Berikut dilampirkan berita terbaru dari Forum Solidaritas Buddhis, semoga  ini dapat memberikan informasi yang baik bagi saudara-i se-Dhamma.

===========================================================

Nomor  :  02/FSB/I/06                                                       Jakarta, 8 Februari 2006
 
Kepada Yth.
Dirjen Bimas Hindu dan Buddha
Departemen Agama Republik Indonesia
di Jakarta
 
Perihal :    Laporan Kemajuan/Progress Report Kasus Penodaan agama Buddha             oleh Pendeta Theodores Tabaraka
 
Dengan hormat,
Kami, Sekretariat Forum Solidaritas Buddhis (FSB) dengan ini hendak menyampaikan laporan kemajuan/progress report mengenai kasus penodaan agama Buddha sehubungan dengan terbitnya iklan ”Seorang Budha Menemukan Surga” yang terbit di Surat Kabar Suara Pembaruan tanggal 14 Oktober 2005, hal. 6 dan adanya ceramah Pendeta Theodores Tabaraka baik yang dilakukan di El Shaddai dan ceramah yang bersangkutan dalam bentuk 8 (delapan) keping cakram/VCD yang disebarluaskan.
Adapun laporan kemajuan/progress report yang hendak kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1.      Bahwa pada tanggal 18 Januari 2006, di Gedung Dewan Pers telah      dilaksanakan pertemuan tripartite antara pihak Dewan Pers sebagai        mediator, Suara Pembaruan yang diwakili oleh Pemimpin redaksinya Bpk.           Sabar Subekti, dan pihak FSB yang diwakili oleh kuasa hukumnya dari          Kantor Hukum Kusala Nitisena Bpk. F Sugianto Sulaiman, SH serta   beberapa eksponen Buddhis yang tergabung dalam FSB diantaranya Ibu       Siang Riani sebagai Wakil Koordinator FSB dan Sdr. Eddy Setiawan dari             HIKMAHBUDHI.
2.         Dalam pertemuan tersebut pihak Suara Pembaruan mengaku khilaf dan    kurang berhati-hati dalam pemuatan iklan ”Seorang Budha Menemukan Surga” serta meminta maaf atas terbitnya iklan tersebut. Permintaan maaf             tersebut diterima oleh pihak FSB dan sebagai tindak lanjutnya permintaan    maaf tersebut  dimuat dalam Harian Suara Pembaruan pada tanggal           19 Januari 2006.
3.         Bahwa terhadap Pendeta Theodores Tabaraka sendiri, FSB sebagaimana    diketahui telah membuat laporan Polisi di Polda Metro Jaya     tertanggal 17             Nopember 2005 dengan nomor laporan 3885/K/XI/2005/SPK UNIT ”I”.           Pelapor dalam perkara ini adalah koordinator FSB yaitu Bpk Ponijan Liaw, sedangkan saksi-saksi dalam perkara ini adalah Bpk. Moki dan       Bpk. Iwai. Disamping kedua saksi yang menghadiri ceramah       Pendeta Theodores Tabaraka di El Shaddai pada tanggal 15 Oktober 2005,    pihak penyidik Polda Metro Jaya telah pula memeriksa ahli dibidang             Bahasa Indonesia dan ahli dibidang agama Buddha. Yang memberikan      keterangan ahli dibidang agama Buddha adalah Bpk. Corneles             Wowor sebagai Direktur Urusan Agama Buddha di Departemen Agama        RI.
4.         Bahwa dari hasil pemeriksaan di Polda Metro Jaya sementara ini dapat      disimpulkan bahwa Pendeta Theodores Tabaraka telah melangar delik      penodaan agama sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 156 dan Pasal             156 huruf a KUHP, namun demikian pihak Polda Metro Jaya masih             hendak memeriksa ahli dibidang agama Kristen.
5.         Bahwa Penyidik Polda Metro Jaya yaitu Ibu AKP Susana menjanjikan        kepada Kuasa Hukum FSB Bpk. F. Sugianto Sulaiman SH dari Kantor Hukum Kusala Nitisena bahwa perkara ini tetap akan dituntaskan   dengan menjadikan Pendeta Theodores Tabaraka sebagai tersangka.          Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka maka akan dibuat            kesimpulan   final apakah kasusnya akan di P-21kan (diserahkan ke    Penuntut Umum) atau akan dihentikan penyidikannya. Menurut pihak             Penyidik Polda Metro Jaya, selain kedua hal tersebut diatas, jika ada          jalan damai antara   FSB sebagai saksi pelapor dengan pihak Pendeta     Theodores Tabaraka maka pihak Polda Metro Jaya juga bersedia         menghentikan penyidikan             tersebut.
6.         Bahwa oleh karena penyidikan di Polda Metro Jaya masih berlangsung,    maka pihak FSB telah menentukan sikap agar perkara tersebut tetap dilanjutkan saja karena sesuai dengan informasi yang kami terima pihak   Pendeta Theodores Tabaraka tidak pernah menyesali perbuatannya           sehingga dengan demikian tampaknya upaya damai sulit untuk dicapai.
7.         Bahwa untuk menjerat Pendeta Theodores Tabaraka ke meja persidangan             maka diperlukan dukungan dari berbagai pihak terutama dari para       tokoh-tokoh agama Buddha, sebab apabila sampai perkara ini tidak dapat       dilanjutkan maka umat Buddha akan sangat dirugikan. Hal ini akan             menjadi preseden bagi pihak-pihaktertentu untuk melakukan penodaan   terhadap agama Buddha sehingga dengan demikian ada kekhawatiran            apabila kasus ini tidak diselesaikan secara tuntas, agama Buddha akan           ternodai.
 
Demikianlah laporan kemajuan/progress report ini kami sampaikan kepada Bapak Direktur Jenderal Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama Republik Indonesia dengan tembusan ke berbagai pihak yang berkepentingan.
 
Terima kasih atas perhatian, kerjasama serta dukungannya selama ini.
 
Hormat kami,
 
 
Sekretariat FSB
 

Tembusan :
-       Direktur Urusan Agama Buddha Departemen Agama RI
-       Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI)
-       DPP WALUBI
-       Sangha Agung Indonesia (SAGIN)
-       Sangha Mahayana Indonesia (SMI)
-       Sangha Theravada Indonesia (STI)
-       DPP Majelis Buddhayana Indonesia ( MBI)
-       Klien
-       Arsip
 
Lampiran :
-       Kronologis
-       Surat Perdamaian dengan Suara Pembaruan
-       Koran Suara Pembaruan tertanggal 19 Januari 2006



Best regards,
Vera :)


Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke