Dearest Bro Ching ik,
Salut Buat Anda ! Sy Secara Pribadi Menghargai NIat Baik Disertai Perbuatan Yg Baik Oleh Anda; Semoga Ini Memberikan Kepastian Bagi Kita Semua !
ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
1.Pertanyaan a, saya rasa teman2 lainnya telah menjawab dengan
benar.
2. Mengenai pertanyaan b tentang tidak ada niat dari sang Buddha
membabarkan dharma, sudahlah kita tidak perlu menerka-nerka
sebabnya, mari kita baca saja jawaban lansung dari sang Buddha dalam
kitab Upaya Kausalya Sutra (seperti yang telah dijelaskan oleh bro
Dharmaduta). Berikut saya akan kutipkan langsung jawaban dari sang
Buddha kepada bodhisattva Nyanajina dalam Sutra ini:
¡§Ketika Tathagata masih menapaki jalan Bodhisatva, ia melatih
perbuatan-perbuatan dan tekad sumpah yang tak terhitung banyaknya
untuk memberikan kebahagiaan pembebasan kepada semua makhluk hidup,
namun mengapa ia membabarkan Dharma hanya setelah diminta oleh
Brahma untuk melakukannya? Putra yang berbudi, Tathagata mengetahui
bahwa banyak dewa dan manusia berlindung kepada Brahma dan memujanya
karena mereka berpikir bahwa Brahma telah menciptakan mereka, bahwa
ia adalah makhluk yang termulia di dunia, dan bahwa selain ia tiada
lagi yang dapat menciptakan dunia. Putra yang berbudi, pada saat
itu, mengetahui hal ini, Tathagata berpikir, ¡§Sekarang saya harus
menunggu Brahma untuk meminta saya membabarkan Dharma. Bila Brahma
tunduk padaku, maka makhluk-makhluk yang berlindung kepadanya akan
berlindung kepadaku dan berkata satu sama lain, ¡§Brahma meminta
Tathagata untuk membabarkan Dharma. Brahma sungguh telah
melakukannya¡¨.
¡§Putra yang berbudi, karena Tathagata mempunyai kebajikan agung
yang luar biasa, Brahma datang kepadanya dan memohon dengan sangat
untuk membabarkan Dharma dan memutar roda Dharma. Putra yang
berbudi, jika tidak melalui kekuatan batinku yang menyebabkan Brahma
datang memohon kepadaku, ia tidak akan datang memohon, karena ia
tidak mempunyai niat untuk melakukannya. Putra yang berbudi, supaya
para makhluk hidup yang berlindung kepada Brahma melepaskan diri
mereka darinya, amatlah penting bagi Buddha untuk menunggu sampai
Brahma memohon kepadanya; tindakan Brahma membuktikan kehebatan dan
keunggulan Buddha. Putra yang berbudi, ketika Brahma memohon kepada
Tathagata untuk memutar roda-Dharma, enam juta delapan ratus ribu
dewa dari Surga Brahma membangkitkan pikiran anuttara samyaksambodhi
dan berkata, ¡§Ia benar-benar seorang Buddha. Ia yang termulia, yang
tertinggi di antara para makhluk hidup¡¨. Mereka membuat tekad sumpah
yang demikian: ¡§Di salah satu kehidupan mendatang, saya akan
mencapai kearifan dan kebajikan yang luar biasa sama seperti yagn
telah dicapai Buddha¡¨. Ini adalah upaya kausalya dari Tathagata.
I
¡§Putra yang berbudi, saya baru saja membicarakan tentang
sebab-musabab dan kondisi kondisi dalam memperlihatkan sepuluh
perbuatan kepada para makhluk hidup. Dalam melakukan sepuluh
perbuatan ini, Bodhisatva, Tathagata mempertunjukkan upaya kausalya.
Hanya orang arif yang dapat memahami hal ini. Putra yang berbudi,
Anda tidak boleh beranggapan bahwa Bodhisatva telah melakukan
pelanggaran, bahkan yang terkecil sekalipun. Akan tidak mungkin lagi
Bodhisatva untuk duduk di bodhimanda dan mencapai anuttara
samyaksambodhi jika ia telah melakukan hal-hal yang tidak baik apa
pun, bahkan yang terkecil sekalipun. Mengapa? Karena, putra yang
berbudi, Tathagata telah berhasil dalam segala dharma yang baik dan
memutuskan segala dharma yang tidak baik. Ia bebas dari Samsara,
balasan karma, dan kekuatan kebiasaan [yang menumpuk di kehidupan-
kehidupan lampau]; sama sekali tidak mungkin bahwa ia masih ada sisa
karma yang belum dilenyapkan, apalagi bahwa ia dirintangi oleh
balasan karma. Putra yang berbudi, demi kepentingan para makhluk
hidup yang mengatakan bahwa tidak ada balasan karma dan tidak
percaya adanya balasan karma, maka Tathagata memperlihatkan sebab-
musabab dan kondisi-kondisi yang memunculkan ¡§balasan karma¡¨ pada
dirinya. Tathagata sebenarnya tidak mempunyai balasan karma, tetapi
memperlihatkan hal ini kepada para makhluk hidup, supaya mereka
dapat berpikir, ¡§bahkan ia, Raja Dharma, pun masih menerima balasan
karma, apalagi para makhluk hidup lainnya¡¨.
¡§Putra yang berbudi, Tathagata tidak mempunyai rintangan-
rintangan karma. Sebagai contoh, misalnya seoerang guru pandai yang
mengajar anak-anak membacakan untuk mereka beberapa bab dari sebuah
buku. Ia melakukannya bukan karena ia tidak mengerti isi buku itu,
tetapi karena ia berpikir bahwa anak anak tersebut akan meniru
contohnya dan ikut membaca. Dengan cara yang demikian pula , putra
yang berbudi, Tathagata, yang telah mempelajari semua dharma dengan
baik, mengatakan kata-kata tertentu dan memperlihatkan peristiwa-
peristiwa tertentu [bukan karena ia masih mempunyai rintangan-
rintangan karma tertentu, tetapi] karena ia ingin para makhluk hidup
lainnya melakukan perbuatan-perbuatan suci. ¡K¡K..
¡K.¡¨putra yang berbudi, sebagai contoh, misalnya ibu susu dari putra
seorang sesepuh. Demi kepentingan bayi yang dipercayakan
perawatannya karena cinta orang tua itu terhadap putranya, ia
meminum obat yang pahit walaupun tidak sakit. Ia meminum obat yang
pahit itu karena ingin membuat susunya suci. Demikian pula, putra
yang berbudi, Tathagata, Bari dari Seluruh Dunia, tidak jatuh sakit,
tetapi tampak seperti sakit dengan tujuan untuk mengajari dan
mengubah para makhluk hidup yang tidak mengetahui balasan karma; ia
tampai seperti menerima balasan-balasan tertentu dari karma-karma
tertentu, agar setelah mendengar hal ini, para makhluk hidup menjadi
takut dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan jahat lagi.
Semoga kutipan ini dapat bermanfaat.
Amithofo
Cg ik.
--- In [email protected], "PIJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> a). Tidak ada donk. kalau ada ngapain Siddharta Gautama susah2
menjadi sang Buddha? Belajar aja sama sang Buddha saat itu.
> b). Justru karena sdh mencapai pencerahan sempurna maka seoarang
Buddha tidak memiliki niat atau keinginan pribadi lagi. Sehingga
para dewa memohon sang Buddha untuk membabarkan Dhamma. Justru aneh
kalau sang Buddha punya inisiatif sendiri untuk membabarkan Dhamma.
Untuk kasus bikkhuni, kita cowok aja disuruh meditasi setiap hari
aja susah, apalagi menjalani kehidupan kebikkhuan buat wanita, jadi
kalau seseorang tidak punya tekad yang kuat lebih baik jangan coba2.
Untuk menguatkan tekad itu maka sang Buddha tidak langsung
mengizinkan.
> Soal Buddha masih mengalami kesakitan dan sebagainya justru hal
itu semakin membuktikan bahwa sang Buddha benar2 sudah mencapai
pencerahan sempurna. Karena kalau belum maka tentu dengan
kekuatannya sang Buddha pasti sudah menyembuhkan diriNya sendiri
atau malah menghindar karena ndak tahan/takut ama penderitaan.
Sebaliknya kalau tubuh sang Buddha tidak bisa sakit, tidak bisa
rusak, maka lebih aneh lagi.... karena sang Buddha sendiri
mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berkondisi pasti berubah.
Pencapaian kebuddhaan, kesucian tidak berhubungan dengan badan ini
tapi kondisi mental.
>
>
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
