Sdr. Tan,
Pembahasan dimulai dari Vinaya Pitaka? Vinaya Pitaka perlu dilihat dari konteks keseluruhan Vinaya Pitaka, bukan hanya yang dari versi Pali. Anda pasti tahu ada lebih dari 4 versi Vinaya Pitaka yang ada...
Pembahasan sila-sila berkaitan dengan kebikuan ("peraturan2 minor") menurut saya cuma buang-buang waktu saya saja... maaf. Karena saya bukan biku dan saya nggak peduli kalo biku makan malam atau tidak, vegetarian atau tidak, pegang uang atau tidak, dll. Bagi mereka yang terkait silahkan membahasnya.
Bagi saya, akan lebih menarik membahas tentang orang awam: ekonomi, politik, sains, etc.
Misalnya: ekonomi buddhis itu bagaimana sih seharusnya? Bagaimana membentuk komunitas buddhis yang kuat, yang saling dukung dari segi ekonomi dll? Bagaimana Buddhisme di Jepang membentuk kekuatan ekonomi Jepang (ada nggak sih kaitannya?).
salam metta,
Harryson
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sdr. Harryson Huang yang budiman,
Maaf kalau saya salah menafsirkan pendapat Anda. Kalau begitu kita
sependapat bahwa memang agama dan iptek itu saling mempengaruhi.
Meskipun perkembangan sains modern terjadi setelah manusia melepaskan
diri dari kungkungan agama, kita melihat bahwa sains semasa abad
pertengahan memperlihatkan pengaruh agama luar biasa (bumi pusat alam
raya dan dianggap datar).
Ya mungkin yang Anda katakan ada benarnya, kita harus menilik sejarah
India sebelum abad ke X (penyerbuan bangsa Arab). Memang bahwa faktor
penyerbuan itu ada benarnya, saya juga sependapat. Semenjak hancurnya
Universitas Nalanda, memang boleh dikatakan bahwa hermeneutika
Buddhis di Nalanda terhenti, tetapi usaha itu diteruskan di Tiongkok,
dengan lahirnya tokoh2 hermeneutika besar seperti Yixing, Xuanzang,
dan lain sebagainya. Nah, hermeneutika semacam inilah yang perlu kita
galakkan lagi pada zaman sekarang.
Baik, marilah kalau begitu kita diskusikan saja masalah metodologi
hermeneutika agar Buddhisme dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat
banyak? Menurut pendapat saya hermeneutika Buddhis dapat diawali dari
menggali Vinaya Pitaka, karena di sana kita justru dapat melihat
tahapan-tahapan sejarah terbentuknya sangha, serta peristiwa-
peristiwa aktual yang terjadi saat itu (yang mendorong dikeluarkannya
aturan-aturan vinaya itu). Ini dapat menjadi kajian menarik, dan
setelah itu kita mencoba melihat relevansinya pada masa sekarang.
Sang Buddha pernah mengatakan bahwa peraturan-peranturan minor boleh
dihapuskan? Tetapi hingga sekarang kita masih belum tahu apakah
definsisi peraturan-peraturan minor itu, yang katanya dikarenakan
Ananda lupa menanyakannya. Yah, ini hanya sekedar "corat-coret" dari
saya. Semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah.
Salam metta,
Tan
--- In [email protected], harryson huang
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sdr. Tan,
>
> Saya tdk memandang agama dan sains sebagai himpunan yang saling
lepas. Bagaimana anda bisa menafsirkan demikian?
>
> Anda sendiri setuju bahwa justru perkembangan sains modern muncul
setelah para ilmuwan melepaskan diri dari kungkungan dogma gereja.
>
> Perkembangan sains berhubungan langsung dengan keadaan ekonomi dan
stabilitas keamanan suatu negara / kerajaan. Aljabar dan Kimia muncul
di tengah kejayaan Islam. Namun apakah Kimia itu muncul karena Islam?
Kimia / alkemi justru karena muncul karena hasrat menemukan zat yang
bisa mengubah logam menjadi emas.
>
> Anda bertanya: mengapa tidak ada lagi pemikir ulung di India
setelah YM Nagarjuna dkk. Well, setelah jaman mereka, India mulai
diserbu Islam, dan Buddhisme praktis terbabat habis.
>
> Seperti Islam, setelah runtuhnya masa keemasan Islam, praktis tidak
ada lagi sumbangan pemikiran ahli-ahli Islam.
>
> Saya kira anda perlu menilik keseluruhan sejarah peradaban
Buddhisme sebelum menarik kesimpulan yang demikian.
>
> Saya mendukung sekali usaha2 untuk mengupas Tripitaka dan
menjadikannya sebagai motor perkembangan iptek dan perkembangan
peradaban Buddhism. Dalam hal ini saya kira kita sepandangan.
>
> salam,
> Harryson
>
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
