--- In [email protected], Erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> namo buddhaya,
>  
> saya cuma mau memberikan penjelasan yang lebih mendetail tentang 
daging sapi itu.
> menurut saudari susy, ada 10 jenis daging yang tidak boleh dimakan 
dalam agama budha, setahu saya malah dalam agama budha tidak boleh 
menyakiti makhluk hidup, jangan kan memakan binatang, memukul atau 
melukai makhluk hidup sudah merupakan dosa. saya rasa ga ada hubungan 
antara dewi kuan yin yang pernah terlahir sebagai sapi, karena dewi 
kuan yin bisa dan akan terlahir sebagai apa saja selama di perlukan!
> 

Mengenai masalah 10 jenis daging itu.... 
( daging manusia, gajah, macan kuning, macan belang, macan tutul, 
beruang, singa, ular, anjing dan kuda. )
ini saya kutip tanpa ijin.... dari samaggi-phala.or.id
Memang benar, para bhikkhu diperkenankan mengkonsumsi daging hewan 
yang diperoleh di pasar daging, KECUALI apabila bhikkhu tersebut:

1. MELIHAT
2. MENDENGAR
3. RAGU-RAGU
binatang itu dibunuh untuk dia.

Karena dengan mengkonsumsi daging hewan yang memenuhi salah satu dari 
ketiga syarat itu, bhikkhu tersebut termasuk telah terlibat pada 
pembunuhan mahluk itu. Keterlibatan ini dapat digolongkan sebagai 
karma buruk bhikkhu tersebut.

Selain ketiga syarat yang telah diuraikan di atas, para bhikkhu juga 
tidak diperkenankan mengkonsumsi ke sepuluh daging yang disebutkan 
dalam pertanyaan di atas. Larangan ini timbul karena adanya sebab yang 
berbeda.

1. Daging manusia tidak dapat dikonsumsi bhikkhu karena seorang 
bhikkhu bukanlah kanibal yang memakan daging sesama manusia.
2. Daging gajah dan kuda tidak boleh dimakan bhikkhu karena kedua 
binatang ini pada jaman Sang Buddha adalah merupakan kendaraan para 
raja. Dengan demikian, para bhikkhu dapat terhindar dari urusan yang 
berhubungan dengan para raja maupun pemerintah.
3. Sedangkan ketujuh jenis daging lainnya tidak boleh dikonsumsi para 
bhikkhu karena kebiasaan makan daging-daging tersebut akan 
mempengaruhi bau keringat dan tubuh bhikkhu yang bersangkutan. Dengan 
demikian, apabila bhikkhu tersebut melintas atau tinggal di dalam 
hutan, ia akan mudah menjadi mangsa dari binatang tersebut.
Hal ini dapat terlihat pada orang yang suka makan daging anjing. 
Biasanya ia juga akan lebih banyak mendapatkan gonggongan serta 
ancaman gigitan anjing yang ada di dekatnya.

Seorang spiritualis pernah bilang, pembunuhan hewan untuk konsumsi 
manusia di daerah tandus, seperti gurun atau daerah kutub, dibenarkan 
karena kalau Anda tidak makan hewan, Anda mau makan apa? Es? Pasir?
Tapi di daerah subur apalagi di Indonesia, sebaiknya konsumsi hewan 
dihindarkan. 

Tapi di kota-kota, celakanya, sejauh mata memandang, hampir semua 
restoran menyajikan daging. Kalau ada restoran vegetarian, itu pun 
mahal. Malah ada yang membuat makanan vegetarian menjadi mirip makanan 
hewani sehingga "kealamian"-nya hilang. Susah ditemui restoran atau 
tempat makan yang menyajikan makanan vegetarian yang alami ( tidak 
dibuat-buat membentuk seperti makanan hewani ) dan tidak mahal dan 
lengkap.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke