Di Gramedia TA ada, 
Harganya 180.000 soft cover,
Yang hard cover (tinggal 1 buku waktu hari sabtu kemaren) harganya 220.000;
Harganya memang mahal tapi saya rasa itu cukup wajar karena kertas yang
digunakan adalah kertas yang cukup tebal dan licin, dan lebih dari setengah
buku isinya adalah foto semua.
So yang tertarik buruan deh.. terutama yg hard covernya terbatas sekali :)

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of henry gunawan
Sent: Tuesday, July 19, 2005 1:57 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Ke Tibet , mereka pergi

Dear all..

Di toko buku2 ada kok..
Di gramedia taman anggrek pasti ada..
Bukunya lumayan mahal..
Rp. 170.000,- kalo gak salah..
Pake hard cover..

Isinya foto2..
Bagus2 banget..

btw ada buku best seller juga
judulnya Heroic Leadership..
Cerita perjalanan kepemimpinan Serikat Yesus (Jesuit)
Sebuah orgs yang melahirkan banyak pastur2 terkenal..
Di Indo seperti Romo Magnis SJ, Romo Sandiawan SJ,
almh romo Mangun SJ.. dll
Bukan promosi komunitas lain..
Tapi tidak ada salahnya kita belajar dari mereka yang
lebih mapan..

Thanks,
henry

--- Indra Hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Buku Tibet di Otak bisa beli dimana ? Thanks atas
> infonya.
>  
> 
> 
> - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> SUARA PEMBARUAN DAILY
>
----------------------------------------------------------------------
> ----------
> 
> Ke Tibet, Mereka Pergi
> 
> TIBET? Berapa banyak orang Indonesia yang tahu
> negara itu ? Aha, 
> dalam versi Republik Rakyat Cina (RRC), Tibet bukan
> sebuah negara. 
> Tibet hanya bagian dari RRC.
> 
> Tapi bagi sebagian besar rakyat Tibet, apalagi yang
> masih mengakui 
> Dalai Lama sebagai pimpinan negara dan spiritualnya,
> Tibet milik 
> Tibet. Tindakan RRC mengklaim dan memang mengirimkan
> pasukannya ke 
> Kota Lhasa puluhan tahun lalu, adalah pencaplokan. 
> 
> Tibet. Negeri di atas awan. Negeri impian para
> petualang fisik maupun 
> spiritual. Bagian pegunungan Himalaya yang masuk
> wilayah Tibet seakan 
> magnet kuat bagi banyak kalangan di dunia. 
> 
> Tidak perlu heran, jika banyak di antara pelancong
> ke Tibet, harus 
> bersusah payah menyesuaikan cuaca yang berbeda
> dengan cuaca di negeri 
> asalnya. Tidak sedikit yang harus pulang ke
> negerinya sebelum bisa 
> menikmati keindahan Tibet hanya karena tipisnya
> oksigen di negeri itu.
> 
> Tapi semua kesulitan itu, tapi semua cerita tentang
> keindahan dan 
> dunia spiritual Tibet itulah yang membetot enam
> pencatat dan peziarah 
> asal Indonesia mau bersusah payah bergerak menuju
> Tibet. 
> 
> Mereka, Yori Antar, Raudia Kepper, Enrico Soekarno,
> Jay Subyakto, 
> Krish Suharnoko dan Ella Ubaidi. Mungkin hanya ada
> satu kesamaan di 
> antara mereka. Selebihnya, mereka mempunyai profesi
> masing-masing. 
> Mereka memang ingin mengetahui, duhai gerangan,
> seperti apakah Tibet 
> itu. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri itu.
> 
> Yori dan Krish adalah arsitektur. Jay, siapa pula
> yang tidak tahu 
> pria berambut panjang ini. Ia sutradara video musik.
> Enrico, seorang 
> seniman yang sering mengadakan pameran foto, gambar,
> lukisan di 
> berbagai negara. Hasil penjelajahan ke enam
> penziarah itu - meminjam 
> istilah Enrico - dituangkan dalam sebuah buku
> memikat bertajuk, Tibet 
> di Otak. Buku penuh foto, dokumentasi perjalanan
> yang penting 
> diketahui siapa pun yang ingin mengetahui Tibet.
> 
> Keenam pencatat itu harus berpacu dengan waktu,
> berjuang melawan 
> dingin dan rasa sedih di hati menyaksikan Tibet yang
> merana akibat 
> nafsu kekuasaan negara tetangganya. Mereka berencana
> akan 
> menyumbangkan semua keuntungan penjualan bukunya
> untuk rakyat Tibet.
> 
> Jangan kaget jika membaca kata pengantar karya Dalai
> Lama dalam buku 
> itu. Tokoh perjuangan Tibet yang sekarang harus
> meninggalkan 
> negerinya itu, menulis tentang hubungan erat antara
> Tibet, Buddha, 
> dan Indonesia di masa lampau. 
> 
> Menurutnya, ribuan tahun lalu, tentu saja sebelum
> Indonesia berdiri, 
> tokoh spiritual Buddha yang besar jasanya bagi
> pengembangan agama 
> Buddha di Tibet, Atisha Dipankara, menuntut ilmu ke
> wilayah yang 
> sekarang menjadi bagian Indonesia. Ia tinggal dan
> belajar agama 
> Buddha di Sumatera pada seorang guru spiritual
> bernama Dharmakirti. 
> Dharmakirti, menurut Dalai Lama ialah, Lama
> Serlingpa yang sangat 
> dihormati warga Tibet.
> 
> Dalam catatan keenam pencatat itu, Tibet dilanda
> culture genocida, 
> istilah yang mulai dipopulerkan para aktivis HAM
> saat ini yang 
> mengandung arti, penghancuran budaya. Jejak-jejak
> penghancuran 
> kekayaan budaya Tibet itulah yang mendominasi foto,
> lukisan dan 
> catatan keenam penziarah itu. 
> 
> "Duh, Istana Potala di Lhasa yang terkenal itu
> nyaris tidak kami 
> temukan. Sekarang banyak toko-toko suvenir di
> kawasan itu. 
> Mengenaskan. Tibet telah dihancurkan tapi kami yakin
> Tibet akan 
> menemukan jalan lain yang menyenangkan," kata Yori
> di tengah-tengah 
> peluncuran buku Tibet di Otak. (A-14)
> 
> 
> 
>
----------------------------------------------------------------------
> ----------
> Last modified: 21/4/05 
> 
> 
> 
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi
> SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya
> **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
> menakjubkan; tuk menanami taman hati kami
> benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
> melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
> melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta
> kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian
> terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
> membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk
> menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "Dharmajala" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email
> to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links



 






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke