Apa yang dikatakan oleh Bro Anwar sebenarnya sih benar. Aku pribadi setuju banget.
Aku pribadi sedang melakukan hal yang disebut oleh Bro Anwar tsb. Awalnya orang dicetyaku bilang " Wah, Nani kok door to door gitu yah " kita ini Buddhist loh dan Buddhist tdk seperti itu. Coba deh jangan mencoreng CITRA Buddhist itu sendiri. Untuk mengenal Dhamma orang itu harus punya karma baik baru bisa dia bertemu Dhamma. Aku sangat sangat mengerti, tapi aku kan bisa mengkondisikan agar karma baik dia berbuah dan mengenal Dhamma, Bukan? Lalu kujelaskan bahwa apa yang kulakukan tdk sama dengan orang kristen yang melakukan misionaris. Jelas Beda. Rumah yang aku datangi adalah rumah umat Buddha tung tung cep dan itu juga kenalan dari Saudara. Walau aku tidak kenal dengannya, aku berusaha untuk belajar mengenalnya. Main main kerumahnya, ngobrol dan mencari tahu apa kebutuhannya. Aku tidak langsung bilang yuk ke cetya dll. tidak seperti itu. Pendekatan ku lebih halus. Akhirnya, memang ada hasil walau lama. Memang dia pribadi tidak tertarik dengan Dhamma. TAPI, setiap orang punya kebutuhan bukan? Kulirik anaknya yg masih di SD. ternyata si Ibu ini curhat bahwa dia khawatir anaknya nanti punya konsep kristen krn sekolahnya di sekolahan kristen. dll. Wah, langsung saja kutawarkan anaknya untuk kebaktian di cetya dan dia setuju banget. Awal yang baik bukan dan aku percaya, suatu hari nanti dia akan melihat Buddha Dhamma melalui anaknya. Itulah yang aku sebut kita mengkondisikan karma baik mereka berbuah agar bisa melihat Buddha Dhamma. Tidak perlu ngotot, yang penting org yang mau kita kondisikan karma baiknya berbuah itu jangan sampai merasa bahwa kita ini mau menjejalkan sesuatu yang tidak dia inginkan. Jangan sampai kehadiran kita membuat mereka tidak nyaman. Jangan sampai mereka berpikir bahwa demi Dhamma baru mau aku bantu klo tidak nanti nanti ajalah. Dan akhir tahun ini tepatnya tanggal 30 Desember, kami mengundang umat tung tung cep disekitar cetya untuk makan malam bersama guna mempererat tali persaudaraan. di undangan sih tulisnya kaya gitu. tapi intinya sih selain makan malam tar ada acara kebaktian dan Dhammadesana juga acara permainan. Yah sekalian promotion gitu. Oh ya, aku tidak minta dana sama mereka karena mereka belum mengerti Dhamma. Biarkan mereka mengerti Dhamma dulu. Dana akan keluar dengan sendirinya tanpa diminta. Thx u. Semoga pengalamanku bermanfaat untuk Sdr/i semua. W/ Metta --- Dharmayoga Anwar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ide bagus hehehe, ya kenapa sih umat Buddha tidak > sampe melakukan itu, klo mo bangun/renov vihara > misalnya kita galang dari kalangan sendiri, sedang > dari teman2 kita ini bisa begitu berani menggalang > di > luar kalangannya sendiri, kenapa? apa betul pamali? > apakah ini suatu tindakan rendah? atau kita sendiri > yang klewat gengsi, naif? Kenapa ga sekali2 kita > dateng aja ke rumah tetanggga itu ajak dana untuk > vihara,skolah Buddhist, panti asuhan Buddhist dll > kan > kamma baik juga buat mereka? atau klo mereka ajak ke > gereja, sekali2 kita ajak juga ke vihara? sama2 > manusia yang makan nasi,asal Jangan Maksa, saya > pikir > y not? Mohon pencerahan dari sodara2 sekalian, mari > klo bisa kita bahas ini secara mendalam dan secara > bijak, tidak hanya komen2 aja, karena dari sini > sepertinya kliatan sesuatu yang mungkin bisa disebut > ekslusifitas (atau kepasifan???) umat Buddha, trims. > > --- Agusman Surya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Saya penduduk Kelapa Gading juga. > > > > > > > > Just sharing : Alkisah seorang tetangga saya > adalah > > pendeta Kristen > > (masih muda). pada suatu minggu pagi sekitar jam > > 06:00, ibunya sang > > pendeta mengetok pintu rumah saya. kebetulan yang > > membuka pintu rumah > > saya adalah pembantu rumah tangga saya. si ibu ini > > ingin ketemu saya, > > pembantu saya bilang : bapak masih tidur. eh si > ibu > > malah ngotot : > > tolong dibangunin saja, saya mau kasih proposal > > minta sumbangan > > pembangunan gereja.. Amitofo !!! > > > > > > > > Padahal dia tahu persis saya sekeluarga adalah > > Buddhis soalnya anaknya > > yg pendeta itu pernah datang ke rumah saya dan > > jelas-jelas dia melihat > > ada altar Buddha di rumah saya. lagian di bagian > > depan rumah saya juga > > ada tempat sembahyang "Thi-kong". (tipikal rumah > > orang medan). > > > > > > > > Akhir cerita, pembantu saya jelas tidak berani > > membangunkan saya, > > proposal tersebut ditinggal begitu saja di meja > > tamu, saya minta > > pembantu saya untuk mengembalikan proposal itu, > > tanpa menyumbang > > sepeserpun. emangnya cuma mereka aja yg punya > > keyakinan pada Tuhannya. > > umat Buddha juga punya "sad-saddha". gitu lho !! > > > > > > > > > Hm. Kalo misalnya saya yg menyodorkan proposal > > pembangunan vihara kepada > > mereka. kira-kira apa reaksinya yah ? hehehe. :-) > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
