| Selasa, 29 November 2005 |
| Indonesia Fase Awal Epidemi Jakarta, Kompas - Indonesia kini berada di fase awal epidemi AIDS namun dengan situasi serius: menyebar dengan cepat di kalangan pengguna narkoba suntik, pekerja seks dan pelanggannya, juga kontak heteroseksual seperti di Papua. Karena itu program pencegahan HIV di Indonesia harus segera diperluas dan ditingkatkan untuk menjangkau mereka yang rentan infeksi, kata Direktur Eksekutif UNAIDS
Dr Peter Piot dalam rangka kunjungan kerjanya ke Indonesia, 28 November-1 Desember 2005. Ini kunjungan kedua Piot ke Indonesia setelah kunjungan tahun 2003. Saat itu ia bersama Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Jusuf Kalla meluncurkan Strategi Penanggulangan AIDS nasional. Dalam kunjungannya kali ini, Piot akan mengunjungi Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang, serta memperingati hari AIDS sedunia di Jakarta 1 Desember 2005. Menurut ketua KPA saat ini Alwi Shihab, walaupun Indonesia telah memiliki Strategi Penanggulangan AIDS Nasional, dengan berlakunya otonomi daerah, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat di setiap tingkatan untuk mendorong implementasi strategi tersebut dalam bentuk kebijakan dan peraturan perundangan terkait di setiap provinsi. Karena itu kami akan mengundang DPRD agar menggolkan pendanaan daerah untuk mengatasi AIDS kata Alwi. Komitmen Sentani yang sampai bulan September 2005 lalu hanya
didukung tujuh provinsi, sekarang ini telah didukung oleh 21 provinsi (100 kabupaten/kota) yang bila dilihat dari perkembangan epidemiologisnya membutuhkan akselerasi penanggulangan AIDS secara komprehensif. Mobilisasi kepemimpinan untuk penanggulangan AIDS di daerah-daerah tersebut menjadi prioritas utama KPA saat ini. Merilis laporan Laporan UNAIDS/WHO berjudul AIDS Epidemic Update 2005 telah dirilis tanggal 21 November 2005 lalu di New Delhi, India, oleh Peter Piot. Laporan ini berisikan situasi global epidemi HIV/AIDS di dunia dan tren terbaru dalam evolusi epidemi tersebut. Terdapat pula laporan khusus mengenai kebijakan terbaru mengenai pencegahan HIV. UNAIDS dan KPA Nasional bersama-sama merilis laporan tersebut versi bahasa Indonesia hari Senin (28/11) kemarin. Disebutkan, terdapat bukti menurunnya tingkat infeksi HIV di beberapa negara di dunia. Penurunan ini disinyalir disebabkan oleh adanya perubahan
perilaku, antara lain meningkatnya penggunaan kondom dalam seks komersial, meningkatnya perilaku menunda seks pertama dan menurunnya perilaku hubungan seks dengan banyak pasangan. Namun jumlah orang dengan HIV terus bertambah di berbagai tempat di dunia. Maka program pencegahan perlu terus ditingkatkan untuk memperlambat penyebaran AIDS. Menurut laporan tersebut, tahun 2005 ada 8,3 juta orang terinfeksi HIV di Asia, termasuk 1,1 juta yang baru saja terinfeksi di tahun terakhir. Di tahun 2005, AIDS telah memakan korban sekitar 520.000 jiwa. Tingkat infeksi HIV nasional di Asia saat ini memang lebih rendah dibandingkan dengan benua lain, terutama Afrika. Akan tetapi, populasi Asia sangat besar sehingga tingkat prevalensi yang rendah tetap berarti sejumlah besar kasus. Penggunaan narkoba suntikan merupakan penyebab utama penyebaran HIV di Asia. Menurut estimasi terakhir Badan Narkotika Nasional, jumlah pengguna narkoba suntik di Indonesia 575.000 orang dan
separuh di antaranya diperkirakan terinfeksi HIV. (LOK) |
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
