Hancurnya Hutan Tropis Indonesia, Bencana Nasional dan Internasional
Bogor, Kompas -Kehancuran hutan tropis saat ini kalah menarik untuk dibahas dibanding bencana tsunami, banjir, dan kekeringan. Padahal, hampir 49 juta hektar hutan alam sudah rusak dan hancur, yang bisa menjadi bencana nasional dan internasional.
Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Herman Haeruman, seharusnya berbagai bencana yang datang bertubi-tubi mengingatkan kembali akan betapa pentingnya menjaga hutan untuk melindungi manusia dari bencana alam. Namun, investasi untuk memelihara hutan alam tropis ternyata tetap saja rendah.
"Hutan alam yang baik telah memulihkan Indonesia dari krisis ekonomi tahun 1960-an dan menjadi penyumbang devisa yang amat besar bagi negara," katanya dalam orasi ilmiah purnabaktinya di Kampus IPB, Bogor, Sabtu (11/6).
Akan tetapi, dalam krisis ekonomi tahun 1990-an, hutan alam yang rusak justru meningkatkan beban ekonomi melalui bencana alam yang semakin sering. "Semua pihak telah mengabaikan fungsi perlindungan dari hutan yang baik. Fungsi perlindungan yang disebut sebagai jasa lingkungan inilah yang sekarang kurang dihargai," tambahnya.
Bencana diplomatik
Dalam orasinya yang berjudul "Paradigma Pengelolaan untuk Menyelamatkan Hutan Tropika Indonesia; Membangun Etika Pengelolaan Hutan Lestari", Herman juga menyebutkan bahwa hutan yang rusak telah menjadi bencana diplomatik dalam pergaulan dunia. Saat ini persyaratan bantuan internasional selalu dikaitkan dengan pelestarian hutan.
"Kenyataannya, setiap musim kemarau negara tetangga selalu menyarankan dan mengkritik, bahkan ancaman halus agar Indonesia mengurus hutan dengan benar agar tidak terjadi bencana kebakaran hutan. Namun, masalah tetap saja terjadi," kata Herman.
Berbagai upaya memang telah dilakukan, tetapi masih banyak yang belum dilakukan sehingga gejala yang terlihat adalah hutan yang rusak parah. "Harus diakui, kemampuan negara untuk mengurusi hutan belum baik," tambahnya.
Pada umumnya, ada empat hal yang gencar dibahas dalam upaya menyelamatkan hutan Indonesia, yaitu illegal logging, restrukturisasi industri kehutanan, rehabilitasi tanah kritis dan hutan rusak, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan.
Menurut Herman, masalah kehutanan Indonesia bukan hanya masalah Pemerintah Indonesia saja, tetapi menjadi masalah dunia. Oleh karena itu, upaya mencari solusi untuk menyelamatkan hutan Indonesia tidak hanya menjadi masalah teknis rehabilitasi hutan dan tanah kritis saja, tetapi sudah lintas sektor dan lintas negara.
"Masalah teknis rehabilitasi hutan dan tanah kritis sebenarnya mudah dipecahkan. Yang sukar adalah mengatasi kemiskinan masyarakat sekitar hutan yang mudah dimanfaatkan para pencuri kayu. Demikian pula dengan kelembagaan antarsektor dari pemerintah pusat sampai ke daerah yang tidak kompak dalam penyelamatan hutan hingga tak bisa memenuhi komitmen nasional pada dunia," tambahnya.(pun)
Discover Yahoo!
Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
