Rekan Sartono yth,
1. Pengertian aksioma yang saya pakai jangan diartikan sedalam itu, hanya sebatas pengertian orang awam, yaitu ketentuan-ketentuan dasar yang dianggap benar. Kalau anda mengatakan dogma memang betul,saya hanya menganalogikan saja dengan sain.
2.Memang benar seperti yang anda katakan, mereka memasukkan pengertian seperti Tuhan dan sebagainya sejak kecil sehingga dianggap benar. Cara ini saya analogikan dengan indoktrinasi (terkadang terjadi melalui self suggestion), suatu istilah yang ditolak jauh-jauh oleh mereka. Mereka akan berkukuh bahwa Tuhan (dan lain-lain yang dianggap benar itu) adalah suatu fakta nyata (saya mempunyai teman yang bersembayang bila dia mendapat kesulitan, melalui cara semacam ini dia bisa berhubungan dengan Tuhan dan mendapat petunjuk dan ternyata benar. Apakah sosok Tuhan itu tidak nyata?. Kita yang menganggap tidak nyata tapi bagi dia nyata. Demikianlah hebatnya mereka melakukan self suggestion). Ingat dalam tataran umat awam hal ini bisa diterima, karena itu dalam tulisan saya akal dan logika diberi
tanda petik ( ). Terkadang yang dianggap masuk akal atau logis itu bila dikaji dengan ilmu yang lebih serius sebetulnya bukan, hanya dilingkungan umat awam hal semacam ini bisa diterima. Dalam berdebat dilingkungan umum hal ini harus dipertimbangkan, jangan hanya mengandalkan kebenaran formil, kita bisa kalah supporter. Untuk mempunyai kemampuan berliku-liku di logika formil dan non-formil ini kita perlu belajar jika tidak ingin kalah.
3. Memang benar posisi agama Budha agak lain dari agama lain. Seperti pernah saya sebutkan pendekatan agama Budha lebih mirip dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Fakta yang dipakai, menurut beberapa ahli, terdiri dari fakta transcendental dan non-transendental. Bagi sebagian besar umat Budha fakta transcendental ini tidak bisa direalisasikan jadi diterima sebagai kepercayaan, kalau ada bukti biasanya bisa diperdebatkan karena keterulangannya kecil atau lebih bersifat pengalaman pribadi. Jadi bagian ini di mata umat awam akan dianggap sebagai fakta yang bersifat sama dengan fakta mereka, kita harus menghargai kesimpulan semacam ini.
4. Yang anda kemukakan saya setujui dan kira-kira sama hanya penyampaiannya yang berbeda. Pengertian aksioma di tulisan saya tidak sedalam yang anda maksud tapi lebih diartikan sebagai kebenaran dasar diatas mana suatu sistim pandangan dibangun.
Semoga bisa menjelaskan maksud saya.
Kreshna
Tambahan: bagi yang tidak berminat bagian ini boleh dilewatkan
Definisi aksioma menurut beberapa sumber yang bisa saya kumpulkan adalah sebagai berikut:
- Dari buku Kamus Filsafat oleh L. Bagus, Gramedia, thn 2000, hal. 34
a) Kebenaran yang jelas begitu saja yang paling dasariah dan niscaya. Diatas kebenaran ini dibangun suatu sistim logis atau matematis. Dan kebenaran ini tidak dapat diingkari tanpa menghancurkan konsistensi sistim tsb.
b) Pernyataan dalam teori ilmu pengetahuan yang dibangun sedemikian sehingga pernyataan itu diambil sebagai titik mulai dan tidak usah dibuktikan dalam teori yang bersangkutan.
..
c) Dari abad kuno sampai paruh abad ke-19 aksioma diterima sebagai sesuatu yang jelas secara intuitif atau benar secara apriori
..
- Dari buku Kamus Populer oleh Widodo Amd, hal. 12:Aksioma adalah kebenaran yang tak perlu lagi diragukan akan kebenarannya (telah disetujui oleh semua).Tambahan dari saya: jadi bila orang bisa memasukan sesuatu kedalam kesadaran orang banyak maka hal itu lama-lama akan menjadi aksioma karena akan menjadi fakta yang riilbagi mereka .Para politikus bekerja dengan cara ini. Kalau mereka sanggup mempengaruhi orang sehingga 90% orang awam menerima suatu pandangan dasar maka pandangan tersebut tanpa disadari menjadi aksioma.
- Aksiomanya Euklides tentang melalui 2 titik hanya dapat dibuat satu garis lurus, memang secara intuitif benar karena pengalaman kita seperti itu. Sekarang para ahli fisika mulai mempertanyakan hal ini, alam kita ini katanya melengkung jadi yang disebut lurus itu hanya pendekatan saja. Dua garis yang sejajar (yang dulu dianggap tidak pernah berpotongan) sekarang ada yang beranggapan berpotongan di tak terhingga. Hanya pandangan yang seperti ini untuk keperluan sehari-hari tidak berguna maka orang tidak mempersoalkannya dan tetap dipakai. Sekarang para ahli lebih suka memakai pembatasan pemakaian ketimbang menyalahkannya.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
