ini jangan hanya surat pembaca SCTV
aja, tapi juga bisa kita > aspirasikan via lembaga2 resmi
kita. > > Thanks, > Susy >
> -----Original Message----- > From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of
yunike_sisilia > Sent: Tuesday, June 07, 2005 10:40
AM > To: [email protected] >
Subject: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron Astagafirullah >
> Namo Buddhaya. > mohon partisipasi
teman2 se-dhamma untuk mengirimkan surat protes yang >
sebanyak2nya (tentu dengan bahasa yang sopan jg ya)kepada SCTV
atas > sinetron Astagafirullah yg ditayangkan setiap senin
sore, dimana dalam > sinetron itu sering terlihat rupang
Bodhisattva Avalokitesvara / Kwan Im > yang digunakan
sebagai ikon pemujaan sesat oleh tokoh didalamnya. > Menurut
saya, hal ini sudah kelewatan, jika kami yang sebagai umat
yg > disakiti saja diam, maka lain kali bisa2 mereka lebih
kurang ajar lg > dalam memilih obyek penghinaan yg
lain. > mohon maaf sebelumnya. terima kasih atas
perhatiannya > > kirim surat protes
ke: > http://www.sctv.co.id/surat_pemirsa.php >
> > > > > > >
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> > Would you Help a Child in
need? > It is easier than you think. >
Click Here to meet a Child you can help. > http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM >
--------------------------------------------------------------------~->
> > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang
terjadi SAAT INI di dalam diri > saya maupun di luar diri
saya ** > > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian
yang menakjubkan; tuk menanami > taman hati kami benih-benih
kebajikan; serta membuat fondasi pengertian > dan cinta
kasih yang kokoh ** > > ** Kami mengikuti jalur
perhatian penuh, latihan tuk melihat dan > memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, >
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** >
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih,
menjadi penuh > welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun > sore hari, membawa
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu > sesama
melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa
syukur > kebajikan orang tua, para guru, serta
sahabat-sahabat kami ** Yahoo! > Groups Links >
> > > > > >
> > > > > > ** Menyadari
apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di
luar diri saya ** > > ** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** >
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** >
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih,
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa
syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links > > >
> > >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> Would you Help a Child in need? It is
easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
|