Assalamualaikum Wr, Memutuskan lingkaran tunimbal lahir untuk mencapai tingkat bodhi memang adalah tujuan eskatologis ajaran Buddhis. Apanya yang salah? Salahnya adalah, sebagian besar umat Buddha di Indonesia hanya mengerti dogma Theravada, sehingga konsep Nirvana yang dimengerti hanyalah "Nirupadhicesa-nirvana" atau "Nirvana Tuntas" (Nirvana Tak bersisa), suatu pencapaian tingkat Bodhi yang total bersama dengan leburnya bentuk wujud fisik jasmani yang bersangkutan mengikuti padamnya segala macam kilesa, tanpa sesuatu apa pun yang tersisa.
Namun, dalam tradisi Mahayana (dan Tantrayana) dikenal "Sopadhi-cesa- nirvana" (Nirvana Bersisa). Artinya walaupun segala macam bentuk kilesa telah dipadamkan dan telah mencapai tingkat Bodhi, namun dengan kekuatan cettana yang bersangkutan bentuk wujud fisik masih tetap dapat diwujudkan eksistensinya. Inilah yang terjadi pada diri para Bodhisattva, Mahasattva, Vajrasattva serta para Dalai Lama, Panzhen Lama, Rinpoche yang dikenal dalam Tantrayana yang katanya dapat menentukan sendiri untuk reinkarnasi dan turun kembali dalam wujud fisik ke dunia saha untuk memberikan bimbingan dan menolong para mahluk hidup. Syalom, Erik --------------------------------------------------------------------- In [email protected], Ika Polim wrote: > Dearest All, Bro & Sis Bagaimana Tanggapan Kita Ttg Para Dalai Lama Tibet Yg Selalu Ingin Dilahirkan Kembali Di Dalam Dunia Kosong Ini Agar Mampu Memberikan Pembabaran Dharma Sebanyak Mungkin Seluas Mungkin Kepada Berbagai Kesempatan Kepada Mahkluk Berkaki Dua Ini Di Seluruh Dunia ???!!! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
