halo, ternyata jadi panjang juga ya diskusi ini... padahal saya awalnya hanya ingin tahu agama saudara Erik..
saya memang setuju dengan saudara Erik bahwa tidak menjadi masalahnya apa pun agamanya,... yang saya salut, seandainya saudara Erik atau saudara2 lainnya yang ternyata bukan ber"label" 'agama Buddha', tetapi mau membuka mata melihat segala "kebenaran" yang ada di dunia ini, maka saya yakin bahwa anda2 telah mendekati kebahagiaan sejati.... mohon maaf jika ada yang salah, terima kasih atas perhatiaanya. salam karuna, willy yandi --- In [email protected], safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kenapa ya pake Sorry. Kita kan cuma sharing saja. Ini > bukan milis ekslusif kok. Semua orang dengan latar > belakang berbeda boleh ngumpul. Why not? Boleh > mengutarakan pendapat masing2. > > Mungkin, bro tidak menangkap yg saya maksud. > kelihatannya saya setuju dengan pendapat bro Yamin > bahwa salam apapun yang kita tulis atau diucapkan > harus didasari dari pengertian apa makna dari salam > itu sendiri. Jadi bukan sekedar lip service. > > Mudah-mudahan sy tdk salah baca, maklum sudah > tua.(andai saya salah baca, saya yang say sorry). > Salamnya Syalom, penutupnya metta..., besok lagi > assalamuailakum, dll. Sebenarnya sih juga tidak apa > apa , namanya juga iseng. tapi alangkah baiknya bila > lebih menghayati arti dari kata itu sendiri. > > Klo mo, salam kristen, penutupnya ya sekalian > mencirikan seperti itu. klo mo assala.... tutupnya > wasallam, indah bukan? > > Sekedar untuk menghargai semua anggota > > milis yang datang dari beraneka ragam suku, ras dan > > agama. Tapi, rupanya di Dharmajala ini lain ya? > > Ha ha ha, ada kesan apa ya disini. Semua orang > berusaha untuk berbuat semampunya untuk menghargai > orang. SEtuju bung Erik. seperti yg bung katakan > disini byk beraneka ragam suku ras dan agama, yuk > disalamin semuanya aja kayanya yang Hindu bung belum > salamin deh, yg Ateis juga bung belum salamin. > > Ini cuma sharing aja kok, klo bung tak setuju yah > tidak masalah, tetap saja dengan style bung. Tiap > orang kan punya ciri khas masing-masing. Itulah yg > membuat hidup ini indah. > > Jangan sampai kaga enak makan loh. Saya jadi tidak > enak nih. > > Dah, > > > > > --- Erik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Namo Buddhaya, > > Saya sungguh terkejut mendapati tanggapan Bro Safira > > seperti ini. > > Rupanya selama ini saya kurang eling! > > > > Mohon maaf, apakah milis "Dharmajala" ini milis > > eksklusif? Dan apakah > > kata "Dharma" dalam "Dharmajala" merujuk pada > > "Buddha Dharma"? > > > Sekali lagi, mohon maaf sebesar-besarnya! Saya > > sungguh tidak menyadari > > semua itu sebelumnya. Baru setelah mendapat teguran > > dari Bro Safira saya > > baca teliti Homa page "Dharmajala" baru saya sadari > > semua itu! > > > > Sorry sekali, saya bisa nyasar ke milis ini juga > > karena adanya ajakan > > yang ditujukan ke Japri saya, dan saya klik saja > > langsung untuk > > memasukinya, tanpa memeriksa atau meneliti lebih > > lanjut apa misi, visi > > dan orientasi milis ini. > > Salam-salam yang saya gunakan selama ini juga adalah > > yang biasa saya > > gunakan di tempat-tempat lain. Sekedar untuk > > menghargai semua anggota > > milis yang datang dari beraneka ragam suku, ras dan > > agama. Tapi, rupanya > > di Dharmajala ini lain ya? > > > > Setelah sekian lama terlibat dalam diskusi yang > > topiknya hampir melulu > > mengenai ajaran dan lembaga agama Buddha, > > samar-samar saya merasakan > > mungkin milis ini adalah milis eksklusif Buddhis! > > Jadi, sekali mohon > > maaf sebesar-besafrnya! > > > > Kalo memang milis ini eksklusif, baiklah selanjutnya > > saya akan gunakan > > salam-salam yang eksklusif Buddhis pula untuk > > menghormati rekan-rekan > > Buddhis di milis ini. > > > > Dan, sekalian mohon penjelasan. Siapa-siapa saja > > yang menjadi moderator > > di sini? Dan yang mengirim ajakan bergabung ke Japri > > saya itu moderator > > yang mana ya? > > > > Sekali lagi, mohon maaf sebesar-besarnya atas > > kesalah-mengertian selama > > ini! > > > > Maitricitra > > > > Erik > > > -------------------------------------------------------------------- ----\ > > -------------------------------------------- > > In [email protected], safira luiz > > <safira_luiz@> wrote: > > > > He he he, Ya Wes sudah. > > Inti dari bung Erik adalah "tdk melekat". Ya bagus > > klo bung Erik sudah > > sampai tahap seperti itu. > > Mungkin kita semua juga sepakat seperti yang bung > > maksud, tapi tidak ada > > salahnya kalau kita saling menghargai. Bukankah kita > > hidup bermasyarakat > > bukan? > > > > Tidak masalah, Bung agamanya apa. Kalau Bung > > beragama lain dan punya > > pikiran Buddhis, kita semua juga senang. Klo > > ditanya beragama apa? > > sebutkan saja mis " O ", juga tdk apa apa dan > > masalah selesai bukan?. > > > > Ini kebiasaan saya, saya tidak tahu orang lain. Klo > > saya bertamu di > > rumah orang kristen, saya akan bilang Syalom. Kalau > > di orang Islam, saya > > bisa saja bilang Assalamuailaikum (sorry klo salah > > tulis) atau saya > > tidak bilang apa apa kecuali Selamat pagi, siang dan > > sore. dan kalau > > bertandang di tempat Buddhis saya bilang Namo > > Buddhaya, Amitofo, Svathi > > hotu. > > > > Tidak melekat bukan berarti boleh mengucapkan kata > > kata semau kita > > tanpa melihat tempat dan kondisinya. Toh banyak > > orang yang tidak > > melekat tapi masih punya sertifikat rumah bukan? > > Sang Buddha tidak hanya > > mengajarkan kita untuk tidak melekat tapi juga > > mengajar kita agar lebih > > wise sehingga masalah besar jadi kecil dan kecil > > jadi baik kembali. > > > > > Mettacittena, > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
