Pendidikan Antikorupsi Itu Bergulir dari Kudus
Basuki Sugito terus terang tergugah hatinya dan tertantang setelah membaca resensi buku Teaching Integrity to Youth: Examples from 10 countries, terbitan Transparency International di awal tahun 2005. Terutama di bagian penutup resensi yang menanyakan keberanian guru di Indonesia menyikapi persoalan korupsi yang sudah amat parah
menimpa negeri ini. Perang melawan korupsi harus diberikan lebih dini dan peran sekolah sangatlah penting untuk memberikan bekal pengalaman antikorupsi kepada para siswa.
Bahkan, di negara dunia ke tiga, seperti Kamboja, materi pelajaran antikorupsi sudah masuk ke sekolah-sekolah. Sebaliknya Indonesia yang tergolong tinggi tingkat korupsinya di dunia, instansi yang paling berwenang-dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) malah belum menyentuh persoalan ini.
Kebetulan saya seorang guru, tuturnya ketika berbincang dengan Kompas di rumahnya di Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus, Senin (2/1). Saya lebih dulu merenung dan berpikir ulang. Lalu bertukar pikiran dengan kepala sekolah, sejumlah guru, dengan Pusat Pelayanan Hukum Masyarakat (PPHM)-Yayasan Pengabdian Hukum Indonesia (Yaphi). Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun
praktisi hukum Todung Mulya Lubis, semuanya mendukung niat saya untuk menggulirkan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Sekolah Menengah Pertama Keluarga (SMPK) Kudus, tuturnya.
Basuki adalah salah satu guru SMPK pengajar mata pelajaran matematika dan nyambi sebagai wartawan surat kabar lokal Yogyakarta, serta mengisi rubrik Brang Wetan di harian lokal Jawa Tengah.
Setelah hampir setahun menggodok draf kurikulum PAK, Senin (19/12/2005), SMPK secara resmi menggelar materi pelajaran baru PAK perdana untuk siswa kelas 7 dengan mengambil jam pelajaran pembiasaan, Ya baru sekali itu karena sekolah libur dan mulai awal Januari 2006 tengah berlangsung ujian sekolah. Jadi, akan dilanjutkan lagi setelah ujian sekolah selesai, ujar Basuki.
Kepala Sekolah SMPK J Soeparmo yang ditemui terpisah
membenarkan, materi PAK pada awalnya akan diberikan kepada para siswa awal Oktober. Rencana gagal terlaksana karena SMPK pada saat itu tengah diakreditasi, yang membutuhkan waktu selama hampir dua bulan.
Materi PAK itu sendiri tidak akan serumit pandangan umum, karena PAK sebenarnya sudah akrab dengan siswa selama ini. Seperti perbuatan menyontek, berlaku tidak jujur, masuk sekolah tidak tepat waktu, itu termasuk tindak korupsi.
Agar materi PAK lebih mudah dicerna dan memperkaya pengetahuan, langkah yang akan ditempuh SMPK Kudus, yaitu mengundang Bupati, Ketua DPRD, unsur pejabat negara lainnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga hukum, hingga wartawan.
Sekarang ini, menurut Soeparmo, materi yang diajarkan baru satu kali dan terbatas di lingkungan sekolah, keluarga, dan
tempat tinggal siswa (RT dan RW). Sehingga pertanyaan yang kami ajukan ringan-ringan. Seperti berikan lima contoh korupsi di lingkungan sekolah yang sering dilakukan para siswa sendiri. Lima contoh praktik korupsi di rumah, dan RT/RW, tuturnya.
Selain itu, materi tahap awal baru ditujukan bagi siswa kelas 7 karena sudah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) kurikulum 2004, di mana dua jam pelajaran di antaranya merupakan jam pembiasaan.
Dua jam pembiasaan ini umumnya digunakan untuk upacara bendera setiap hari Senin dan satu jam lainnya diserahkan pada kebijakan sekolah masing-masingbiasanya untuk kegiatan bersih-bersih kelas.
Mengingat materi pelajaran siswa sudah begitu padat dan berat, maka satu jam pembiasaan dimanfaatkan untuk pembekalan PAK agar tidak menambah
beban para siswa.
Suparmo juga menginformasikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyusun kurikulum antikorupsi tingkat SMP. Draf kurikulumnya tengah dalam proses penyelesaian dan dijadwalkan selesai akhir Februari agar bisa dijadikan acuan bagi SMPK.
Inti silabus PAK, menurut mereka, mencakup pemberian materi, metode, dan indikator yang hendak dicapai. Mereka sadar, PAK tidak mungkin membereskan semua permasalahan korupsi di Indonesia. Hasilnya mungkin baru terasa pada 10-15 tahun mendatang.
Akan tetapi, dengan PAK ini segenap pendidik di SMPK Kudus sudah ikut berusaha memerangi budaya korupsi.
Apalagi jika PAK ini bisa diajarkan di semua sekolah di seluruh Indonesia dengan harapan nantinya bisa
dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.(SUPRAPTO)
Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
