|
Selain ketenangan, meditasi juga dapat menimbulkan efek penyembuhan. Berikut ini adalah artikel dari Tanya Jawab Ahli, Majalah Nirmala edisi Desember 2005; yang menjelaskan tentang penelitian ilmiah kedokteran terhadap manfaat meditasi dalam penyembuhan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita. Terima kasih DP Kajian Ilmiah, Sembuh lewat Meditasi Sekarang ada banyak
ditulis soal penyembuhan lewat meditasi. Gangguan berbagai penyakit, dari sekedar pusing sampai lumpuh bisa
sembuh dengan meditasi (ada beberapa
pengakuan kesembuhan yang saya baca dari
koran). Sepengetahuan
saya, bukankah meditasi hanya pengaturan napas dan menenangkan pikiran? Sejauh apa meditasi
bisa menyembuhkan? Bagaimana peranan obat dalam
penyembuhan lewat meditasi? Dudi Iskandar – Meditasi telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan sejak 3 abad yang lalu. Secara ilmiah, kajian manfaat meditasi telah banyak dilakukan dalam bidang kedokteran, khususnya Kedokteran Naturopati pada sub spesialisasi Kedokteran Energi atau yang lebih dikenal sebagai vibrational medicine. Meditasi bukan sekadar aktivitas menenangkan diri atau mengusir stres. Tidak juga sekadar proses pengaturan napas. Memang, proses meditasi adalah mengatur napas, yaitu menghirup dan menghembuskan perlahan-lahan. Ini untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan ritme detak jantung individu yang bersangkutan. Secara ilmiah, efek meditasi terhadap organ tubuh sudah dibuktikan oleh Itzhak Bentow yang menggunakan alat perekam ballistocardiograph. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meditasi mampu mengaktifkan gelombang saraf dalam otak. Peningkatan gelombang saraf tersebut akan meningkatkan pula koordinasi hemisfer kanan dan kiri otak. Dengan koordinasi yang baik, kanan dan kiri, maka kontrol sistem saraf otonom akan makin baik pula. Membaiknya kontrol sistem saraf otonom akan memperbaiki sistem regulasi fungsi jantung, temperatur tubuh, aliran darah, dan oksigenasi sel serta jaringan tubuh. Lebih detail, manfaat meditasi dalam kedokteran vibrational dikenal sebagai physio kundalini mechanism. Mekanismenya dimulai dari kumpulan energi yang membentuk tubuh manusia sehingga mampu menjalankan fungsi dan kerja setiap sel, jaringan, dan organ tubuh. Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam energi, misalnya energi metabolik, energi bioelektrikal, energi biophoton (komunikasi antar sel), energi magnetik (koordinasi antar organ), energi eterik yang biasa dikenal sebagai basic life energy (energi untuk pertumbuhan dan perkembangan), energi astral (emosional dan intelektual), dan lain-lain. Berdasarkan teori ini meditasi akan meningkatkan vibrasi dan pulsasi seluruh energi tubuh yang berefek pada meningkatkan resonansi jantung dan aorta (pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung). Resonansi dan vibrasi energi akan menstimulasi sistem saraf cranial (yaitu 12 pasang sistem saraf yang berhubungan erat dengan fungsi otak). Aktifnya 12 pasang sistem saraf membuat ventrikel otak bekerja optimal yaitu menghasilkan rangsangan mekano-elektrik pada sistem cortex-sensory di otak. Akibatnya aliran neurotransmitter lebih lancar, yang akan melepaskan aktivitas sensorimotor. Aktivitas sensorimotor yang baik akan meningkatkan fungsi dan kerja seluruh organ atau sistem tubuh. Efeknya, regenerasi sel dan jaringan tubuh akan berlangsung secara optimal. Penelitian lain menunjukkan bahwa meditasi akan menimbulkan perubahan bertahap pada tingkat energi basal yang berfungsi membentuk stem sel (sel cikal bakal dari seluruh sel tubuh). Dengan baiknya pembentukan stem sel maka sel atau jaringan yang mati atau rusak dapat segera diganti sebelum menimbulkan masalah. Di negara maju seperti Amerika atau Eropa barat, cara meditasi telah banyak digunakan sebagai upaya untuk melengkapi pengobatan medis. Dalam beberapa laporan ilmiah, terlihat bahwa meditasi sangat penting untuk mengatasi berbagai macam penyakit degeneratif seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, kanker, rematik, alergi sampai asma, depresi, kecemasan, kecanduan obat, gangguan metabolisme dan sebagainya. (N) Dr. Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, MSc, PhD. Dokter ahli naturopati. Menangani kasus secara holistic dengan pendekatan ilmu naturopati (missal suplemen, fitofarmaka, herba, homeopati, pola aktivitas). T&J AHLI, Nirmala,
Desember 2005, halaman 26 ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
