|
Supaya member lain tdk salah anggap dgn apa yg di-sensor: saya
tidak menulis kata2 kotor, jorok, atau umpatan.
Sehingga saya sendiri pun bingung mengapa itu
disensor.
Mungkin pemikiran admin yg menjadi over tendensius &
ngeres kali yah?
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 29, 2005
10:43
Subject: Re: [Dharmajala] Ternak
Walet
Sejak kapan kriteria mata pencaharian dikaitkan dgn Pancasila
Buddhis? Di Jalan Tengah Berunsur Delapan, kan dibahas mengenai Mata
Pencaharian Yg Benar [bukan Pancasila Buddhis]. Hati² lho, ntar Anda oleh
"censored" dicap: CENSORED. He he he.
----- Original Message
----- From: wawan setiawan To: [email protected]
Sent: Wednesday, December 28, 2005 18:11 Subject: Re:
[Dharmajala] Ternak Walet
Namo Buddhaya, Saya
kebetulan tahu sedikit mengenai berternak walet, jadi saya mau
sharing sama teman-teman disini. Berternak walet itu berbeda dengan
berternak hewan lainnya, karena berternak walet kita cuma
perlu menyediakan fasilitas bagi walet untuk tinggal, cuma
kadang-kadang di dalam menyediakan fasilitas ini sebagian orang
menyediakan pohon-pohon lamtoro gung yang merupakan sarang serangga
sehingga dapat dijadikan untuk makanan walet, ada juga
yang menyediakan jerami yang sengaja dibasahi sehingga
bisa menjadi media tumbuhnya ulat, yang juga menjadi
sumber makanan bagi walet, kedua hal ini menurut saya
melanggar sila pertama Buddhis. Sedang untuk pengambilan sarang itu
sendiri pada waktu panen, menurut saya tidak melanggar Pancasila
Buddhis, cuma bagi sebagian orang itu melangar
perikebinatangan, karena sarang tersebut merupakan tempat tinggal
bagi walet tersebut dan tempat bagi walet tersebut untuk
bertelur. Di dalam aturan berternak walet sendiri ada
larangan untuk mengambil sarang yang masih didiami oleh
anak burung, karena kalau hal tersebut dilakukan maka si
walet akan ngambek dan kemungkinan akan tidak mau membuat sarang
lagi. Jadi menurut saya berternak walet sich ok ok saja
selama kita tidak melanggar Pancasila, soal tega atau tidak tega
pada waktu pengambilan sarang terserah pada orang yang terkait,
karena toh mereka juga akan membuat sarang baru setelah sarang lama
mereka dipanen (hukum alam) Jadi terserah anda
memutuskan.
Salam Hartawan S.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured
and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|