Albert Einstein mengatakan: "Hanya ada dua hal yang tak terbatas, alam semesta dan kebodohan manusia, dan aku tidak yakin pada yang pertama."
Michael Suswanto: Mirip seperti Nagasena (murid Buddha Gotama) mengatakan: "dua hal yang tak terbatas, tak tertandingi adalah: alam semesta dan Nirvana. ----------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Seorang manusia adalah bagian dari keseluruhan yang kita sebut 'Alam Semesta', suatu bagian yang dibatasi ruang dan waktu. Dia mengalami dirinya sendiri, pikiran-pikiran dan perasaan-perasaannya sebagai sesuatu yang terpisah dari yang lain - semacam khayalan optik kesadarannya. Khayalan ini menjadi semacam penjara bagi kita, membatasi keinginan-keinginan personal kita dan kasih sayang pada beberapa orang terdekat kita. Tugas kita adalah membebaskan diri dari penjara ini dengan cara mengembangkan kasih sayang kita untuk seluruh mahluk dan alam dengan keindahannya. Tidak ada yang bisa mencapai hal ini sepenuhnya, tapi berusaha mencapainya dengan sendirinya merupakan bagian dari pembebasan, dan menjadi landasan bagi ketentraman batin." Michael Suswanto: Entah Om Albert Einstein ini mencontek ajaran Buddha Gotama atau bagaimana, tetapi itulah yang Buddha Gotama pernah ajarkan. Pencapaian pembebasan dalam terminologi Buddhis = Nirvana (Nir = Nihil, Vana = Hutan. Maksudnya: nihil dari hutan optik khayalan kesadaran: terbebas dari dirinya sendiri, pikiran-pikiran dan perasaan-perasaannya sebagai sesuatu yang terpisah dari yang lain) --------------------------------- Albert Einstein berkata: "Manusia berusaha menciptakan gambaran dunia yang sederhana dan dapat dipahami yang paling cocok dengannya. Kemudian, karena semesta pengalamannya, dia dalam takaran tertentu berusaha mengganti gambaran jagat tersebut, dan juga berarti berusaha mengatasinya. Inilah yang dikerjakan oleh pelukis, penyair, filsuf spekulatif dan ilmuwan alam dengan caranya sendiri. Masing-masing berusaha menciptakan jagat dan konstruksinya menjadi titik perputaran kehidupan emosionalnya, dengan tujuan mencari kedamaian dan keamanan yang tidak dapat dia temukan di dalam pusaran sempit pengalaman pribadi." Michael Suswanto: Entah Om Albert Einstein ini mencontek ajaran Buddha Gotama atau bagaimana, tapi itulah yang disebut dengan MANADITTHI: pelekatan terhadap suatu pandangan. Yang pada dasarnya adalah ciptaan / bentuk-bentuk pikiran (mano-maya) yang terkondisi oleh pengalamannya sendiri (melalui enam inderanya: di Buddhisme ada 6 indra: yang ke-enam adalah batin itu sendiri, yang mengetahui, yang merasa, yang merekam, dst). --------------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Jangan pernah menganggap belajar sebagai suatu kewajiban, tapi anggaplah sebagai kesempatan nyata untuk mengetahui indahnya pembebasan jiwa demi kebahagiaan pribadi Anda dan demi kemaslahatan masyarakat yang akan menuai buah dari kerja Anda kelak." Michael Suswanto: Entah Om Albert Einstein ini mencontek ajaran Buddha Gotama atau bagaimana, tapi Buddha Gotama memang mengajarkan pembebasan demi kebahagiaan semua mahluk, melalui ajaran hukum karma(perbuatan) yang memiliki phala(buah) sebagai hasil dari perbuatan(karma) itu sendiri. Dan hubungan(status) Buddha Gotama dengan para pengikutnya adalah sebagai: Guru - Siswa. Melalui belajar lah, kesempatan nyata untuk mengalami indahnya pembebasan dapat terjadi. ---------------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Tidak semua yang diperhitungkan bisa dihitung, dan tidak semua yang bisa dihitung diperhitungkan." Michael Suswanto: Entah Om Albert Einstein ini dapat inspirasi dari ajaran Buddha Gotama atau bagaimana, tapi Buddha Gotama memiliki juga ajaran: "Isi itu kosong, kosong itu isi". ---------------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Teladan dari individu-individu agung dan murni merupakan satu-satunya hal yang bisa mengarahkan kita pada pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan mulia." Michael Suswanto: Entah Om Albert Einstein ini mengarah pada intisari ajaran Buddha Gotama atau bagaimana, tapi begitulah di Buddhisme, Sang Buddha dianggap sebagai Yang Agung, dan ajarannya menekankan pada pemurnian pikiran dan perbuatan, thus; mulia. Sang Guru Yang Maha Mulia, sebutan Buddha Gotama bagi para pengikutnya. ---------------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Hendaknya kita tidak menjadikan kecerdasan sebagai dewa. Ia memang memiliki kekuatan, tapi tidak memiliki kepribadian." Michael Suswanto: Seperti yang pernah diajarkan Sang Buddha, kecerdasan bagaikan telunjuk jari yang menunjuk bulan (penunjuk); tetapi bukan bulan itu sendiri. Sang Buddha memuji kecerdasan dan kebijaksanaan dengan memberi nasehat bahwa kecerdasan didapat dari "keinginan untuk mengetahui hakikat dari sesuatu", dan "suka membagi pengetahuan" membawa pada pengetahuan dan kebijaksanaan pula. --------------------------------- Albert Einstein mengatakan: "Pikiran intuitif merupakan sebuah anugerah suci dan pikiran rasional adalah pelayan yang setia. Kita telah menciptakan sebuah masyarakat yang menghormati pelayan dan melupakan anugerahnya." Michael Suswanto: Puji syukur kepada karma, saya memiliki pikiran intuitif dan juga pikiran rasional untuk mendukung corak intuisi saya, cieh -- ehm ehm. Salam, Michael Suswanto _________________________________________________________________ SEEK: Over 80,000 jobs across all industries at Australia's #1 job site. http://ninemsn.seek.com.au?hotmail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
