Sekuntum teratai untuk anda para calon Buddha
Beberapa hari ini, adalah hari yang menegangkan bagi
keluarga kami, nenek kami terkasih jatuh sakit (asma)
pada hari Selasa 14 Februari 2006 (bertepatan dengan
hari kasih sayang). Pada malam harinya, keadaan beliau
bertambah parah sehingga diputuskan untuk membawa
beliau ke RS Pantai Indah Kapuk (dokter yang biasa
merawat praktek disana), ternyata besoknya saya
mendengar bahwa beliau sudah masuk ICU (asma, jantung
koroner), sedih rasanya mendengar hal itu. Dokter ICU
mengatakan masih ada harapan namun tidak bisa
dipastikan sampai kapan dapat sembuh, saat itu kami
bisa merasakan hal yang mungkin pernah dialami setiap
orang, kami dapat mempertahankan dan membiayai untuk
beberapa hari, tapi jika hari-hari itu telah lewat dan
nenek kami belum sembuh juga, apa yang harus kami
lakukan (biaya ICU lebih dari 5 jt per hari) ? Yang
menjadi masalah adalah beliau dalam keadaan sadar
(bisa bergerak-gerak), tidak koma, jika beliau dalam
keadaan koma, mungkin lebih mudah / tega bagi kami
untuk mengambil keputusan menghentikan pengobatan,
namun beliau dalam keadaan sadar, jadi apabila kami
hentikan bukankah itu sama juga dengan mencekik
lehernya agar cepat meninggal?
Bro and sis yang terkasih dalam Dhamma, kisah ini
mungkin terdengar klise, namun saya yakin banyak juga
orang yang mengalami hal yang sama, dilemma, walaupun
kita mungkin tahu teori2 untuk menghadapinya, still it
is not easy to face it, apalagi bagi mereka yang harus
menjadi pengambil keputusan, perbuatan yang dianggap
salah akan membawa dampak mental yang berat, Inilah
scenario (takut kehilangan yg dicintai) yang akan
terus dialami oleh kita yang masih mengalami lahir
,tua, sakit, mati, inilah Dukkha.
Bro and sis yang terkasih dalam Dhamma, dilemma itu
telah berakhir sekarang,
Setelah berkonsultasi dengan banyak pihak, dengan
dokter dari segi medis, dengan para anggota Sanggha
(bahkan mama kami melakukan Cu Ciam), akhirnya kami
berkeyakinan dan membulatkan tekad untuk membawa
beliau pulang ke rumah, sehingga hari Minggu tgl 19
Februari 2006 kami membawa pulang dengan ambulance dan
sampai di rumah pukul 11:00. Dan kini nenek kami
terkasih telah dengan tenang meninggalkan kami, beliau
meninggal hari Minggu tgl 19 Februari 2006 pukul
14:30 di rumah, kami tidak tahu apakah karena
kesalahan kami atau memang telah waktunya dan memang
kamma beliau telah berbuah, namun satu hal bahwa kami
telah berusaha sekuat mungkin, membuang sejauh mungkin
pikiran2 negatif dan mencoba membahagiakannya,
memenuhi keinginannya untuk pulang ke rumah walau itu
mungkin untuk yg terakhir kalinya, Semoga beliau
memaafkan kami bila kami yang bersalah,
Bro and sis yang terkasih dalam Dhamma, banyak hal
yang dapat saya petik dari kejadian ini, namun satu
hal yang pasti adalah saya menjadi semakin mengerti
dan merasakan arti penting dari berlindung kepada
Triratna, kepada Buddha yang penuh cinta kasih dan
kebijaksanaan, yang telah mengajarkan Dhamma dan saya
yakini selalu melindungi dan membimbing kami dengan
cinta kasih dan kebijaksanaanNya, Kepada Dhamma yang
menjadi pegangan kami dalam berpikir dan bertindak.
Kepada Sanggha, keluarga spiritual, yang menjadi oasis
dan penopang pada saat keluarga darah saya berada
dalam kesedihan dan kesulitan, Sanggha persaudaraan
suci dan mulia terdiri dari para Bikkhu, Bikkhuni dan
anda semua yang berhati mulia. Karena itu bagi anda
yang sedang berada dalam kesulitan, saya mohon,
janganlah anda berkecil hati, janganlah anda keluar
dari komunitas spiritual anda, janganlah anda kluar
dari Sanggha anda, biarkan kami tahu dan membantu
anda. We will always be there with you.
Akhirnya saya mewakili keluarga mengucapkan terima
kasih sebesarnya-besarnya kepada saudara-saudara semua
yang telah memberikan dukungan moril dan materiil
kepada saya dan keluarga, mohon maaf apabila ada
tindakan atau ucapan saya yang salah dan semoga saya
selalu kuat untuk dapat berbagi dengan mereka yang
berada dalam kesulitan seperti yang telah anda semua
lakukan kepada kami sekeluarga. Semoga kamma baik anda
berbuah tepat pada waktunya dan semoga keluarga anda
semua sehat selalu. Sadhu sadhu sadhu..
With Metta,
DAHS
NB : Oh ya, ada kejadian kecil yang menarik, sesuai
dengan keyakinan kita sebagai umat Buddha untuk
mendoakan mereka yang telah meninggal, selama minimal
8 jam, pada saat itu saya mendapati mulut nenek saya
yang tadinya agak terbuka, merapat dengan sendirinya
dan agak melebar sperti orang tersenyum setelah kurang
lebih 4 jam, apakah ada dari bro n sis sekalian yang
tahu apakah ini ada hubungannya dengan doa selama 8
jam ini?
(keadaan batin almarhumah) atau ini adalah memang
keadaan fisik dari mereka yg telah meninggal setelah
jangka waktu tertentu? Terima kasih.Bbu all.
--"Aku berbagi seluruh jasaku dengan semua makhluk
hidup. Aku berbagi seluruh jasaku dengan orang tuaku,
sanak saudaraku, dewa pelindungku, dewa pelindung
rumahku, dewa pelindung desaku, dewa pelindung kotaku,
dewa pelindung negeriku, dewa pelindung bumi, raja
kematian, raja manusia, raja para dewa, semua dewa dan
semua peta.
Semoga mereka semua memperoleh jasa perbuatan baikku
sebanyak diriku dan semoga mereka semua berbahagia dan
terbebas dari kebencian.
Kumohon dewa pelindung bumi untuk menjadi saksi
Semoga mereka semua mendengar kata-kataku dan bersuka
cita atas perbuatan baikku"--
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/