Rabu, 05 Oktober 2005

Harga Barang Kebutuhan Pokok Naik

Makassar, Kompas - Harga barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Makassar, Bandung, Lampung, Purwakarta, Surakarta, dan Palembang mulai meningkat. Hal ini dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak dan meningkatnya permintaan masyarakat atas barang-barang kebutuhan pokok itu berkaitan dengan memasuki bulan suci Ramadhan.

Pemantauan di sejumlah pasar tradisional, Selasa (4/10), menunjukkan kenaikan harga itu terutama terjadi pada beras, gula pasir, minyak goreng curah, terigu, daging sapi, telur, dan bumbu dapur. Meskipun harganya naik, persediaan barang-barang tersebut memadai.

Kenaikan harga yang cukup besar antara lain terjadi pada gula pasir yang naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500 per kilogram (kg), cabai merah dari Rp 14.000 menjadi Rp 24.000 per kg, dan daging sapi lokal dari Rp 33.000 menjadi Rp 45.000 per kg. Harga telur juga naik, dari Rp 14.000 menjadi Rp 16.000 per kg.

Akibat naiknya harga barang- barang tersebut, omzet para pedagang turun karena daya beli masyarakat melemah. ”Satu hari menjelang Ramadhan, yang biasa merupakan masa panen buat pedagang, kini omzet sama seperti biasa,” kata Haris (45), pedagang palawija di Pasar Senen, Jakarta.

Menteri Perdagangan (Menperdag) Mari Elka Pangestu mengatakan, kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar, akibat naiknya harga bahan bakar minyak dan memasuki bulan Ramadhan.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan, menurut dia, adalah stok berbagai kebutuhan pokok di pasar cukup dan distribusi berjalan lancar.

Mengenai perkembangan harga gula yang terus naik, Mari mengatakan, pihaknya akan mengupayakan harga jual gula di pasar eceran tidak melebihi Rp 6.000 per kg. Untuk menekan harga gula maksimal Rp 6.000 per kg, Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan melakukan operasi pasar (OP) dan menurunkan bea masuk gula impor. Pemerintah mematok harga gula Rp 5.500 per kilogram di tingkat konsumen.

Minyak tanah langka

Kendati harganya sudah naik, minyak tanah tetap langka di sejumlah tempat di Kota Makassar, Bandung, dan Palembang. Untuk mendapatkan minyak tanah, di Makassar pembelian dijatah maksimal lima liter dan pembeli harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Di Palembang, Gubernur Sumatera Selatan sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah Rp 2.285 per liter, tetapi pedagang di pangkalan umumnya menjual dengan harga Rp 2.300 per liter. Di tingkat eceran harga minyak tanah menjadi Rp 3.000-Rp 3.500 per liter.

Sementara itu, di Bandar Lampung HET minyak tanah ditetapkan berdasar Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/389/B.4/HK/2005 tanggal 1 Oktober 2005 sebesar Rp 2.235 per liter untuk radius di bawah 40 kilometer dari Depot Pertamina Panjang. Namun, di tingkat pengecer harga minyak tanah paling murah dijual Rp 3.000 per liter, dan jumlah pembelian dibatasi.

Tadinya, saya pikir kalau harganya sudah naik, minyak tanah tidak sulit ditemukan. Ternyata, meski harganya sudah naik, tetap saja minyak tanah masih langka dan pembelian harus menggunakan KTP, kata Ryri, warga Perumnas Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Media Hupmas Pertamina Unit Pemasaran (UPms) VII wilayah Sulawesi Nadjamuddin, yang dihubungi hari Selasa, mengatakan, hingga kini memang belum ada ketentuan berapa harga eceran tertinggi untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya. Oleh karena itu, seharusnya pangkalan hanya boleh menjual dengan harga paling tinggi Rp 2.300 per liter.

Soal kelangkaan minyak, Nadjamuddin menyatakan itu karena masih tingginya disparitas harga antara BBM rumah tangga dan industri. Harga minyak tanah industri yang lebih dari Rp 6.000 per liter dan harga minyak tanah rumah tangga Rp 2.300 per liter sangat membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menjual minyak tanah ke industri.

Naiknya harga minyak tanah juga menyebabkan daya beli masyarakat menjadi makin lemah. Sebuah pangkalan yang biasanya mendapat pasokan 5.000 liter setiap lima hari dan pasti habis, sekarang masih banyak tersisa.

Saya tak tahu apakah daya beli konsumen berkurang atau warga memang sedang berhemat, kata Hojimah Harahap, pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang.

Penumpang sepi

Kenaikan tarif angkutan sebagai dampak naiknya harga BBM telah memukul pengusaha perjalanan Bakauheni-Bandar Lampung. Organda Lampung memutuskan tarif untuk trayek itu naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 30.000 per orang. Akibat kenaikan tarif tersebut, banyak penumpang beralih ke moda angkutan lain, seperti bus atau angkutan kota.

Di Surakarta, Jawa Tengah, sekitar 100 orang, yang terdiri atas ibu-ibu rumah tangga, buruh, dan mahasiswa, kemarin berunjuk rasa di Bundaran Gladag. Mereka menuntut pembatalan kenaikan harga BBM dan penurunan harga kebutuhan pokok. Mereka menuding pemerintah telah berbohong atas pernyataannya bahwa kenaikan harga BBM hanya berkisar 70-80 persen. Kenyataannya, kenaikan harga BBM ada yang mencapai 185,7 persen.

Puluhan ibu rumah tangga itu memprotes kenaikan harga BBM, khususnya minyak tanah yang mencapai 185,7 persen. Hal ini memicu naiknya harga seluruh kebutuhan pokok sehingga menyusahkan mereka dalam berbelanja mengingat pendapatan suami mereka tidak berubah setelah kenaikan harga BBM.


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke