Rabu, 31 Agustus 2005

Libatkan Perempuan dalam Mengelola Sumber Daya Alam

Jakarta, Kompas - Pembangunan dan globalisasi meningkatkan ancaman lingkungan terhadap kesehatan manusia, terutama pada perempuan dan anak-anak. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus melibatkan kaum perempuan.

Prof Dr Budi Utomo dari Population Council Indonesia, dalam makalahnya pada seminar bertema ”Perempuan, Pembangunan, Kesehatan dan Lingkungan” di Jakarta, Senin (29/8), menuturkan bahwa pertumbuhan penduduk yang pesat tanpa disertai pembangunan berkelanjutan akan merusak lingkungan.

Rusaknya lingkungan yang kemudian berdampak buruk pada kualitas kesehatan, paling dirasakan kaum miskin, terutama perempuan dan anak-anak.

Setiap tahun polusi mempengaruhi 5,2 juta orang di Indonesia, mayoritas perempuan dan anak-anak, antara lain terkena penyakit pernapasan, disentri, kolera, dan demam berdarah. Kondisi kesehatan reproduksi perempuan juga memprihatinkan, yang ditandai tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Yati Muchtar dari Kapal Perempuan menambahkan, di era globalisasi Pemerintah Indonesia cenderung melaksanakan privatisasi sektor publik, antara lain komersialisasi sektor publik dengan menyerahkan pengelolaan pendidikan kepada swasta berorientasi mendapatkan keuntungan. ”Pembiayaan sektor publik dibebankan pada masyarakat melalui model pembiayaan bersama,” tuturnya.

Kebijakan tentang pendidikan, kesehatan, dan air menunjukkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab kepada masyarakat untuk turut membiayainya. Bahkan sejumlah daerah menjadikan pemasukan dari sektor kesehatan sebagai sumber pendapatan asli daerah. ”Privatisasi sektor publik berdampak pada proses pemiskinan dan pembodohan, khususnya perempuan,” kata Yati.

Agar perusakan lingkungan tidak makin parah, mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup Emil Salim menegaskan, pembangunan berkelanjutan harus dilaksanakan sebagai komitmen bersama.

”Ini agar semua warga negara dapat berpendidikan minimal sekolah dasar, menghapus disparitas jender di pendidikan, menurunkan tingkat kematian anak balita dan kematian ibu yang melahirkan,” katanya. (EVY)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Religions spirituality Different religions beliefs


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke