http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=5604

Terjajah ExxonMobil di Cepu 


Oleh:
Kwik Kian Gie 
Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian 
subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus 
keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti
itu.

Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi
miskin 
kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang
oleh 
penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para 
pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung 
keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang
ngapurancang 
ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan
minyak 
sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah
60 
tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri 
sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi
dan 
eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.

Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para

pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? 
Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak
asing 
yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan
mengeksploitasi
 minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan
Chairul 
Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. 

Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa
begitu?
 Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur
16 
tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau
kita 
sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri." 

Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati
mengeksplorasi
 dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa 
Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8
persen?
 

Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah
memperpanjang 
kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu 
selama 20 tahun sampai 2030. Begini ceritanya. Exxon 
membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil
minyak 
dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu
melakukan 
eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan
dalam 
sumur yang sama sebanyak 600 juta barel. 

Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang 
kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan 
Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari
lima 
anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan 
yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat 
prinsipil. 

Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan
juga 
sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang
disodorkan 
Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. 

Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya,
harus 
dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti
bahwa 
Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya
sangat 
mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa
yang
 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan
seyogianya 
mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi
minyaknya. 
Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang 
dianggap mempunyai kemungkinan berhasil.

Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina
berubah 
menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil
keputusan
 yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden.
Maka, 
bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Beliau 
tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang
kabut. 
Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang 
langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan
"
pokoknya tidak". 

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu
orang 
anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang 
kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil
mengatakan 
karena para koleganya masih terjangkit mental
inlander.

Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan
mengemukakan 
semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab

bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi
latar 
belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar
dari 
perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau
mulai 
2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan
seluruhnya 
dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke

tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri.

Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya
belajar 
menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG
bertanya
 kepadanya, "Bukankah kami berhak mulai merintis
supaya 
menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan
minyak 
yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?" 

Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana

orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu
tidak 
rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah

panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan 
menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan
hanya 
IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau
dengan 
IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus
dieksploitasi 
oleh Indonesia sendiri. 

Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal
beliau 
mengatakan, "Man does not live by bread alone." Dalam
hal 
blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not
live by 
bread alone, dan diukur dengan bread juga
menguntungkan 
Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon

menjadi labanya Pertamina.

Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif
jangka 
panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa 
sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina
sendiri. 
Mengapa?

Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama
Pertamina 
Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa
Pertamina
 adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak 
adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk

Indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya 
konsumsi. 

Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional
sudah 
lebih 
besar daripada produksi nasional, di masa mendatang 
kesenjangan 
ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi 
Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa? 

Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan
apakah 
akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing 
dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang
Baihaki 
Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak
sekarang 
mulai go international dan menggunakan cadangan minyak
yang
 ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang
visiuner 
itu. 

Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil 
mengatakan, "Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya.
Syarat
 mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina

menjadi world class company, Anda harus juga
memberikan 
world class salary kepada anak buah Anda." 

Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman
Wahid. 
Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala
Bappenas 
dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya
masih
 dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan

kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga
masih 
Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah

sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan 
anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara 
berpikirnya sudah kembali menjadi inlander. 

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan
telah 
berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex 
Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi
persero.
 Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir
yang 
baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang
diperlukan 
buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang

bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. 
Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah
Mercedez 
Benz. Memang sudah edan semua.

Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika 
Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes
AS 
ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan

kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena 
protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut

mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI
meeting
 yang sikap, isinya pidato, dan nadanya bukan seorang 
inlander, janjinya dibatalkan. 

Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia
membuka
 pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang
Exxon.
 Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota
DKPP 
mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan
kepada
 executive vice president-nya Exxon, dan dipersilakan 
berbicara saja dengan beliau. 

Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi
dia 
hanya melakukan tugasnya. "I am just doing my job".
Kepala 
Bappenas mengatakan lagi, "Teruskan saja kepada
pemerintah 
Anda di Washington semua argumen penolakan saya yang
diukur
 dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat
orang-
orang Amerika pasti dapat diterima." 

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya

pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu,
dan 
Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang
konon 
cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar
barrel, 
oleh para inlander diserahkan kepada Exxon
penggarapannya.

Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan,
"Bung 
Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati.
Janganlah 
gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. 
Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah
bermeditasi di 
salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin
saya. 
Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan
revolusi 
lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para
cecunguk 
ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau 
mengkhianati rakyatnya sendiri." 

*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas. 


J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone : +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need---Bodhicharyavatara, Shantideva
----------------------------------------------------------


                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke