20 Februari

   Pada kehidupan lampau Cakkhupala terlahir sebagai
seorang tabib, karena marah dan kecewa oleh ulah
seorang wanita miskin yang membohonginya maka ia
melakukan pembalasan dan membuat si wanita menjadi
buta. 

   Akibat perbuatan jahatnya, tabib itu kehilangan
penglihatannya pada banyak kehidupan selanjutnya. 

   Ketika Cakkhupala Thera berkunjung ke Vihara
Jetavana, karena ia buta maka tanpa sengaja ia
menginjak banyak serangga sehingga mati. Kemudian para
bhikkhu melaporkan kejadian tersebut kepada Sang
Buddha. 

   Sang Buddha menjawab, “karena matanya buta, dia
tidak melihat serangga-serangga itu, selain itu dia
telah mencapai kesucian Arahat karena telah tidak
mempunyai niat untuk membunuh.”

   Pada kejadian ini Sang Buddha membabarkan syair :

   Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran
adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila
seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat,
maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda
pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
(Dhammapada I,1)

   Pada saat khotbah Dhamma ini berakhir, para bhikkhu
ada yang terbuka mata batinnya dan mencapai tingkat
kesucian Arahat.

(CAKKHUPALA-Arahatta)
(Nama-nama Orang Suci dan riwayatnya – Pedoman untuk
memilih nama Buddhis)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke