Sekedar untuk sharing..
 
- Sebenarnya kalau dilihat dari buddhist menurut saya pribadi, ternak walet memang kurang bagus. Karena walet mengeluarkan air liurnya untuk sarang telur yang kemudian jadi anaknya terus tempat bagi walet kecil untuk hidup. kalau kita rusak sarangnya maka walet-walet itu terpaksa membuat sarang lagi untuk telur/anak-nya. bahkan beberapa sarang walet mungkin anda pernah lihat ada yang terlihat seperti darah, padahal itu sebenarnya akibat dari walet terlalu memaksakan untuk membuat sarang dari air liur nya. tetapi anggapan beberapa orang kalau sarang walet yang ada darahnya lebih mahal (ada yang bilang itu sarang walet emas khasiatnya lebih tinggi).
  ada solusi sebenarnya untuk menghidari hal ini, sebenarnya bukan suatu solusi total.
  Orang yang melakukan ternak tersebut bisa mengambil beberapa bagian 1/3 atau bahkan 1/2 dari sarang walet yang menempel, jangan seluruhnya biarkan walet tersebut bisa menggunakan sisa2 sarang yang ada. mungkin kalau dijual harganya akan berkurang tetapi sebenarnya tidak masalah karna walet-walet tersebut akan terus berkembang biak, tetapi kalau dipaksakan untuk diambil semua mungkin suatu saat mereka akan kabur.
 
- jangan salah persepsi kalau buddhist yang sempurna tidak malan segala sesuatu yang asal usulnya membuhuh
saya juga ingin memberikan pendapat pribadi
ada ungkapan yang mengatakan "Suci tidak suci bukan dari makanan tapi pikiran"  seperti yang diungkapkan bro johannes itu benar kalau dihitung2 berapa banyak sebenarnya makhuk yang menjadi korban (bakteri, hama, serangga dll) dibandingkan kita makan 1 ekor babi or sapi (bisa dibagi beberapa orang) .
Tapi mungkin pemahaman vegetarian kita dianggap tidak bersentuhan lebih langsung dengan pembunuhan yang membantu pikiran kita menjadi tidak sadis
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 29, 2005 12:43 PM
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak Walet

Kalo mau jadi Buddhis yang sempurna, tidak makan segala sesuatu yang asal usulnya membunuh sesuatu, jangan makan apa-apa kalo gitu. Jangan kira dengan jadi vegetarian berarti gak membunuh.

Untuk memanen sayur-sayuran itu sang petani mesti menjaga sayuran tersebut dari hama, membunuh ulat, belalang, serta tikus yang memakan tanaman itu. Belum lagi ketika mesin giling menggiling gandum di Amerika banyak binatang kecil seperti ular, kelinci, musang ikut terlindas dan mati.

Mau lihat dari sisi mana?

Apakah bakteri (yang pada zaman Sidharta mendapat pencerahan belum ditemukan) termasuk mahkluk hidup dalam agama Buddha? Menurut biologi iya lho...tapi mengapa kita berusaha memusnahkan bakteri? Karena kita ingin hidup sehat kan, tapi dengan cara membunuh, tetep aja... nah lho buntu lagi. Ada yang bisa kasih tahu? Bagaimana menyikapinya?



Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke