18 November

        322. Pada suatu hari Sang Bhagava duduk dalam Kuti
Gandha di Hutan Jeta, Beliau mengamati dunia pada dini
hari, dan Beliau melihat seorang yang miskin di Alavi.
Dengan melihat bahwa ia memiliki timbunan kamma baik
untuk mencapai tingkat kesucian Sotapanna, Beliau
membawa serombongan bhikkhu sebanyak lima ratus orang
dan pergi ke Alavi, tempat para penduduknya mengundang
Sang Bhagava tinggal. Orang miskin itu mendengar bahwa
Sang Bhagava telah tiba, dan ia berteguh hati untuk
mendengarkan Beliau membabarkan Dhamma. Tetapi pada
hari itu juga seekor sapi jantannya tersesat, dan ia
berpikir, “Apakah aku akan pergi dan menemukan sapi
jantanku ataukah aku akan pergi mendengarkan Dhamma?”
Dan ia memutuskan untuk mencari sapinya terlbih
dahulu, dengan berangkat lebih dini untuk
melakukannya. Rakyat Alavi menyediakan tempat duduk
bagi para bhikku Sangha dengan Sang Buddha di bagian
terdepan, menjamu mereka, dan ketika selesai, membawa
pergi mangkuk Sang Bhagava sementara Beliau
mengucapkan terima kasih. Lalu Sang Bhagava berkata,
“Orang yang demi kepentingannya Aku telah datang
dengan menempuh perjalanan sepanjang tiga puluh mil
telah pergi ke hutan untuk mencari sapi jantannya.
Bila ia kembali, barulah aku akan membabarkan Dhamma.”
Maka Beliau lalu berdiam diri.
        Sebelum hari berlalu, orang itu telah menemukan sapi
jantannya dan segera dibawanya kembali bergabung
dengan sapi-sapi lainnya. Lalu ia berpikir, “Jika
tidak ada sesuatu yang lain. Aku dapat pergi dan
memberikan penghormatanku kepada Sang Bhagava,” dan
walaupun merasa lapar, ia tidak pulang ke rumah,
tetapi ia pergi dengan cepat kepada Sang Bhagava, dan
setelah memberi hormat di salah satu sisi. Ketika
orang itu datang mendekat, Sang Bhagava berkata kepada
pelayan yang melayani makanan, “Apakah ada makanan
yang tersisa?”
        “Bhante, masih ada sedikit makanan yang belum
tersentuh.”
        “Kalau begitu, layanilah orang ini.”
        Setelah pelayan itu menyediakan sebuah tempat duduk
baginya pada tempat yang ditunjuk oleh Sang Bhagava,
pelayan itu menjamunya dengan bubur beras dan makan
lain baik yang keras maupun yang lunak, dan setelah ia
selesai makan, ia mencuci mulutnya. Segera setelah
penderitaannya (rasa laparnya) terbebaskan, pikirannya
menjadi tenang, dan kemudian Sang Bhagava membabarkan
Dhamma dengan urut dan bertahap, dengan menjelaskan
secara rinci satu per satu Empat Kebenaran Mulia.
Ketika Beliau selesai membabarkannya, orang itu
mencapai tingkat kesucian Sotapanna.

(Buddha Vacana)
(Dhammapada Atthakata 262)


                
__________________________________ 
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke