Dear Bro Wijaya,
 
 
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha.
 
Ehmmm...pemaparan yang menarik.
 
Saya sependapat bahwa dalam membangun sekolah (dan bahkan pendidikan) Buddhis, kita perlu memadukan kajian mutakhir tentang pikiran manusia, cara belajar dan mengajar, berbagai disiplin ilmu kontemporer yang relevan dan Buddha Dharma. Tanpa itu, yang kita miliki hanyalah sekolah dan pendidikan berlabel Buddhis. Kepompong kosong tanpa isi. Dan untuk mengembangkan sekolah dan pendidikan seperti ini dibutuhkan persiapan yang sangat lama karena kita bukan saja kekurangan manusia2 yang qualified untuk meramu dan merancangnya, tapi terlebih dahulu kekurangan manusia2 yang mampu memutuskan untuk membangun sekolah dan pendidikan Buddhis yang demikian. Inilah yg sedang dipersiapkan melalui Program Dharmajala.
 
Apa saja yang perlu kita lakukan agar kita tidak kekurangan saddha, punya kerendahan hati, punya kemampuan dan komitmen untuk membangun organisasi Buddhis yang handal, kompak, dsbnya?
 

Anumodana
 
JL
 
 
 
--- In [email protected], "Wijaya" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
 
Dear Bro Jimmy,

Saya memang berniat menuliskan isi seminar tersebut. Ini beberapa point saja
dulu.

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Religions spirituality Different religions beliefs


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke