Dear All,
 
Menurut saya, isi / pesan yang ingin disampaikan dari serat ini adalah mengenai sejarah masuknya islam ke tanah jawa, dan juga sekaligus runtuhnya dinasti majapahit (juga pada pudarnya pemeluk Buddhisme di kalangan rakyatnya). Bukan untuk mempertajam pernyataan salah thd Buddhisme menurut paham agama lain (juga pemahaman salah thd agama lainnya yang juga disebutkan). Justru pemahaman salah tsb yang makin 'mengecilkan' si pemilik pandangan itu.
Bagi umat Buddhis, sejarah ini lumayan penting untuk diketahui. Sejarah, kita bisa gunakan sebagai pengalaman yang memang belum tentu 100% benar.
Cerita mengenai kekejaman Raden Patah berserta laskar Demak, saya sudah lama pernah mendengarnya, namun belum ada buku / literatur sejarah yang jelas yang memperkuat cerita itu.
 
Apa salah nya kita baca, semoga bisa bermanfaat, juga bisa menyadarkan kita sebagai Buddhis, bahwa bukan hanya kita harus 'membina' sisi dalam diri kita saja, tapi juga ada tanggung jawab ke luar diri kita, yaitu melestarikan dan mengembangkan Buddhisme di lingkungan sekitar kita. Jadilah pemuda Buddhis yang optimis, dan berguna bagi masarakat juga bagi perkembangan Buddhisme itu sendiri.
 
Swathi Hottu,
 
CFR.


- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

ya... tapi kalo informasi situasi pudarnya  pengaruh agama Buddha,
semata-mata cuma berpegang  pada isi serat ini dan mengganggap isi
serat ini pasti benar...
apalagi sampe mempromosikan serat ini ke daerah-daerah terpencil

kalo mempromosikan serat ini berarti kita nggak cuma mempromosikan
tentang situasi pudarnya pengaruh Buddha di jawa,
berarti kita juga mempromosikan cerita tentang agama lain menurut
pemahaman penulis yang minim akan agama-agama tersebut, dan
keliatannya pehamannya itu menyimpang dari pemahaman agama yang sebenarnya

kalo sampe pemahaman tentang agama lain yang keliru seperti ini juga
diterima mentah-mentah oleh umat Buddha di pelosok pelosok,

apa  ini nggak akan jadi bumerang sendiri buat agama buddha,







--- In [email protected], sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sebenarnya inti yang diambil dari serat ini adalah
> sejarah nya bukan ajaran Agamanya.
>
> Selama ini kita kurang mendapatkan informasi
> bagaimana situasi pudarnya pengaruh Agama Buddha.
>
> Jadi menurut buku ini cukup bagus agar kita tahu
> kejadian sejarah dan bagaimana sikap "Toleransi
> dan Cinta Kasih" yang universal itu akhirnya
> menjadi bumerang bagi Umat Buddha.
>
> Sometimes we have to say "No".
>
>
> --- - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > saya dulu pernah baca serat dharmogandul,
> > yang saya ingat di bagian2 akhir serat ini juga
> > bercerita seperti
> > apasih ajaran agama Konghucu, juga Islam  menurut
> > versi penulis
> >
> > tapi sepertinya si penulis  kurang memdalami tentang
> > agama-agama lain
> > yang dia tulis
> > seperti Harun Yahya yang nggak mengerti tentang
> > agama Buddha tapi
> > menjelaskan tentang agama Buddha.
> >
> > kalo serat ini sampai dianggap 100% benar apa nggak
> > merupakan
> > pembodohan bagi umat Buddha ?
> >
> > mungkin sebagian serat ini memang di tulis
> > berdasarkan kenyataan
> > sejarah, tapi sepertinya ada bagian yang ditulis
> > berdasarkan pemahaman
> >    si penulis yang minim tentang seperti apa sih
> > ajaran agama lain itu
> > sebenarnya
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>






Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke