--- In [email protected], "Michael suswanto" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Di klenteng Tay Kak Sie, yang lengkap dengan adanya ciam sie, dll,
disitu 
> ada Buddha Rupang Sakyamuni di tengah, gedhe.
> 
> Tanya bhante saja dimana di Tipitaka disebutkan Sang Buddha
mengatakan bahwa 
> 5 perbuatan kebajikan salah satunya adalah bisa menghormat pada dewa.
> 
> Salam.
> M
> 

sepengetahuan saya, Petapa Gotama selalu menekankan penghormatan yang
patut dilakukan adalah kepada orang-orang yang berhasil melakukan
pengendalian diri, orang-orang suci dan/atau bijaksana, bikkhu2. Ada
satu bagian yang cukup unik:

Dimanapun seorang bijaksana membangun rumahnya,
disitu ia sepantasnya memberi makan ke orang bijak,
yang terkendali dalam menjalani kehidupan suci.
juga kepada para dewata di sana,
dia harus memberikan persembahan.
bila dia hormat, mereka akan menghormatinya.
bla bla bla bla..........

Ini penafsiran saya. Sepertinya Petapa Gotama mengajarkan persembahan
kepada dewa2. Tapi setelah membaca lagi, ada satu kalimat yang unik.
"juga kepada para dewata di sana". Kenapa ada kata "di sana"? Jadi
menurut penafsiran saya, mungkin itu simbolik. Ketika kita menetap di
suatu tempat, sudah sepatutnya kita menghormati "orang-orang atau
pihak-pihak yang patut dihormati" di tempat yang kita tinggali.
"Orang-orang atau pihak-pihak" itu bisa para tetua adat, pemerintah
dll. Kalaupun diartikan secara harafiah, ucapan itu kan diucapkan pada
Jaman Petapa Gotama. Kita tahu dari literatur2 buddhis, pada Jaman
Petapa Gotama terjadi banyak hal-hal aneh menurut orang-orang
sekarang. Mungkin saja pada jaman itu dewa-dewa mudah "dilihat atau
ditemui". Jika demikian, bukankah dewa-dewa pada jaman itu peranannya
mirip tetua adat / orang-orang senior pada jaman sekarang?????

ini pendapat saya pribadi. 






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke