Ceritanya sih bagus. Hm, dia wawancarai tuh semut yah.
hebat ya. Tapi ini benar kata si semut bukan? ato cuma
pikiran org itu yang berpikir seperti itu. 


--- willyyandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Semut dan Manusia 
> 
> (Erabaru.or.id) Ada sekelompok semut sedang sibuk di
> bawah cahaya 
> matahari, ketika seorang manusia menjongkokkan badan
> melihat semut 
> itu, bayangan dirinya menutupi cahaya mentari. 
> 
> "Wah, apa ini?" kata semut.
> 
> Dengan panik semut-semut itu bertanya, "Apa gerangan
> yang telah 
> menutupi cahaya mentari?"
> 
> Semut A berkata, "Sepertinya suatu makhluk yang
> sangat besar, jangan-
> jangan makhluk hidup taraf tinggi yang besarnya tak
> terhingga 
> dibanding semut, dalam legenda yang bernama
> Manusia?"
> 
> Semut B berkata, "Memang, ada legenda kuno
> demikian." 
> 
> "Saya tidak percaya. Kalau bisa carikan saya satu
> "Manusia", biar saya 
> lihat dulu, saya baru percaya kalau sudah
> melihatnya."
> 
> Para semut memiliki pendapat yang bermacam-macam.
> Ada yang percaya, 
> ada juga yang tidak. Namun, legenda eksisnya
> "Manusia" tetap tersebar 
> luas di dalam lubang semut. 
> 
> Apa! ada "Manusia"? Ini propaganda takhayul!
> Turunkan tihta. Seluruh 
> rakyat perkuat pelajari 3 teori saya yakni tekankan
> pada ilmu 
> pengetahuan, produksi dan raja semut. Berdasarkan
> ilmiah, anti 
> takhayul. Kita harus menjadikan raja semut sebagai
> kekuatan inti, 
> jalankan dengan baik pembangunan ekonomi semut. Di
> dalam lubang, raja 
> semut melancarkan gerakan propaganda besar-besaran
> anti takhayul, dan 
> penekanan pada ilmu pengetahuan. Namun, legenda
> tentang "Manusia" 
> sudah meresap dalam sanubari semut, tidak bisa
> dirubah dengan 
> propaganda.
> 
> Lantas, mana yang baik, manusia atau raja semut?
> 
> Begitu raja semut tahu, lantas menjadi kesal: "Saya
> percaya atheisme 
> (tidak mengakui keberadaan Tuhan) tidak bisa
> memenangi theisme 
> (percaya pada Tuhan). Semut sudah saya bina sejak
> kecil. Semua semut 
> dalam lubang percaya bahwa semut yang ada di tengah
> manusia harus 
> memilih diantara keyakinan dan kehidupan mereka,
> saat ujian akhir 
> semut kecil harus menjawab melalui kertas ujian
> tertulis tentang siapa 
> yang baik, apakah manusia atau raja semut? 
> 
> "Sudah waktunya saya pulangÂ…," tiba-tiba manusia
> tadi berpamitan.
> 
> Sampai disini, orang itu lalu pergi, dan tanpa
> disengaja, menginjak 
> mati raja semut. Sebenarnya adakah yang namanya
> manusia itu? Semut-
> semut yang terselubungi dan malang ini masih belum
> jelas apa 
> sebenarnya yang telah terjadi, mereka masih merenung
> sebenarnya ada 
> atau tidak suatu kehidupan yang namanya "Manusia". 
> 
> Nah, apa kalian suka dengan cerita ini? Bahkan kita
> tahu bahwa di atas 
> dunia ini banyak orang yang hidup, namun,
> semut-semut tidak melihat, 
> juga tidak percaya, sungguh kasihan, bukan? 
> 
> Mengapa semut tidak bisa melihat, tidak percaya
> dengan keberadaan 
> manusia? Jawabannya: semut dan manusia hidup di
> dunia yang berbeda, 
> melalui penglihatan semut tidak bisa melihat secara
> jelas dunia 
> manusia, dan dari pengalaman semut juga tidak bisa
> membayangkan 
> kehidupan manusia.
> 
> Apakah dikarenakan semut tidak percaya lantas
> benar-benar tidak ada 
> manusia? Jawabannya tentu saja tidak!
> 
> Kita akan menjumpai banyak hal ihwal yang sekilas
> sulit dipercaya, 
> dipahami atau tidak dimengerti, jika saat itu tiba,
> kalian harus ingat 
> dengan kisah semut ini, jangan sampai melakukan
> kesalahan yang sama 
> dengan semut-semut itu.
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke