Namo Buddhaya, Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan yang menyibukkan diri kita. Jawaban ini saya coba berikan, karena saya sendiri ketika remaja, sekolah disekolah missi, dan sangat familiar dengan ajaran,methode dan way of life Kristiani.
1) Ketiga agama suku Semit: Yahudi, Kristen dan Islam, adalah ajaran yang menilai diri sebagai kebenaran yang mutlak. Dengan demikian, mereka yang menganut ajaran ini, merasa terpanggil untuk membawa manusia penganut agama lain, "kembali" pada kebenaran. 2) Kristiani dan islam, secara traditional, adalah agama yang brdakwah, bermissi. Tujuan mereka memang untuk membiakkan penganut. 3) Secara sytematis, mereka, kecuali Yahudi, mengembangkan sytem pendidikan berlatarbelakang agama. Sekolah missi bagi Katholik dan Protestant, dan pesantren bagi Islam. 4) Keluarga Islam dan Kristen memberikan pendidikan agama yang sangat intensive dan sytematis pada anak anak mereka. Sunday school bagi umat Kristen, dan sekolah pengajian atau madrasah bagi Islam. 5) Ajaran Kristen disajikan secara modern, dan mudah dicernakan, yang mudah dimengerti baik oleh anak anak, maupun orang dewasa. Sumber pelajaran semua dalam bahasa Indonesia,atau bahasa daerah. 6) Konsep "Tuhan turun kedunia, menjadi manusia, untuk menebus dosa kita, agar masuk surga", sangat membuat manusia tertarik. Sebesar apapun dosa manusia, akan ditebus, jadi relax lahh. 7) Institusi kenegaraan dipakai untuk meluaskan ajaran. Setiap gedung pemerintah, sipil, militer maupun kepolisian mempunyai ruang ibadah bagi mereka, terutama musholla. Semoga ini dapat membantu kta mengkaji masalah ini. Salam metta RM Danardono HADINOTO --- In [email protected], safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wah Bro Jim, ini topik berat klo dilihat dari segi > praktek. Saya aja sulit menerapkannya. Tapi usaha > terus ..... > > Dulu saya tidak memahami kenapa Kaum Misionaris K > begitu caranya? Berawal dari 1 pengalaman yang paling > tidak menyenangkan (nanti saya cerita) kemudian saya > renungkan dan jawabannya simple " Mereka begitu gigih > krn mereka sudah merasa bahagia jadi mereka ingin kita > sebahagia mereka, jadi mereka tak pernah putus asa > membabarkan Kristiani " tapi sayang caranya kurang dan > mungkin terkadang tidak tepat. Kenapa? balik lagi ada > 2 faktor : 1. sdh diajarkan caranya tapi tidak ngerti. > 2. Bisa jadi, dibuku tidak diajarkan caranya krn > memang tdk tahu. > > Jadi, Mau jadi K atau B, bagiku tdk masalah. Kalau si > A telah mengerti B dan K dalam komparasi yang seimbang > kemudian dia tetap bersikeras bahwa K adalah > pilihannya, maka bermudita citalah, si A telah > mendapatkan kebahagiaannya yang tdk dapat dia lihat di > B. > > Masalah utama bukan di B atau K, MASALAHNYA, kenapa di > K dia bisa jadi baik dan di B, pola tdk berubah ( > kenyataan ini bisa kita lihat dalam sehari hari kok ). > > Jgn katakan bahwa Wah berarti dia belum ada jodoh > karma, dan jangan katakan pula bahwa ya biarkanlah, > toh semua agama baik, atau jangan melekat. Bagiku kata > kata itu adalah PENGHIBURAN untuk diri sendiri saja. > > Harus diakui bahwa kaum B (major) terlalu memakai > bahasa yang terlalu tinggi sehingga lupa bahwa setiap > rumah ada fondasinya. Human Relationship merupakan > salah satu ajaran yang cukup penting di B, tapi > terlupakan krn kita mengejar kata yang universal > padahal kita belum tentu memahami arti yang tersirat. > cth. Klo ada yang mempertahankan pendpt, bisa bisa di > klaim Ego nih, sehingga ada kecenderungan umat B tdk > berani mengungkapkan sesuatu, takut dicap kaga ngerti > ajaran Buddhis. Habis lihat tuh, egonya masih ada, > masih melekat, kaga ngerti ya klo semuanya baik. jelas > beda. kapan kapan kita sharing yang satu ini. biar > saya dapat pencerahan juga dari sdr/i seDhamma. > > Pertanyaan Bro, coba saya sharingkan disini. Bila ada > yg mau tambahin silahkan, yuk kita belajar bersama > ...... Pro dan kontra jangan dimasukkan kehati krn > pada dasarnya kita mempunyai tujuan yang sama. > > Caraku biasanya sbb : > > 1. Sudah baik kah prilaku? atau sedang atau buruk. Klo > masih kurang baik, bisa jadi dia tdk nyaman dan > menghindar. > 2. Aku lebih ingin tahu kenapa dia tertarik pada > ajaran " K ". > 3. Biarkan si A mengeluarkan isi hatinya. Pasti ada > sebabnya. > 4. Klo sudah tahu. Sanggupkah aku mengajaknya untuk > sharing? Bila tidak, aku akan mencari orang yang patut > untuk membuka pikirannya. Terkadang ada keinginan utk > bantu tapi balik lagi kepertanyaan semula. Mungkin > bagiku membantu, bagi dia belum tentu, malah dia lihat > kita cukup merepotkannya. (perlu diamati dulu sebelum > bertindak). > 5. Utk membuat orang tertarik, kita harus bersedia > mengkondisikan karma baik dia berbuah lewat apa saja. > 6. Aku mengambil Sila dan beradithana. " Semoga Semua > Mahluk yang terlihat atau yg tdk terlihat, Yg telah > lahir atau akan lahir, punya karma baik untuk melihat > Buddha Dhamma. Dapat mempelajari dan Mempraktekkanya > dengan BAIK dan BENAR. Semoga mereka Bahagia setelah > mengenal Buddha Dhamma dan mempunyai keyakinan > terhadap para Buddha dan Boddhisatva. Sabbe Satta > Bhavantu Sukhitata. Sadhu Sadhu Sadhu. > > Kurang lebih itu yang sedang kulakukan. Aku termasuk > orang yang kurang peka terhadap apapun. Tapi aku > berusaha belajar memahami arti dari kata per kata. > Dulu aku tidak tahu klo rasa kasihan itu seperti apa?. > Gawat toh. Belajar bertahun tahun akhirnya aku tahu oh > kasihan itu ternyata seperti itu yah rasanya. > > Aku percaya setiap orang akan mengalami " Insight " > walau sedikit dan caranya pasti beda beda. Ada yang > muter dulu dari I, K, baru B. ada yang B dulu baru K > baru B lagi. Ada yang B and B aja. > > Satu hal yang kupelajari, berbeda pendapat bukan > berarti kita tdk sepaham atau langsung mempunyai > perasaan bahwa wah dia tdk cocok nih ama kita. Kayanya > kita tdk bisa berteman. > > Dulu, temanku bilang : Wah, Lu mah keras kepala n mau > menang sendiri Nan. Lu mah susah dah diajak bicara. > Padahal maksudku baik loh, aku tuh mau dia melihat, > ini loh yang ku maksud. Tapi berhubung dia sudah > antipati duluan, ya sudahlah. Aku terima saja sikap > dia padaku sampai akhirnya dia mengerti bahwa aku itu > tdk seperti yang dia pikirkan. Akhirnya dia mengerti > dan tahu dia bilang apa? Lu gila juga ya. ha ha ha. > Udah ngerti masih dicap gila kubilang. he he he > > Dan semua itu perlu waktu dan ada prosesnya. > > Mau tahu tdk sikap umat B. cth nih. > > C : Payah deh umat B, kaga kaya yang lain. Org kita > lagi susah mah tdk ada yg nengok, kaga dibantu. kaga > kaya umat K. Pada solider, suka bantu, dll. > > Suatu hari ada yg kesusahan maka C diajak untuk > berbagi, tahu apa jawabnya. > > C : Wah, bukannya kaga mau bantu, lu kan tahu bla bla > bla ...... > > begitu saja stiap ada yg butuh. > > Terkadang aku tertawa, kaga bisa sih sekali dua kali. > masa tdk bisa melulu. Lupa yah dulu komplainnya apa. > Maaf bukan ledekin tapi ini sering terjadi loh. > > BOleh saja kita komplain tapi lihat dulu, apakah saya > seperti itu. Jika ya lebih baik jangan membandingkan > krn suasana ini tercipta dari perbuatan kita sendiri > juga. > > So Sdr/i SeDhamma yang ada disini semua mempunyai > tingkat kesadaran yang berbeda dengan sebagian dari > contohku diatas. So mari belajar. Kita saling > mengingatkan ok. > > > > > > > __________________________________________ > Yahoo! DSL Something to write home about. > Just $16.99/mo. or less. > dsl.yahoo.com > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
