Rabu, 12 Oktober 2005 13:25 WIB
Tangerang
Konsumsi Minyak Tanah di Tangerang 350% Di Atas Normal
        

JAKARTA--MIOL: Konsumsi minyak tanah bersubsidi di
wilayah Tangerang mencapai 18 liter/jiwa/bulan atau
350 persen di atas normal yang hanya empat
liter/jiwa/bulan.

Kepala Badan Pengatur Usaha Kegiatan Hilir Minyak dan
Gas (BPH Migas) Tubagus Hariyono usai penandatanganan
MoU pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi
antara BPH Migas dan Pemda Tangerang di Jakarta, Rabu
(12/10) mengatakan, pihaknya mensinyalir tingginya
konsumsi tersebut karena diselewengkan ke konsumen
Industri.

"Angka konsumsi minyak tanah 18 liter/jiwa/bulan
sangat tidak masuk akal. Kami menduga minyak tanah
bersubsidi yang diperuntukan bagi rumah tangga miskin
diselewengkan ke industri yang banyak terdapat di
sekitar Tangerang," katanya.

Selain Tangerang, wilayah lain yang konsumsi minyak
tanahnya melebihi kewajaran adalah Sidoarjo yang
mencapai 9 liter/jiwa/bulan. Di wilayah Sidoarjo juga
banyak terdapat industri.

Tubagus mengatakan, melalui kerja sama pengawasan
distribusi dengan Pemda Tangerang diharapkan konsumsi
minyak tanah di wilayah itu bisa ditekan hingga 50
persen dalam jangka waktu tiga bulan ini.

"Sasaran akhir tetap empat liter/jiwa/bulan,"
tambahnya.

Menurut Tubagus, pengendalian distribusi yang
dilakukan BPH Migas dan Pemda Tangerang hanya mencakup
jumlah konsumsi dan tidak pada pengendalian harga di
tingkat konsumen.

"Harga minyak tanah di tingkat konsumen tetap
menggunakan mekanisme pasar. Namun, kami yakin dengan
menggunakan kartu kendali, harga minyak tanah tidak
akan terlalu jauh dari (HET) harga eceran tertinggi
yang ditetapkan," ujarnya.

Wilayah Tangerang menjadi "pilot project" BPH Migas
dalam model pengawasan distribusi minyak tanah dengan
menggunakan instrumen kartu kendali.

Ruang lingkup kerja sama yang berlangsung selama tiga
bulan tersebut meliputi pengawasan kuota, pola
distribusi, mekanisme pengawasan mulai dari depo
hingga ke pangkalan, tukang dorong, warung hingga ke
konsumen akhir.

Tubagus menambahkan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan
"pilot project" di Tangerang maka BPH Migas akan
mengembangkannya ke tempat lain.

"Kami berharap pada tahun 2006, seluruh wilayah
Indonesia sudah menggunakan model pengawasan seperti
Tangerang ini," katanya. (ant/OL-1)


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke