Senin, 18 Juli 2005

Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Berlanjut
Terjadi Penyimpangan Musim Jadi Kemarau Basah

Jakarta, Kompas - Hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) pekan lalu, diperkirakan masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Yang perlu waspada terutama Jawa bagian barat, hampir seluruh Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), angin kencang bersama hujan masih akan terjadi hingga bulan Agustus mendatang.

¡±Masuk bulan Agustus nanti sudah menuju musim kering,¡± kata Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Agroklimat BMG Sutamto di Jakarta, Minggu (17/7).

Hujan dan angin kencang tersebut berkaitan dengan suhu permukaan laut di perairan barat Sumatera yang lebih hangat dibanding Samudra Hindia di dekat Afrika. Akibatnya, angin dari berbagai arah bergerak menuju kawasan barat Sumatera.

Kini, suhu rendah permukaan laut berada di perairan selatan Nusa Tenggara dan bergerak ke arah barat. ¡±Di bagian barat Indonesia masih banyak awan pembentuk hujan,¡± kata dia.

Meskipun awan hujan terbentang luas, hujan diperkirakan akan turun di kawasan sempit disertai angin kencang seperti yang terjadi di Jakarta akhir pekan lalu.

Badai tropis

Berdasarkan analisa citra satelit Geostationer Meteorological Satellite (GMS) oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), angin kencang dan hujan yang mengguyur kawasan khatulistiwa dipengaruhi dinamika angin dan badai tropis di sekitar perairan Filipina.

¡±Kini badai tropis bergerak ke barat laut menuju daratan China dan kondisinya terus melemah,¡± kata peneliti di Pusat Pengembangan Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Lapan Erna Sri Adiningsih.

Akibatnya, beberapa wilayah seperti sebagian Jawa bagian barat, hampir seluruh Sumatera, Sulawesi Utara, dan Kalimantan masih berpotensi diguyur hujan dan angin kencang.

Menurut Erna, puncak badai tropis di sekitar Filipina telah lewat sepanjang pekan lalu dengan kecepatan angin ratusan kilometer per jam. ¡±Dampak angin di wilayah Indonesia masih jauh di bawah itu,¡± kata dia.

Berdasarkan data Litbang BMG beberapa waktu lalu, penyimpangan cuaca yang menimbulkan guyuran hujan di masa musim kemarau seperti sekarang, disebabkan dipole mode negatif di Samudra Hindia.

Menurut perkiraan, meskipun di bagian lain hujan tak lagi turun, intensitas hujan di Sumatera bagian utara tetap tinggi karena kawasan itu memiliki dua kali puncak musim hujan. Masing-masing bulan Maret-April dan September-Oktober.

Meskipun BMG menyatakan tingginya intensitas hujan saat ini dipengaruhi gejala alam dipole mode negatif di Samudra Hindia, berdasarkan citra satelit yang dipantau Lapan bulan Juni 2005 lalu, tidak terdapat perbedaan suhu permukaan laut di Indonesia dan perairan dekat Afrika.

Perbedaan suhu permukaan laut di dua tempat itu baru terpantau per 10 Juli 2005 lalu. Itu pun tidak signifikan. Perbedaan suhu permukaan signifikan terjadi pada periode sama tahun 2004 lalu, hingga dua derajat.

Volume hujan

Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik Drs Achmad Zakir AhMG menyatakan, curah hujan yang terpantau Jumat (15/7) tergolong besar. Misalnya di Kemayoran 61,4 mm, Cileduk 104 mm, dan Halim 157 mm.

Hari Sabtu, terjadi hujan lagi yang merata meski curah hujan lebih kecil. Namun, masih disertai angin kencang dan petir.

Menurut Erna, jumlah total volume air yang turun sebagai hujan akan selalu sama dari masa ke masa. Bedanya pada distribusi antarlokasi dan waktu.

Bila curah hujan tinggi terus terjadi pada musim kemarau seperti sekarang, ditambah dipole mode positif di Samudra Hindia dan El Nino di Samudra Pasifik, maka volume hujan pada musim hujan mendatang akan lebih rendah dan datangnya lebih lambat.

Menurut Sutamto, kondisi cuaca seperti sekarang tidak otomatis memperlambat datangnya musim penghujan. Berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer terakhir, awal musim hujan tetap berlangsung September. (GSA)


Start your day with Yahoo! - make it your home page

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality Dan


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke