|
Pikiran itu seperti Cermin Punya daya pantul. Maka manusia
bijaksana tahu bahwa pantulan adalah pantulan, bukan sebagai yang
sebenarnya. CERMIN REALITAS
Dalam Buddhadhamma kita diajar bagaimana menggunakan segala hal
dengan benar dan bijaksana. Segala sesuatu memiliki tempat dan fungsinya
masing-masing, dan karenanya di dunia ini tidak ada hal-hal yang tidak berguna.
Orang harus dapat memahami tentang segala sesuatu sebagaimana adanya karena
tidak ada yang perlu dikurangi atau ditambahkan. Bila orang mencari-cari kesempatan, akan tetapi pada kenyataannya
yang ada hanyalah ketidaksempurnaan atau tidak sesuai dengan apa yang didambakan
dan diangankan, maka orang itu akan berbuat kekeliruan. Begitu pula, jika orang
mencari kesempurnaan di dalam guru Buddhis atau di dalam tradisi Buddhism, maka
dia akan mengalami kekecewaan. Jika orang mencari kesempurnaan pada orang tertentu, atau dalam
diri atau pikirannya sendiri, itu adalah sesuatu hal yang mustahil. Hendaknya
dicamkan bahwa orang tidak dapat memaksakan pikirannya untuk memikirkan hanya
hal-hal yang sempurna, hal-hal yang baik atau selalu memaksa bersikap belas
kasih dan baik hati, tanpa sekalipun memberi kesempatan bagi munculnya dorongan
rasa tidak senang atau kemarahan.
Segala sesuatu ada tempat dan fungsinya, tak perlu memaksakan atau mengeraskan
dalam pikiran. Pikiran itu seperti cermin punya daya pantul. Maka manusia
bijaksana tahu bahwa pantulan adalah pantulan, bukan sebagai yang sebenarnya.
Pantulan sama sekali tidak merusak cerminnya. Cermin dapat memantulkan keadaan
paling kotor sekalipun tanpa terkena kotoran itu. Dan pantulan itu pun akan
berubah dan tidak tetap. Begitu
pula dengan kekotoran. Kekotoran juga memainkan peranan penting. Kebencian dan
hal-hal buruk di dalam pikiran orang adalah seperti tinja. Tinja itu berbau.
Baunya tidak sedap dan tidak seorang pun senang berdekatan dengan tinja.
Namun
tinja memberi kesuburan pada akar tanaman sehingga tanaman mengeluarkan bunga
indah. Jika orang dapat melihat tinja dan memandang seperti apa adanya,
dan bukannya berkata, 'Eh, buang tinja itu! Saya tidak mau berurusan dengan
tinja,' maka orang itu dapat menghargai nilainya. Dengan begitu, tinja memiliki
tempat dan fungsi sendiri dan bahkan manfaatnya di dalam keseimbangan kehidupan
ini. Itulah penglihatan sebagaimana adanya, itulah
dhamma. Bahkan kebencian itu pun adalah Dhamma (kebenaran), yang
mengajarkan kita bahwa kebencian itu tidak kekal dan tidak nyata. Kebencian
dapat hadir dan hilang, biarkan ia sebagaimana adanya, perhatikan saja, timbul
dan lenyapnya. Segalanya membawa kita pada kebenaran mutlak, dengan melihat
bahwa apapun yang timbul akan lenyap. Jadi walaupun pikiran yang paling kotor tertanam dalam batin
seseorang, tetap saja kondisinya akan dapat dan dapat berubah. Jika orang tidak
menolak dan cukup membiarkan saja, maka akan mengerti keadaan itu sebagaimana
adanya, seperti kekotoran itu yang muncul dari kekosongan dan kembali kepada
kekosongan. Itulah yang tepat. Tidak ada yang tidak benar dan oleh karena itu
tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan. Tidak ada yang tidak berguna dan
bermanfaat, karena itu pandanglah segala sesuatu sebagaimana adanya. Tidak ada
yang sia-sia, karena masing-masing memiliki eksistensinya tersendiri sebagai
cermin realitas yang memantulkan
kebenaran. ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
