~ Tatkala Si Penipu Tertipu ~ From: Ngestu Rahardjo [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 13, 2003 6:48 PM
Tak seorangpun suka bila dibohongi apalagi ditipu. Namun ketidak-sukaan ini tak meniadakan kemungkinan kalau kita bisa tertipu. Kecenderungan mudah-percaya, menjadikan kemungkinan itu semakin besar terjadi pada seseorang. Fenomena ini relatif mudah untuk dipahami. Namun, adanya fenomena bahwa seorang penipu sebetulnya bisa tertipu bahkan tak sedemikian sulit untuk tertipu, bisa jadi sulit dimengerti, apalagi dipercaya sebagai sesuatu yang memang bisa terjadi. Dalam kesempatan ini, marilah kita lihat bagaimana itu bisa terjadi. Ketika Anda membohongi atau menipu seseorang, dan berhasil, maka Anda akan tertarik untuk mengulanginya lagi pada suatu waktu nanti. Demikianlah seterusnya, berbohong atau menipu Anda lakukan berulang-ulang kali, dan kita jadikan sebagai salah-satu kebiasaan kita. Kebiasaan itu terbenam dalam bawah-sadar Anda, dengan melakukannya secara berulang-ulang. Lantas tahukah Anda apa yang terjadi sesudah itu? Anda malahan akan sangat mudah dibohongi atau ditipu. Lho...kenapa? Bagaimana penipu ulung bisa ditipu oleh penipu lainnya? Tak masuk akal; mungkin demikian argumentasi Anda. Hukum Karma antara lain juga menyiratkan, bilamana Anda menipu maka Andapun akan tertipu nantinya. Anda bisa saja menyangkal atau menyanggahnya dengan berbagai argumentasi yang terpikir oleh Anda, namun bawah-sadar Anda tak mampu Anda pikirkan. Apa maksudnya? Apa hubungannya dengan bawah-sadar? Begini; ketika kebiasaan menipu dan berbohong telah mengendap sedemikian dalamnya di bawah-sadar kita, tanpa kita sadari, kita telah menanam benih 'kepercayaan' kepada tipuan atau kebohongan itu sendiri. Artinya, kita telah menjadikan diri kita percaya pada tipuan atau kebohongan itu. Nah...bila kita percaya kepadanya, tentu saja kita akan sangat mudah pula untuk ditipu dan dibohongi orang. Konyolnya adalah, kita bisa sedemikian tak menyadarinya samasekali bahwasanya itu suatu kebohongan atau tipuan, kendati si penipu itu menggunakan trik yang persis sama dengan yang sering kita gunakan. Kenapa? Disinilah ketidak-masuk-akalan dari kerja bawah-sadar kita. Kita dibuatnya sedemikian rupa sehingga terlanjur mengidentifikasikan diri kita sebagai sama dengan si penipu itu sendiri. Dan oleh karenanya, kita akan percaya kepadanya, seperti juga kita percaya kepada diri kita sendiri. Al hasil, si penipu merasa mempercayai dirinya sendiri. Disadari atau tidak, dipercayai atau tidak, demikianlah bekerjanya. Demikianlah si penipu tertipu oleh dirinya sendiri. Mungkin atas alasan itu, para bijak mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap pikiran kita sendiri. Ia bisa bertindak sebagai kawan, namun juga sebaliknya, sebagai lawan. Mereka yang mengamati prilaku, tingkah-polah dan kerja dari pikirannya sendiri, akan dengan mudah melihatnya demikian. Andapun bisa melakukannya sendiri. Denpasar, 6 Nopember 2001. _________________________________________________________________ ASUS M5 Ultra-slim lightweight is Now $1999 (was $2,999) http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fwww%2Easus%2Ecom%2Eau%2F&_t=752129232&_r=Hotmail_tagline_23Nov05&_m=EXT ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
