Bintang-bintang Bimbingan Kami 
        
Seorang biksu kecil, dia duduk di depan kuil meminta sedekah, banyak 
orang melewati dan memberi hormat. Awalnya ketika orang yang pertama 
melewati dan memberi hormat kepadanya, di dalam hatinya berpikir ini 
mungkin kebetulan saja, kemudian orang yang kedua, ketiga melewati 
juga sama memberi hormat padanya, dia mulai merasa, seharusnya ini 
bukan kebetulan!        

Biksu kecil masuk ke kuil, mengambil kaca lalu melihat mukanya 
sendiri, dia menemukan wajah dirinya sungguh tidak jelek, sangat 
berwibawa seperti master, dia merasa bangga dan puas, dari mukanya 
telah muncul kesombongan, suka mengatakan di depan orang bahwa dirinya 
adalah biksu yang berilmu tinggi.

Setengah tahun kemudian, kuil telah dipindahkan ke tempat lain, biksu 
kecil tetap duduk di situ minta sedekah, orang yang melewatinya tidak 
memberi hormat kepadanya lagi, dia baru sadar sepenuhnya bahwa 
penghormatan yang diberikan orang-orang yang dulu lewat bukan 
ditujukan kepada dirinya, melainkan pada patung Buddha yang ada di 
kuil, bukan biksu kecil yang sombong!

Sugelaxin pernah berkata, "bintang membimbing kami bagaimana bersikap 
merendahkan diri. Walaupun mereka bersama dengan matahari berngantung 
di angkasa, tetapi sama sekali tidak bersaing dengan cahaya matahari."

Asal orang suka membual, biasanya tidak mempunyai kepandaian, ini 
adalah prinsip psikologi mengganti kerugian. Oleh karena itu mereka 
harus memamerkan dengan mulut besar, untuk menutup kekurangan diri 
sendiri, lalu membuktikan eksistensi diri sendiri.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke