GGN menulis:

1.Jika memang jawaban ini ditujukan pribadi apakah tidak sebaiknya
teman2 budiman sekalian, apakah tidak sebaiknya via Japri saja??
Kalau ini memang aturan main milis ini mohon maaf bagi moderator sekalian atas kebodohan saya.
Setelah berkembang pembicaraan yg jauh atau tidak saya tidak merasakan
adanya pembatasan oleh moderator. Mengapa??

2.Jika untuk kebebasan untuk pencerahan atau apapun itu MOnggo mawon...
Tapi Ego saya keluar, mengatakan yang tertulis seperti ini.
Apakah tidak sebaiknya ada pembatasan.
Akhirnya saya (atau kami jika diperkenankan) yang tidak merasa perlu menanggapi merasa
tersentuh pemikirannya: Apakah netter mengerti Etika bermilis atau saya yg tidak mengerti etika
ber
milis :O mohon penjelasan dari tang budiman sekalian.



Rinto Jiang:

Saya bantu anda untuk menjawab.

1.
Setelah melihat topik diskusi "Matinya Hermeneutika Buddhis" yang anda keluhkan banyak ditujukan kepada pribadi atau bersifat pribadi maka seharusnya via japri, saya tidak setuju dengan keluhan anda ini. Tidak ada unsur pribadi di dalam pembahasan topik diskusi ini, apabila suatu pendapat atas diskusi ditujukan kepada suatu pribadi itu lumrah saja, karena ada orang2 yang membahas diskusi tadi. Apakah kalau saya mau diskusi harus berbicara sendiri seperti layaknya berbicara kepada angin?

Penggolongan japri atau non-japri adalah bukan siapa yang menjadi tujuan pendapat diskusi tadi, melainkan isi daripada diskusi tadi. Kalau tiba2 saya pake topik diskusi ini untuk mempostingkan pendapat "Halo Tan. apakah kamu sudah makan? Makan apa tadi malam? Apakah sering bertemu Daniel? Nanti kalau sempat ke sana aku cari kamu." dan yang sejenis inilah yang baru dapat dianggap tidak layak dilayangkan ke milis.

2.
Pembatasan seperti apa? Saban hari ada puluhan posting yang ditolak dan didelete oleh tim moderator demi menjaga ketertiban milis. Jangan pernah berpikir, ih, koq semua anggota milis Dharmajala itu paten2 semuanya, tidak pernah ngirim spam, iklan atau segala yang tidak ada hubungannya dengan topik milis.

Topik diskusi teman2 yang judulnya
"Matinya Hermeneutika Buddhis" yang anda keluhkan sebagai suatu yang bersifat japri dan mengganggu ketertiban serta etika bermilis saya kira sudah sangat lumayan daripada segala posting2 yang tidak dan kurang berhubungan dengan ke-Buddha-an dan ke-Buddhis-an.

Posting anda ini lolos karena saya merasa perlu menjelaskan permasalahan ini kepada anda. Mohon pencerahannya bila ada yang salah dan tidak berkenan.

Makasih.


Rinto Jiang
Salah satu moderator


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke