Latihan Menyentuh Bumi
 
Lima Latihan Sentuh Bumi oleh Mahabiksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto
(bag 3)

Latihan Sentuh Bumi Kedua
 
 Dengan penuh rasa syukur, aku bersujud kepada seluruh generasi leluhur keluarga spiritualku.
 
(LONCENG)
(SEMUA MENYENTUH BUMI)
 
Kulihat guru-guruku di dalam diriku, merekalah yang menunjukkan aku jalan cinta kasih dan pengertian, cara untuk bernafas, tersenyum, memaafkan, dan hidup di saat ini secara mendalam. Kulihat melalui para guruku semua guru dari banyak generasi, semua bodhisatwa, dan Buddha Sakyamuni yang memulai keluarga spiritualku 2,600 tahun lalu. Kulihat Buddha sebagai guru sekaligus leluhur spiritualku. Kulihat energi Beliau beserta energi guru dari banyak generasi telah masuk ke dalam diriku dan sedang menciptakan kedamaian, suka cita, pengertian, dan kasih sayang di dalam diriku. Aku tahu energi Buddha telah merubah dunia secara mendalam. Tanpa Buddha dan seluruh leluhur spiritual ini aku tidak akan tahu cara berlatih untuk  membawa kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hidupku serta ke dalam hidup keluarga dan masyarakatku. Kubuka hati dan tubuhku untuk menerima energi pengertian, kasih sayang, dan perlindungan dari Beliau-Beliau yang Sadar dan Cerah, dari ajaran mereka, serta komunitas praktik mereka yang sudah turun temurun selama banyak generasi.  Aku adalah kelanjutan dari mereka. Kumohon leluhur spiritual ini untuk menurunkan sumber energi kedamaian, stabilitas, pengertian, dan cinta kasih mereka yang tiada batas kepadaku. Aku bersumpah untuk berlatih guna merubah derita yang ada di dalam diriku dan dunia, serta menurunkan energi mereka kepada generasi praktisi mendatang. Leluhur spiritualku mungkin mempunyai kesulitan mereka sendiri dan tidak selalu dapat menurunkan ajaran, tapi kuterima mereka sebagaimana mereka adanya.        
 
(TIGA NAFAS)
(LONCENG)
(SEMUA BANGKIT BERDIRI)
 
“Kulihat guru-guruku di dalam diriku, merekalah yang menunjukkan aku jalan cinta kasih dan pengertian, cara untuk bernafas, tersenyum, memaafkan, dan hidup di saat ini secara mendalam.” Saat anda menyentuh Bumi, anda lihat guru anda, anda lihat wajahnya dengan jelas. Jika dia sudah meninggal, setiap pagi saat anda menyalakan dupa dan bernafas secara berkesadaran, dan melihat fotonya yang ada di atas altar, jangan pikir ini hanya sebuah ritual kosong belaka. Mempersembahkan dupa ke atas altar Buddha—altar leluhur spiritual dan keluarga anda—merupakan sebuah praktik yang otentik. Tubuh dan pikiran anda tenang dan damai. Memegang dupa, anda tahu anda sedang berlatih agar dapat terhubung dengan leluhur spiritual anda. Melihat ke dalam mata guru anda, anda tahu anda adalah kelanjutan guru anda. Anda lihat arus leluhur spiritual anda. Mungkin guru anda ada kesalahan, tapi dia tetaplah guru anda, dan dia bawa serta dalam dirinya kebijaksanaan banyak generasi.
Sangatlah baik menaruh foto leluhur spiritual dan/atau keluarga anda di altar anda. Bahkan foto satu orang saja sudah membantu—foto seseorang yang anda jumpai dalam kehidupan ini, orang yang mewakili seluruh leluhur spiritual anda. Melihat wajahnya, anda teringat pada banyak suara dan citra. Suara dan citra tersebut dapat membantu anda terhubung dengan leluhur spiritual anda. Anda bisa taruh dua atau tiga foto di altar, tapi setidaknya mesti ada satu. Setiap kali anda menyalakan dupa di altar, pertahankanlah perhatian murni. Mata anda terhubung dengan foto dan anda tersenyum kepada guru anda. “Guruku, kunyalakan dupa ini untukmu.”
“Kulihat melalui para guruku semua guru dari banyak generasi.” Pertama-tama, anda lihat citra kakek guru anda. Jika anda bisa lihat guru anda, anda bisa lihat guru dia. Tanpa gurunya, guru anda tidak akan jadi sebagaimana dia adanya. Jika anda cukup beruntung pernah tinggal bersama kakek guru untuk jangka waktu tertentu, meditasi ini akan menjadi mudah. Berbagai suara, citra, dan memori yang ada membuat melihat secara mendalam menjadi lebih mudah. Anda undang guru-guru lain dari silsilah spiritual anda dengan menyebutkan nama mereka. Jika anda pernah belajar dengan sesepuh dan guru spiritual yang berbeda-beda, tentu anda akan lebih jelas siapa saja mereka. Anda tahu jika mereka tidak menjadi sebagaimana mereka adanya, anda juga tidak akan menjadi sebagaimana anda adanya. Anda tahu, berkat mereka, anda sekarang belajar cara bernafas, tersenyum, meditasi, dan merubah penderitaan. Ketika anda membacakan nama mereka dan melihat secara mendalam, secara alami anda akan kontak dengan mereka dan energi mereka akan mewujud dalam darah anda. Walaupun beberapa dari sesepuh-sesepuh tersebut ada kesalahan, sebagaimana halnya orang tua dan buyut anda yang juga ada kesalahan, anda masih bisa menerima mereka.
”Kulihat Buddha sebagai guru sekaligus leluhur spiritualku.” Buddha adalah leluhur spiritual anda. Anda bisa merasakan suatu keterhubungan yang intim dengan Buddha dan tidak memikirkan Beliau sebagai satu deity yang jauh dan ngawang-ngawang atau seorang tokoh sejarah. Sebagai manusia, anda adalah anak Buddha dan Beliau telah menurunkan permata berharga yang tak terhitung kepada anda melalui para guru dan sesepuh spiritual anda. Lihatlah dengan jelas bahwa Buddha ada di dalam diri anda. Ketika anda mampu melihat hal itu, anda akan menerima energi Buddha yaitu perhatian murni. Saat memeditasikan Buddha, anda juga meditasikan semua guru Beliau. Walaupun pemahaman mereka tidak sedalam Buddha, tapi di masa awal latihan, Buddha tergantung pada tuntunan dan dukungan mereka. Buddha juga punya akar. Beliau ada orang tua, buyut, dan juga guru-guru seperti kita semua. Buddha Nhien Dang (Dipankara) merupakan guru Beliau di salah satu kehidupan lampau-Nya yang menginisiasi Beliau ke dalam praktik, seperti halnya Sudhana yang belajar dari lima puluh tiga guru yang di antaranya adalah guru dari agama-agama lain dan guru-guru yang usianya masih agak muda.
“Kulihat energi Beliau beserta energi guru dari banyak generasi telah masuk ke dalam diriku dan sedang menciptakan kedamaian, suka cita, pengertian, dan kasih sayang di dalam diriku.” Jika anda mengandung beberapa kadar energi kedamaian, pengertian, dan cinta kasih, itu adalah berkat leluhur spiritual anda. Begitu anda melihat hal itu, anda akan dipenuhi energi mereka.
” Aku tahu energi Buddha telah merubah dunia secara mendalam.” Walaupun agama Buddha belum lama diturunkan ke Barat, tapi ia telah memberikan dampak penting. Agama Buddha diturunkan ke Vietnam pada abad kedua dan ia telah memperindah kehidupan spiritual dan budaya orang Vietnam dalam cara yang memberikan manfaat pada seluruh negeri. Bahkan orang Vietnam yang bukan Buddhis sekalipun mengandung intisari Buddha dalam darah mereka. Selama dua ribu tahun, orang Vietnam telah dipengaruhi oleh cinta kasih, kasih sayang, dan pengertian Buddha. Bukanlah suatu  hal yang tidak lazim untuk melihat seorang nenek tua di Vietnam yang sedang dengan lembut menepuk-nepuk pohon yang patah dahannya. Sentuhan lembutnya dihasilkan oleh arus cinta kasih dan kasih sayang yang telah menembus orang Vietnam selama bergenerasi. Agama Buddha telah membantu memperadab orang Vietnam, sebuah fakta yang mudah dilihat pada masa dinasti Ly dan Tran di mana spirit agama Buddha memotivasi semua orang, mulai dari Kaisar hingga rakyat jelata. Contohnya, pada masa dinasti Ly, ketika seorang tawanan perang dari Champa diketahui adalah guru Buddhis, dia pun diangkat menjadi Guru Negara. Orang itu adalah Guru Zen Thao Duong. Peristiwa itu menunjukkan sikap yang sangat terbuka.
”Tanpa Buddha dan seluruh leluhur spiritual ini aku tidak akan tahu cara berlatih untuk membawa kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hidupku serta ke dalam hidup keluarga dan masyarakatku.” Saat latihan Sentuh Bumi kedua, adalah penting untuk terhubung dengan keluarga spiritual anda. Kita tidak bisa menemukan kebahagiaan jika keluarga yang kita miliki hanya keluarga darah. Kita semua membutuhkan dua keluarga—keluarga darah dan keluarga spiritual. Ketika anda mengalami masalah dengan keluarga darah anda, keluarga spiritual anda bisa membantu; ketika keluarga spiritual anda sedang dalam kesulitan, keluarga darah anda bisa menawarkan kenyamanan.    (bersambung)   
 
   
       



Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke