--- In [email protected], "Sumita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Namo Buddhaya, > > "Di manakah letak Nibbana ?" > Bagi saya tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini karena pertanyaan ini > adalah pertanyaan yang salah. Tidak ada jawaban untuk pertanyaan yang > salah. Pertanyaannya sama salahnya dengan bertanya : "Kenapa manusia > berjalan dengan sayap ?" atau "Berapa jumlah sudut sebuah bola ?" > tidak ada jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Pertanyaan pertama > bertanya mengenai kenapa manusia berjalan dengan sayap. Pertanyaan ini > salah karena manusia tidak pernah memiliki sayap. Pertanyaan kedua > juga salah karena sebuah bola tidak memiliki sudut.
pertanyaanya memang salah, tapi tidak berarti bahwa pertanyaan salah tidak bisa dijawab atau tidak ada jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu. kalau menganut sifat fleksibilitas, anda telah menjawab sendiri pertanyaan yg anda klaim salah dan tidak ada jawaban itu. > > "Di manakah letak Nibbana ?" ini juga pertanyaan yang salah karena > Nibbana bukanlah suatu tempat, tidak ada pernyataan dari Sang Buddha > bahwa Nibbana adalah tempat, jadi tidak bisa dipertanyakan dengan kata > "dimana?" . > manusia seperti saya kalau tidak mengerti tentang nibbana atau gelap akan pengertian nibbana, maka wajar bertanya di mana, apa, kapan, bagaimana, siapa, dll, karena saya sendiri juga masih meraba-raba, jika memang tidak bisa di raba yah diselami, dan dirasakan...jika tidak bisa juga, dah memang sekarang belum mencapai 'state' nibbana. sorry tidak bisa menjelaskan, malah menambah binggung antara pertanyaan dan pernyataan. mohon maklum karena belum pernah tau persis nibbana itu, karena masih dalam taraf spekulasi, jadi pasti banyak salah, atau bahkan salah total hehehe...peace saya rasa, sudah tidak perlu lagi bertanya tentang letak nibbana di mana, dan itu juga sesuatu yg masih sangat jauh, hal2 di depan mata saja tidak mampu kita lihat, apalagi nibbana yg berada nun 'jauh' di sana. mereka yg menderita di sekitar kita juga tdk sanggup kita lihat, mereka yg kelaparan saja tdk mampu kita bantu, atau ikut merasakan penderitaan mereka, byk ketimpangan yg kita 'cuek'-in, tapi nibbana yg nun jauh di sana selalu kita cari-cari, surga yg entah berantah juga kita cari, 'perbedaan' mahzab yg sering kita pertengkarkan, perbedaan persepsi yg kira gali terus, egoisme dan inteletualitas yg selalu kita agung-agungkan bagaikan RAJA. silakan melanjutkan kalau memang masih merasa perlu diteruskan. salam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
