Selasa, 06 Desember 2005
Wujudkan Masyarakat yang Menghargai Produk Ramah Lingkungan
Jakarta, Kompas - Pemerintah diharapkan bekerja keras mewujudkan masyarakat konsumen yang menghargai produk-produk ramah lingkungan. Langkah tersebut diyakini ampuh mendorong kalangan industri meminimalisir limbahnya.
”Demi menghasilkan produk ramah lingkungan kami mengeluarkan anggaran besar. Sebagai insentif, semestinya pemerintah punya kebijakan mewujudkan masyarakat konsumen yang menghargai produk ramah lingkungan” kata Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Battery Indonesia (PGBI) Rachmat Gobel di lokasi pabrik baterai di Bekasi, Senin (5/12).
Bersama Rachmat, hadir Presiden Direktur PT PGBI Kazuo Ishimoto, Direktur Pelaksana Senior Matsushita Battery Industrial Co Ltd Yoji Kajikawa, Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia Ichiro Suganuma, dan Direktur PT PGBI Asmuni SA.
Menurut Rachmat, terbentuknya produk ramah lingkungan di Indonesia dengan sendirinya akan membuat persaingan di kalangan industri semakin sehat karena ada kesamaan tolak ukur.
Selama ini, hal itu tidak terwujud. Hampir tidak ada beda pengakuan publik antara produk yang dihasilkan dari proses ramah lingkungan dengan yang tidak ramah.
Seperti diberitakan, PT PGBI merupakan satu dari 23 perusahaan berpredikat hijau dari 466 perusahaan yang dinilai dalam Program Penilaian Peringkat Perusahaan (Proper) tahun 2004-2005.
PT PGBI satu-satunya perusahaan penghasil baterai berpredikat hijau. Hijau berarti perusahaan bersangkutan menerapkan proses produksi ramah lingkungan di atas ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Predikat hijau bagi PT PGBI karena perusahaan penghasil baterai mangaan, lithium, dan lampu senter tersebut salah satu di antaranya tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya, seperti merkuri, kadmium, dan timbal dalam komponen baterai.
Ishimoto menegaskan, pencapaian itu hasil kesadaran penuh menjaga lingkungan bersih. Karenanya, ia tidak menuntut insentif khusus seperti pemotongan pajak atau lainnya.
”Kami harus tetap maju sekalipun tanpa penghargaan di bidang lingkungan. Persaingan usaha sangat ketat, seperti negara-negara maju yang masyarakatnya tidak menerima produk tidak ramah lingkungan,” kata Ishimoto.
Ditambahkan oleh Rachmat, dengan adanya ketentuan ketat produk ramah lingkungan, sebenarnya pemerintah secara tidak langsung memacu peningkatan ekspor karena pasar internasional peduli produk ramah lingkungan.
Mengenai hal ini, Kojikawa menegaskan bahwa pihaknya selektif memilih penyuplai bahan mentah. Di antaranya, harus ada jaminan penyuplai bahwa bahannya benar-benar aman.
Hingga kini, PT PGBI menghasilkan lebih dari 11 miliar batu baterai yang sebagian besar diekspor ke-60 negara. (GSA)


Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Gifts at Yahoo! Shopping

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke