Makna dan pentingnya Hermeunetika

Namo Buddhaya,

Bersama dengan ini saya hendak menjelaskan makna hermeneutika dengan 
mengambil definisi yang terdapat pada wikipedia.org, suatu website 
ensiklopedia online yang terdapat di internet. Penjelasan ini masih 
dalam bahasa Inggris, dan mohon maaf saya belum ada waktu untuk 
menterjemahkan seluruhnya:

Hermeneutics may be described as the theory of interpretation and 
understanding of a text through empirical means. It should not be 
confused with the concrete practice of interpretation called 
exegesis. Exegesis extracts the meaning of a passage of text and 
enlarges upon it and explicates it with explanatory glosses; 
hermeneutics addresses the ways in which a reader may come to the 
broadest understanding of the creator of text and his relation to his 
audiences, both local and over time, within the constraints of 
culture and history. Thus it is a branch of philosophy concerned with 
human understanding and the interpretation of texts. Recently the 
concept of texts has been extended beyond written documents to 
include, for example, speech, performances, works of art, and even 
events.

Jadi hermeneutika adalah suatu metode penafsiran atau interpretasi 
yang melibatkan berbagai faktor penting dan bukannya hanya sekedar 
mengulas suatu naskah. Hermeneutika melibatkan pula pengetahuan 
mengenai latar belakang sejarah, budaya, antropologi untuk 
menghadirkan kembali nuansa saat suatu naskah ditulis. Berikut ini 
ada sebuah ilustrasi untuk membuktikan pentingnya hermeneutika.

Deutschland, Deutschland Ueber Alles, ueber alles auf der Welt

Kalimat di atas merupakan bait yang terdapat pada stanza pertama lagu 
kebangsaan Jerman, yang sekarang hanya dinyanyikan stanza ketiganya 
saja. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah "Jerman, Jerman di 
atas segalanya, di atas segalanya di muka bumi ini." Bait di atas 
memberikan kesan bahwa Jerman adalah negara dan ras yang terunggul di 
muka bumi ini. Namun, bila kita melihat sejarah penyusunan syair itu, 
maka maksudnya tidaklah demikian. Penulis syair lagu kebangsaan 
Jerman itu adalah seorang guru bernama Heinrich Hoffman dari 
Fallersleben yang hidup pada abad ke-19. Kita harus mengetahui 
seperti apa kondisi negeri Jerman saat itu. Pada zaman itu, belum ada 
negeri Jerman yang bersatu seperti sekarang. Jerman saat itu masih 
berupa kumpulan negara-negara kecil yang tercerai-berai dengan jumlah 
kurang lebih 30 negara (yang terpenting: Prussia, Hamburg, Bayern 
(Bavaria), Hannover, Oesterreich (Austria), Schleswig-Holstein, 
Passau, Oldenburg, dan lain sebagainya). Kalau kita memperhatikan 
peta Jerman pada abad ke-19 awal, maka bentuknya akan seperti 
tambalan-tambalan kain perca. Meskipun mereka sama-sama menggunakan 
bahasa Jerman dan juga menyebut dirinya sebagai bangsa Jerman, namun 
masih sering bertempur satu sama lain. Hoffman merasa sedih dengan 
hal itu dan mendukung penyatuan Jerman menjadi suatu negara yang 
disebut Deutschland. Memang saat itu sedang ada usaha untuk 
menyatukan negara-negara Jerman itu, membentuk Konfederasi yang 
disebut konfederasi Jerman, tetapi niat itu tidak selamanya mulus. 
Hoffman sendiri pernah harus melarikan ke Heligoland, sebuah daerah 
terpencil di utara, di sanalah ia menulis syair itu yang merupakan 
wujud kecintaannya kepada tanah air.
Kalimat "Jerman, Jerman di atas segalnya, di atas segalanya di muka 
bumi ini" tidaklah dimaksudkan oleh Hoffman bahwa Jerman adalah ras 
terunggul dan harus memperbudak bangsa lainnya di muka bumi ini. 
Maksud sebenarnya adalah seruan untuk meninggalkan identitas 
kenegaraannya masing-masing dan bersatu dalam satu nama saja, 
yakni "Jerman." Sayangnya kalimat ini disalah tafsirkan dan disalah-
gunakan oleh Hitler dengan partai NSDAPnya, sebagai alat propaganda 
untuk menunjukkan superioritas bangsa Jerman. Ini salah satu contoh 
hermeneutika terhadap bait tersebut yang mengungkapkan makna aslinya 
saat syair tersebut di tulis.

Demikianlah semoga sedikit perkenalan ini akan bermanfaat.

Salam metta,

Tan









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke