Namo Buddhaya,
Menyambungkan pembicaraan pak Jimmy, pak Hudoyo dan kesulitan Safira dalam penggalangan dana untuk sekolah Narada serta pembicaraan2 mengenai pendidikan dan sekolah Buddhis yang masih prihatin.
Dari sini ada satu pertanyaan yang menarik "Mengapa orang lebih suka membangun vihara daripada sekolah ?" karena orang pada umumnya lebih suka berdana untuk membangun vihara daripada sekolah. Mengapa hal ini terjadi, karena Vihara benar2 secara kasat mata dapat dilihat penggunaannya adalah untuk kepentingan orang banyak utk melakukan kebaikan seperti kebaktian, upacara2, latihan meditasi, untuk tempat tinggal Bhante dsbnya. Sedangkan secara kasat mata sekolah itu adalah tempat di mana orang membayar dulu untuk belajar (ada unsur bisnisnya).
Sehingga dari hal tersebut di atas, jika kita ingin meminta dana untuk pembangunan sekolah sebaiknya selalu dijelaskan dengan detail mengenai sisi sosial, sisi bisnis dan menajemen pengelolaan keuangan sekolah yang akan didirikan serta cara penerimaan siswa-siswi yang akan belajar di sekolah tersebut. Hal-hal seperti misalnya, siapa yayasannya, bagaimana pembayaran uang sekolahnya, pembayaran guru2nya, pembayaran overhead lainnya, bagaimana pengelolaan keuangannya, bagaimana intraksi sosialnya dengan segala aset yang telah dan akan dimiliki sekolah. Nah, hal2 detail seperti ini (mungkin masih banyak lagi) harus ikut dijelaskan, karena orang yang melakukan dana kan memikirkan kebaikan apa yang dapat dihasilkan.
Selama ini sekolah identik dengan uang sekolah yang mahal, sehingga orang akan ragu2 sejenak ketika dimintai dana untuk membangun sekolah. Jadi sekarang tugas kita adalah membuat mereka mengerti terlebih dahulu sekolah seperti apa yang akan kita dirikan dengan dana mereka.
Semoga sharing ini bisa bermamfaat untuk kita semua. Semoga kita semuanya berbahagia, damai dan sejahtera.
Selalu semangat dan sabar dalam Dhamma.
Mettacittena,
Start your day with Yahoo! - make it your home page
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
| Religion and spirituality | Religions spirituality | Different religions beliefs |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
