Hi, Ikutan komentar dikit ya.
Dengan sikap bersabar,tidak berdebat,membiarkan mereka memojokkan ajaran dan ritual dalam agama Buddha(upacara di kelenteng maupun tradisi dianggap upacara Buddhis),itu yang selama ini sering saya jalani bila dijadikan "sasaran" untuk pencapaian target mereka. Kadang saya bingung juga,walaupun mereka tau saya beragama Buddha,tetap saja tuh mereka aktif mempropagandakan.Menerima alkitab dan buku/buletin mereka sudah biasa,bahkan dikatakan ia setiap hari berdoa supaya saya mau datang ke gereja. Tugas mereka menyelamatkan domba yang tersesat.dan diakuinya,sering ditanya pendeta,sudah berapa domba yang diselamatkan dalam bulan ini? Tapi mungkin terpengaruh juga oleh timbulnya kasus ini,minggu lalu seseorang lain lagi,menanyakan mengapa tidak mau mencoba ke gereja? Wah terfikir juga untuk mulai memberi sedikit "perlawanan" Setelah debat beberapa topik diantaranya tentang pencipta,dosa,surga dst,saya katakan tolong dihargai pendapat dan pandangan individu lain di dunia ini yang berbeda.Adalah tidak mungkin 1 dunia ini hanya dianut oleh satu agama yang sama. Saya katakan kalau dianggap saya domba yang tersesat,saya pribadi tidak merasa sebagai seekor domba dan saya tidak merasa tersesat. Ciri orang yang tersesat bagaimana,saya tanyakan?Jawabnya bingung,tidak tau kemana arah melangkah.Nah saya bilang saya tidak dalam kondisi bingung. Tetapi salut juga,walaupun begitu,masih berharap dan menyediakan waktu untuk bertemu,untuk melanjutkan diskusinya dengan tahapan yang lebih urut supaya katanya saya bisa menangkap lebih benar. Oh Oh Namo Buddhaya ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
