> Susy Muliawati [EMAIL PROTECTED] wrote:
>     hai teman2,

deleted..............

>    
> Tiba saat makan malam diberikan (saya naik pesawat terakhir dari Batam), 
> ternyata menunya adalah nasi goreng daging sapi giling + ikan masak saus 
> putih.
>   Sang bhiksu yang sudah menerima makanan tsb sempat bertanya ke pramugari 
> apakah ada makanan vegetarian.
>   Pramugrari menjawab "sebentar Pak."
>   Tetapi saat pramugari baru saja meninggalkan Beliau, ternyata bhiksu tsb 
> langsung menyantap menu yang disediakan tsb.
>   Ketika saya perhatikan, ternyata Beliau mungkin sangat lapar sehingga 
> menyantap hidangan tsb dengan lahapnya.

demi kebaikan diri anda sendiri, memang ada baiknya berpikir positif, dan saya 
juga tahu itu tidak semudah saya mengetik tulisan ini, karena pikiran negatif 
itu seolah-olah satu kesatuan dari pikiran, muncul begitu saja secara otomatis 
tanpa harus di panggil.


>    
>   yang menjadi pertanyaan saya:
>   1. Apakah bhiksu yang menganut mazab mahayana boleh memakan daging?

bagi saya pribadi, jika memang ada bbrapa faktor yg membuat sulit utk 
mendapatkan makanan vegetarian, yah...seorang biarawan tidak seharusnya membuat 
kerepotan yg menganggu, makan saja seadanya. jgn bikin kebodohan utk diri 
sendiri, dan jgn menambah kemelekatan hanya persoalan kecil seperti makan 
daging. coba lihat mereka yg lagi beralatih di tempat yg gersang, yg ada hanya 
daging, kalao mau bertahan hidup ya makan daging.
apabila sang bhiksu sudah lapar atau takut sakit maag kambuh, yah makan aja, ga 
usah repot, namun kalau masih bisa bertahan (penerbagangan pesawat brapa lama 
sih sis susy?) yah silakan bertahan sampai bandara, baru cari makan vegetarian, 
semuanya beres kan?

>   2. Apakah hanya bhiksu yang menjalani bodhisattva sila saja yang tidak 
> memakan daging?

Sis Susy tau apa isinya bodhisattva sila? yang pernah saya pelajari, tidak 
pernah menyebutkan bahwa praktisi yg berusaha menjalankan bodhisattva sila 
dilarang makan daging CMIIW. karena sepengetahuan saya memang ada bbrapa versi 
sila bodhisaattva, saya pelajari dari bodhisattva bhumi dari Arya Asangha. ada 
18 sila utama dan 46 sila sekunder, masing2 ada penjabarannya lagi. sila ini 
boleh dipelajari umat biasa, tidak hanya anggaota sangha bhiksu/i.

> 3. Apakah ada peraturan atau sila untuk anggota Sangha agar tidak menolak 
> makanan / persembahan yang diberikan dari siapapun, tdk perduli makanan tsb 
> adalah daging atau bukan? menurut saya, makanan di pesawat terbang bukanlah 
> persembahan, tetapi bagian dari flight service 

yah, gunakanlah sedikit kebijaksanaan yg ada (walau minim). ga perlu di tolak, 
dan tidak baik menolak. kalau diberi (flight service), seorang bhiksu/i memang 
akan menerimanya, kalau mengenai peraturan tidak boleh menolak makanan, saya 
tidak punya rujukan yg pasti. pendapat umum mengatakan memang anggota sangha 
bhiksu/i tidak boleh menolak pemberian.
maaf bukan anggota sangha bhiksu/i, jadi tidak pernah tau aturan itu ada atau 
tidak.

>   4. Apakah yang sebaiknya kita lakukan sebagai umat awam bila mengalami 
> peristiwa seperti yang saya alami?

ga perlu ngebet utk mengkritik atau buru ngomong, jika kondisi tidak 
memungkinkan, biarkan saja yang terjadi itu terjadi apa adanya. jika memang ada 
waktu yg pas dan cocok, kita bisa ngobrol dgn ramah, dan bertanya bbrapa hal 
dasar,tentu saja dgn bbrapa basa-basi, hormat, dan salam dsb. kemudian ikut 
bersimpati bahwa beliau sudah minta makanan vegetarian, terus lama tidak dikash 
oleh pramugarinya, dan ini bisa berlanjut sampai beliau mengunggapkan mengapa 
beliau santap makan non vege, dllllll.....dan sapa tau beliau bisa kasih 
pelajaran sederhana dan bermanfaat dlm pembicaraan singkat, ini jadi sarana 
belajar yg bagus bukan?


> 5. Salahkah saya kalau saya menjadi kecewa, krn terguncang dengan melihat 
> peristiwa itu kurang lebih sekitar 1 minggu, padahal yang saya lihat cuma hal 
> sepele, yaitu seorang bhiksu memakan daging, bukan membunuh ataupun berbuat 
> asusila? 

bukan salah kali yah, kecewa yg meluap karena menurut alam pikiran yg tidak 
sesuai.  sorry yah, menurut saya..ini kemajuan yg bagus, karena sudah bisa 
instropeksi diri, dan bertanya kembali, apakah ini salah atau tidak. kalau di 
lihat dan di perhatikan berulang-ulang, semoga bisa melihat sesuatu di balik 
kekecewaan itu.


>    
>   Dari pembicaraan Beliau, saya bisa mengetahui jelas, dari Sangha manakah 
> Beliau, tetapi tdk akan saya utarakan disini.
>    
>   Terima kasih sebelumnya.
>   Susy
>    

semoga bermanfaat

salam, 
maitri






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke