Dear Kangmas Danardono,
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha.
Lama tak bersua dan sekali memberikan pandangan, luar biasa informasinya.
Saya pikir apa yang telah Kangmas paparkan merupakan PR bagi Buddhis-Buddhis yang peduli.
Tentu saja bukan PR yang mudah. Dibutuhkan perjuangan yang luar biasa untuk itu. Tapi kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi?
Kalau jadi pulang akhir tahun, harap mampir. Saya ada di Amitayus, Cipayung, ikut retret pemula Dharmajala.
HP saya 0816-4818-341.
Anumodana
JL
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha.
Lama tak bersua dan sekali memberikan pandangan, luar biasa informasinya.
Saya pikir apa yang telah Kangmas paparkan merupakan PR bagi Buddhis-Buddhis yang peduli.
Tentu saja bukan PR yang mudah. Dibutuhkan perjuangan yang luar biasa untuk itu. Tapi kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi?
Kalau jadi pulang akhir tahun, harap mampir. Saya ada di Amitayus, Cipayung, ikut retret pemula Dharmajala.
HP saya 0816-4818-341.
Anumodana
JL
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,
Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan yang menyibukkan diri kita.
Jawaban ini saya coba berikan, karena saya sendiri ketika remaja,
sekolah disekolah missi, dan sangat familiar dengan ajaran,methode
dan way of life Kristiani.
1) Ketiga agama suku Semit: Yahudi, Kristen dan Islam, adalah ajaran
yang menilai diri sebagai kebenaran yang mutlak. Dengan demikian,
mereka yang menganut ajaran ini, merasa terpanggil untuk membawa
manusia penganut agama lain, "kembali" pada kebenaran.
2) Kristiani dan islam, secara traditional, adalah agama yang
brdakwah, bermissi. Tujuan mereka memang untuk membiakkan penganut.
3) Secara sytematis, mereka, kecuali Yahudi, mengembangkan sytem
pendidikan berlatarbelakang agama. Sekolah missi bagi Katholik dan
Protestant, dan pesantren bagi Islam.
4) Keluarga Islam dan Kristen memberikan pendidikan agama yang
sangat intensive dan sytematis pada anak anak mereka. Sunday school
bagi umat Kristen, dan sekolah pengajian atau madrasah bagi Islam.
5) Ajaran Kristen disajikan secara modern, dan mudah dicernakan,
yang mudah dimengerti baik oleh anak anak, maupun orang dewasa.
Sumber pelajaran semua dalam bahasa Indonesia,atau bahasa daerah.
6) Konsep "Tuhan turun kedunia, menjadi manusia, untuk menebus dosa
kita, agar masuk surga", sangat membuat manusia tertarik. Sebesar
apapun dosa manusia, akan ditebus, jadi relax lahh.
7) Institusi kenegaraan dipakai untuk meluaskan ajaran. Setiap
gedung pemerintah, sipil, militer maupun kepolisian mempunyai ruang
ibadah bagi mereka, terutama musholla.
Semoga ini dapat membantu kta mengkaji masalah ini.
Salam metta
RM Danardono HADINOTO
--- In [email protected], safira luiz <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Wah Bro Jim, ini topik berat klo dilihat dari segi
> praktek. Saya aja sulit menerapkannya. Tapi usaha
> terus .....
>
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
