Kartun yang Menggoncangkan Dunia 
        

(Erabaru.or.id) - Reaksi umat Islam diseluruh dunia
terhadap pemuatan kartun bernada satire tentang Nabi
Muhammad SAW semakin luas. Aksi protes mengecam
masalah itu terjadi di berbagai negara, bahkan
Kedutaaan Besar Denmark menjadi sasaran amuk massa.
Korban jiwa pun tak bisa dihindari.

Pimpinan surat kabar Jyllands-Posten mungkin tidak
pernah berpikir kartun-kartun Nabi Muhammad SAW yang
diterbitkannya akan menuai protes di seluruh penjuru
dunia, dan menjadi pembicaraan para pemimpin dunia.
Saat itu pengelola media yang berkedudukan di Denmark
ini mungkin hanya berniat ingin mengembangkan tradisi
kebebasan pers di negerinya. 

Di luar dugaan, pemuatan kartun tersebut membuat umat
Muslim sedunia marah, bukan saja masalah penghinaan,
dalam hukum Islam memang tidak memperbolehkan adanya
visualisasi atas wajah atau penampilan fisik Nabi
Muhammad SAW. Reaksi terhadap penerbitan kartun-kartun
Nabi Muhammad SAW tersebut telah memicu aksi-aksi
protes umat Islam di berbagai negara di Asia, Afrika,
dan Timur Tengah juga di Eropa sendiri. Aksi tersebut
bahkan sudah menjurus ke penyerangan misi diplomatik
seperti yang terjadi di Damascus, Beirut, Afganistan,
dan lain-lain. Di Gaza City, ratusan warga Palestina
berpawai di sepanjang jalan dan menyerang properti
yang berkaitan dengan kepentingan Eropa. Mereka juga
membakar bendera Jerman dan Denmark. Beberapa kantor
Kedutaan Denmark juga menjadi sasaran amuk massa. 

Protes tidak hanya muncul dari kelompok Muslim. Di
Copenhagen, Denmark, kelompok dari ekstrem kiri yang
antirasial melakukan protes atas pemuatan
kartun–kartun itu. Aksi-aksi memprotes pelecehan Nabi
Muhammad SAW juga sudah menelan korban jiwa. Sejauh
ini sudah 10 orang meninggal dalam aksi yang kemudian
berubah menjadi anarkhis di beberapa negara. Terakhir,
2 warga Afganistan tewas dalam bentrokan dengan aparat
keamanan.

Kekalutan itulah yang membuat para pemimpin dunia
merasa perlu untuk meredakan ketegangan. Sekretaris
Jenderal PBB Kofi Annan, Sekjen Organisasi Konferensi
Islam Ekmelettin Ihsanoglu, dan Ketua Komisi Luar
Negeri Uni Eropa Javier Solana meminta semua pihak
untuk meredam ketegangan yang diakibatkan atas
penerbitan kartun-kartun yang menghebohkan itu. Tak
ketinggalan Indonesia dan negara-negara Organisasi
Konferensi Islam (OKI) langsung melakukan proses
diplomatik ditingkat duta besar dengan melakukan
protes kepada kementerian luar negeri dan kantor
perdana menteri Denmark. PBB juga telah mengeluarkan
resolusi mengenai tindak pelecehan terhadap agama.

Vatikan juga merasa perlu memberikan pernyataan
mengenai masalah tersebut. Vatikan mengatakan,
kebebasan berekspresi tidak berarti bebas menyerang
agama atau kepercayaan agama seseorang. Vatikan
mengataka, pembuatan dan penyebarluasan kartun itu
adalah sebuah tindakan provokasi yang sama sekali
tidak bisa diterima. “Di dalam hak atau kebebasan
untuk menyatakan ekspresi dan pemikiran tidaklah
mencakup kebebasan yang menyakiti para penganut
agama,” demikian pernyataan Vatikan, yang dikeluarkan,
2 Februari lalu.

“Koeksistensi manusia menuntut sebuah iklim yang
saling menghormati untuk menciptakan perdamaian
diantara manusia dan bangsa-bangsa,” demikian lanjutan
pernyataan tersebut. Lebih lanjut, dikatakan
bentuk–bentuk tertentu dari sebuah kritikan atau
tindakan yang membuat pihak lain berang merupakan
sebuah tindakan yang tidak memperlihatkan
kesensitifan. Tindakan seperti itu, dalam hal
tertentu, bisa memicu provokasi yang tidak bisa
diterima. 

Seperti diketahui, sebanyak 12 kartun Nabi Muahammad
SAW yang menjadi pemenangan lomba diterbitkan pertama
kali di Jyllands-Posten,pada September 2005. Dalam
kartun itu digambarkan sosok Muhammad dengan citra
yang menyeramkan, seperti disorbannya terselip bom
yang siap meledak, dan sebagainya. Kartun itu kemudian
dimuat kembali di media Eropa lainya dan di Yordania
pada awal Februari lalu dengan alasan kebebasan
berekspresi. 

Reaksi dunia khususnya di negara-negara yang mayoritas
penduduknya muslim membuat negara-negara Barat dan
Amerika mengeluarkan travel warning terhadap warganya
yang hendak melancong ke negara-negara di Asia,
termasuk Indonesia. Namun himbauan itu oleh pemerintah
di sejumlah negara Asia dianggap tidak berdasar.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik
mengakui adanya travel warning adalah kebijakan
politis dari menteri luar negeri suatu negara. Namun
kebijakan itu berimbas pada negara-negara yang
mendapat peringatan. 

"Pemerintah Indonesia bersama negara-negara lain di
Asia sedang menyiapkan gerakan untuk menolak adanya
travel warning dari negara lain. Munculnya travel
warning dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat
sangat mempengaruhi masuknya arus wisatawan
mancanegara ke Asia," ujar Jero Wacik dalam acara
International Conference on Culture Tourism and Local
Communities di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 8
Februari lalu.

(Fadjar, dari berbagai sumber)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke