Lebih baik jangan membicarakan masalah politik, apalagi politik dari bagian sejarah, karena kita tidak mengetahui kebenarannya (kita tidak hidup di jaman itu).
Lebih baik pula jangan membicarakan masa lalu, karena bila kita membicarakan masa lalu, tidak akan melangkah maju ke depan, disebabkan yang kita pikirkan masalah lalu, bukan rencana ke depan yang kita konsentrasikan.
Michael suswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Sejak zaman
penjajahan (VOC) mulai masuk ke Indonesia, sekitar akhir tahun 1600, bangsa
kita dikelompokkan menjadi tiga bagian. Bagian pertama: bangsa Belanda
(bangsa kulit putih) sebagai penguasa atau penjajah. Yang kedua: bangsa
kulit kuning (etnis Cina) yang dijadikan partner dalam berdagang untuk
menjual hasil-hasil alam dari Indonesia. Yang ketiga: pribumi asli
Indonesia. Ketiga bagian itu dilakukan berbeda oleh VOC. Bagian pertama dan
bagian kedua selalu diprioritaskan dan diberi kesempatan pertama. Sedangkan
bagian ketiga, selalu mendapat prioritas terakhir. Tempat tinggal dari
ketiga bagian itu juga dipisahkan. Bagian pertama dan bagian kedua bertempat
tinggal jauh daripada bagian ketiga. Ini adalah salah satu awal yang membuat
terbentuknya kesenjangan sosial. Ini yang sering dimunculkan ketika terjadi
peristiwa-peristiwa besar di Indonesia. Peristiwa besar setelah Indonesia
merdeka ialah: tahun 65 ?66 pemberontakan dengan meletusnya pemberontakan
G30 S-PKI. Situasi Indonesia tidak menentu: pemerintah sedang bergejolak
sekali. Di saat-saat demikian, terjadilah kerusuhan masal. Tidak tahu siapa
yang menyulut, tetapi yang jelas korbannya tak pelak ialah warga keturunan
Cina. Banyak warga keturunan Cina disangka ikut PKI sehingga banyak yang
hilang tak berbekas dan keluarga-keluarganya dikucilkan, tidak boleh
bersekolah. Banyak tokoh-tokoh yang dijarah dan banyak juga yang dianiaya.
Dan akhirnya pemerintakan pun berganti.
Selama pemerintahan baru, yang disebut orde baru, warga keturunan makin
terdesak meskipun mereka menguasai perekonomian. Budaya-budaya dan
tradisi-tradisi Cina makin susah berkembang di Indonesia, bahkan ada kesan
akan dihilangkan yang berpuncak sekitar pertengahan sekitar tahun 90 yang
sama sekali tidak boleh ada terlihat pertunjukan-pertunjukan bahkan orang
yang melakukan peribadatan di klenteng-klenteng bisa ditangkap oleh
pemerintah. Tidak tahu apa kaitan antara makin terdesaknya orang keturunan
di Indonesia dengan goncangnya pemerintahan yang berkuasa yang akhirnya
berujung kepada demonstasi besar-besaran pada Mei 98. Tetapi yang amat
disayangkan, ketika terjadi peristiwa tersebut, kembali orang keturunan Cina
yang terkena getahnya; teraniaya, diperkosa, dijarah, dibunuh, diculik, dan
lain sebagainya. Ini merupakan yang kesekian kalinya peristiwa dengan adegan
yang hampir sama.
Jika dikaji lebih lanjut, seringnya warga keturunan Cina menjadi sasaran
meskipun di Indonesia banyak warga keturunan-keturunan asing yang lain.
Salah satu pemicunya ialah rasa iri hati, rasa cemburu dari masyarakat
pribumi maupun keturunan asing lain melihat keberhasilan orang keturunan
Cina di Indonesia. Dan sampai saat ini, orang-orang keturunan Cina selalu
terjepit dan juga selalu dipersulit dalam kehidupan sehari-harinya di
Indonesia. Contohnya, untuk mengurus surat-surat harus disertai SBKRI (Surat
Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia), padahal warga keturunan asing
lain tidak pernah dimintai. Orang-orang keturunan Cina juga sangat sulit
untuk masuk ke biro-biro pemerintahan, menjadi pegawai negeri, tentara,
polisi, dan sebagainya.
_________________________________________________________________
REALESTATE: biggest buy/rent/share listings
http://ninemsn.realestate.com.au
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Discover Yahoo!
Get on-the-go sports scores, stock quotes, news & more. Check it out!
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
