namo Buddhaya,
 
Kalau ditelaah dan disimak,
maka keadaan tsb dapat diibaratkan apabila anak kita di
sekolahkan di Universitas bergengsi (Buddha Dharma) akan
tetapi anak tsb tidak dapat memahami pendidikan tsb
 
sedangkan apabila anak tsb belajar di sekolah tinggi
pola pendidikannya sekolah tsb dapat merubah pola pikir dan
prilakunya menjadi lebih baik.
 
maka kesimpulannya adalah
Apa yang menjadi masalah dari pengajaran dan pendidikan Dharma selama
ini, kita juga seharusnya merenung apa yang kurang didalam pendidikan
agama Buddha kita (intropeksi diri).
 
menurut pengamatan saya,
Mengapa banyaknya sekali Penganut B beralih menjadi Penganut K ?
Kakek saya beragama K, namum sering teman-teman seagama K datang menjenguk
sewaktu beliau sakit, kadang-kadang hal tsb membuat saya iri akan kekompakan dan
rasa persaudaraan di kalangan umat K, inilah yang kurang dikalangan Buddhis.
 
Dapat dirasakan seolah-olah kasih dari umat K lebih besar dibandingkan semua agama.
saya kadang2 merasa cinta kasih yang diterapkan diagama Buddha hanyalah sebatas teori didalam diri
tanpa adanya penerapan sama sekali (sebatas dimulut).

Salam
CK 
 
 
-----Original Message-----
From: j u n a i d y [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 03, 2005 4:58 PM
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] Re: Mana yang lebih baik, tetap pertahankan jadi "Buddhis" atau biarkan jadi Kristen?

Dear all,

saya yakin agama apapun bisa membuat dia baik dan bertata krama sopan
santun. dan yang paling penting adalah person yang menangani orang
tersebut.

kalo seorang bhiksu/i (maaf), tidak menguasai basic psikologi tentang
human behavior, dan tak mampu mengintegrasikan ajaran buddha sesuai
dgn kebutuhan sang orang tersebut, sanggupakan bhante tersebut secara
konsisten membantunya?

namun sebaliknya, seorang pendeta yang hebat mengintegrasikan ajaran
kristus lalu menyesuaikan dengan kondisi orang tersebut, terus dia
bisa secara gradual berubah, dan menjadi lebih baik tanpa harus
meditasi, belajar apapun tentang sutra atau dharma, itu sanggatlah
mungkin terjadi.

yah, ini bisa terjadi vicee versa (bolak balik)

jadi, punyakah kalangan buddhis yang bener2 bisa seperti teman2 kita
di ajaran kristus yg mana ada orang khusus atau pendeta khusus yg
menangani hal demikian, setelah itu mereka bisa meng-konvert agama
sang orang itu.

seperti buddha yg mencapai pencerahan, bahkan hanya dengan datang dan
melihat fisiknya saja, kita bisa mencapai tingkat kesucian entah level
ke berapa, jadi menurut saya, ini faktor penentu yang lumayan
signifikan, selain faktor internal sang orang tersebut.


semoga iini jadi renungan bagi kita semua, dan kita juga strive to
achieve that state, that is full englightenment, the buddhahood, atau
minimal tingkat2 yang mampu berbuat lebih banyak daripada sekedar
manusia biasa.


maitri,

Jun




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke