1. ya memang 'Sekolah Luar Biasa', karena saya ngajar di  'sekolah' 
di mana murid2nya hanay belajar 1 bidang studi selama 3 bulan dari 
jem 8 sampe jem 5 sore

2. Mas, makanya kalo pilih bahan bacaan, ati2 donk
Saat ini sangat banyak sekali 'junk book' tentang tibetan/tantra yg 
beredar di pasaran. Ini menurut pendapat para senior saya lho

3. saya belum kompeten utk menjelaskan tentang tantra di forum ini, 
karena saya bukanlah praktisi tantra

4. jika anda ingin belajar/mengetahui lebih jauh tentang tibetan 
buddhism dan tantra, silakan datang ke bandung.
saya punya ribuan buku tentang tibetan buddhism dan juga dari 
tradisi buddhis lainnya
namun 90% berbahasa inggris

5. mengenai gambar laki2 dan perempuan yg berpelukan. itu ada 
penjelasan nya. secara singkat adalah sbb:
gambar/patung Dua 'makhluk'itu disebut 'Yab Yum' artinya ayah dan 
ibu. Seperti halnya perpaduan antara ayah dan ibu akan menghasilkan 
seorang anak, maka perpaduan antara kebijaksanaan (ibu) dan cinta 
kasih (ayah) akan 'menghasilkan' seorang Buddha. Jadi jangan ngeres 
dulu, membayangkan bahwa untuk meditasi tantra maka harus 
berhubungan seks!

6. Bhikshu dalam tibetan buddhisme itu selibat. Ya kalo bhikshu tsb 
berhubngan seks, secara otomatis, ikrar nya patah, walaupun ia tetep 
pake jubah bhikshu. jadilah dia bhikshu gadungan

7. meditasi/praktik tantra ada banyak macam. Ada yg memang 
berhubungan dgn seks, namun itu jelas BUKAN untuk BHIKSHU! Dan juga 
bukan berarti praktisi tantra boleh berhubungan seks dgn siapaun dan 
di manapun. Ada 'aturan main' yg amat sangat ketat. tidak sembarang 
orang boleh dan kompeten melakukan tantric sex! 

amat sangat banyak praktisi tantra yg tidak mempraktikkan tantric 
sex namun berhasil mencapai berbagai realisasi/pencerahan. 

tantric sex yg dipraktikkan sembarangan terbukti menjadi salah satu 
penyebab kemunduran buddhisme di tibetan. Terjadi dua kali reformasi 
yg terkenal utk kembali menerapkan atuarn main yg ketat tsb. Kedua 
orang reformis itu adalahj YM Atisha Dipamkara dan YM Jey Tsongkhapa

8. Ada Lama AMereika yg datang ke indo buat jual buku?? heyueue, 
aneh bener.....
kan saya udah bilang mas, ati2, saat ini banyak guru gadungan.....
jika anda tertarik, boleh baca website berikut

1. www.lamrim.com
2. www.berzinarchives.com
3. www.lamayeshe.com
4. www.thubtenchodron.com

9. aliran mayoritas yg dianut? apakah aliran gelugpa yg anda maksud? 
asal anda tau saja, justru di gelugpa itu amat sangat jarang 
praktisi yg melakukan tantric sex. Mayoritas Lama/ Rinpoche dalam 
tradisi ini adalah Bhikshu, ya jadi selibat lah. Jey Tsongkhapa, 
pendiri tradisi ini mengatakan bahwa pencerahan dapat dicapai tanpa 
melalui tantric sex. jadi nampaknya nara sumber anda itu ngawur dan 
ngaco. Dia cuman mau jualan buku aja kali, hehehe

10. Steven Seagal itu konon adalah seorang Tulku, artinya seseorang 
yg dikenali sebagai reinkarnasi seorang guru besar buddhisme. Apakah 
dia bhiksu? saya tidak tau. yg tau, mungkin hanya dia sendiri

11. mas, mengenai, berbagai kontradiksi, hal itu adalah sangat 
lumrah. ada yg bilang boleh A, ada yg bilang boleh B. kita harus 
liat konteksnya donk.
ya, gunakan akal sehat kita masing2 aja.....

cheers
surya
===========================================================








--- In [email protected], "EasyCoolSmart" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Surya Wijaya 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Saturday, June 11, 2005 21:17
>   Subject: [Dharmajala] Lama=Monk?
> 
> 
>   Malam minggu sendirian di warnet, terbebas sebentar dari murid2 
yg crazy. Ngajar di SLB?
> Saya sih jarang baca Tibetan Buddhis, tapi setiap baca, pasti 
ketemu kata "monk", begitu juga Lama & Rinpoche.
> 
>   Seorang Lama itu bisa bhikshu/bhikshuni bisa juga hanya 
Upasaka/'Upasika. Jadi, cara tahunya gimana? Lha ditulisnya monk, 
koq? Bukan layman, koq. Saya tidak mengerti banyak ttg Tibetan 
Buddhism & thanks Sdr. Surya telah berbagi info ke saya. Namun, 
pengertian saya sangat tergantung dari bacaan yg saya peroleh.
> 
>   Ada Lama dan Rinpoche yg bukan bhiksu namun pake Jubah. Namun 
jubah yg mereka pakai adalah BUKAN jubah BHIKSHU. Jadi, menurut Sdr. 
Surya; Steven S. tuh umat biasa yg berjubah [bukan jubah bhiksu], 
Lama [umat awam], Rinpoche [umat awam], Lama [bhiksu], atau Rinpoche 
[bhiksu]?
> 
>   Saya sudah cukup lama mengikuti ceramah dan seminar tentang 
Tibetan Buddhisme, baik di Singapore maupun di Indonesia, baik yg 
bersifat terbuka maupun 'tertutup' (utuk kalangan sendiri), tidak 
ada satupun yg mengajarkan tentang 'meditasi senggama'. Walaupun 
saya belum menjadi praktisi Tantra, namun saya punya banayk teman 
praktisi Tantra, as far as I know, mereka tidak ada tuh yg praktek 
Tantric Sex
> 
>   Tantric sex itu memang ada, namun banyak sekali aturan2 dan 
syarat2 sebelum seseorang mempraktikkan tantric sex. Silakan anda 
cari buku2 tentang tibetan buddhisme dan atau Tantra yg 'resmi', 
tidak ada satupun yg mengenai tantric sex. Agak bingung saja, alinea 
di atas dgn yg ini agak kontradiktif yah? Saya tahu ini dari buku yg 
dijual oleh seorang warga negara AS yg sudah lama tinggal di Tibet & 
datang ke Indonesia utk khusus menjual buku2 Dharma. Dari dia saya 
tahu bahwa "monk" [ini ucapannya lho] sangat fleksibel di aliran yg 
dia anut [aliran mayoritas di Tibet]. Dari dia pula saya dapat 
gambar dari buku meditasi aliran mereka: Adhibuddha dengan postur 
duduk bermeditasi & didepannya duduk berpangku dengan posisi 
hadap2an seorang wanita; [maaf] bersenggama. Karena gambarnya versi 
lukisan & pertama aku kirain ilustrasi apa [teringat, dewa berwajah 
4, dewi seribu tangan, dll], aku tanya saja wanita itu. So, dia 
jelasin memang itulah salah satu cara latihan meditasinya, 
bersenggama.
> 
>   Btw, anda tau bedanya antara Tantra dan Tibetan Buddhisme? Tidak.
> 
>   Asal tau aja, saat ini banyak aliran sesat yg memakai simbol2 
Tantra dan atau tibetan buddhisme. Yah berarti Sdr. Surya harus 
memberikan masukan kepada Tantra atau Tibetan Buddhism yg benar utk 
segera ambil tindakan. Sehingga kesalahpahaman yg terjadi kepara org 
seperti saya tidak terjadi lagi. Sama halnya ketika kerusuhan Mei, 
beberapa tahun lalu. Harusnya yg paling berang akan kejadian itu 
siapa? Umat Islam dong, lha nama mereka digunakan utk tulisan di 
ruko2, nama Tuhan mereka diteriak2in saat melakukan kejahana. 
Reporter dr LN khan tidak mengerti, mereka hanya menulis sesuai dgn 
yg mereka saksikan apa adanya. Mengapa pemuka Agama Islam marah2 
dengan pemberitaan itu? Harusnya mereka yg meluruskan & bila perlu 
membersihkan reputasi mereka dr "oknum2" tsb. Sama halnya dengan 
topik kita, jangan kelirukan kami yg baca... SUMBER PEMBERITAAN & 
PROPAGANDANYA...
> 
>   Contoh lain ketika ada umat non-Buddhis & simpatisan yg 
mengkritik ceramah di Radio Cakrawala=> "Koq ada yg mengkhotbahkan 
vegetarian, kemudian ada juga yg mengkhotbahkan boleh makan 
daging??? Sesungguhnya mana yg benar?" Kemudian, suatu ketika mereka 
berkomentar "Agama Buddha membingungkan; kadang mengajarkan 
vegetarian, kadang katanya boleh makan daging..." Nah, kita yg 
ngakunya Buddhis lantas berkomentar, "Lha umat itu khan tidak 
mengerti, salah paham, bla3..." Kalo menurut saya, yg patut 
dikoreksi adalah sumber infonya! Lha kalo sudah gado2, pantas lah yg 
dengar juga bingung. Kalo mo ngajarkan vegetarian, yah udah, itu 
terus yg dipropagandakan.
> 
>   Kita juga sering kritik Islam & Kristen, mengaku memiliki Tuhan 
yg sama; namun ajarannya berbeda2. Satunya boleh makan babi, satunya 
lagi tidak boleh ~ Yg satu boleh poligami, yg satunya lagi tidak 
boleh poligami ~ Satunya tidak boleh minum bir, satunya lagi boleh 
minum bir. Membingungkan khan? Tuhannya sama atau beda? Ini yg kita 
gunakan utk berargumen dgn pihak lain; di kita sendiri juga ada. 
Salahkan pihak luar yg belum mengerti? ATAU MEMANG KITA SENDIRI YG 
MEMBINGUNGKAN MEREKA???
> 
>   cheers
> 
>   surya
> 
>   ==================================================
> 
> 
> 
> 
> 




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke